by

Penutupan Sespimti dan Sespimmen 2019, Kapolri: Satu Keteladanan Lebih Baik Daripada Seribu Nasehat

Bandung-Kapolri Jenderal Pol Drs Idham Azis, M Si, menjadi Inspektur Upacara (Irup)  pada penutupan pendidikan (Tupdik) Sespimti Polri Dikreg ke-28 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-59 TA 2019 di Gedung Utaryo Suryawinata Sespim Lemdiklat Polri, Senin (2/12/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut,  Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto, M Si, Gubernur Jawa Barat Dr H Mochamad Ridwan Kamil, ST, M UD, Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi, Assdm Kapolri Irjen Pol Dr Eko Indra Heri S, MM, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal, S IK, MH.

Kemudian, pejabat utama Lemdiklat Polri, Kasespim Polri Irjen Pol Drs Prasta Wahyu Hidayat, Wadan Sesko TNI, Wadan Sesko AD, Dan Sesko AU, Dan Sesko AL serta Perwakilan dari Kedubes Negara Sahabat.

Pada Tupdik kali ini, Kapolri memberikan penghargaan kepada peserta didik Sespimti Polri terbaik Nastrap, terbaik umum peserta Sespimti Polri dan peserta TNI, peserta didik Sespimmen Polri terbaik Naskap, terbaik umum peserta Sespimmen Polri dan Mancanegara.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri mengucapkan selamat atas kelulusan 62 Serdik Sespimti Dikreg Ke-28 dan 220 Serdik Sespimmen Dikreg ke-59 tahun 2019 dengan hasil yang bagus dan gemilang.

“Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada rekan rekan dari TNI, ada 4 dari Angkatan Darat, 4 dari Angkatan Laut dan 4 dari Angkatan Udara, serta teman teman dari Kepolisian mancanegara,” ungkap Kapolri.

Jenderal Pol Drs Idham Azis memberikan beberapa hal yang menjadi penekanan, berharap rekan-rekan menjadi Agent of Change, bukan agen yang kasak kusuk.

“Kemudian, sudah mengambil kebijakan untuk berusaha membesarkan organisasi Polri di antaranya penguatan Badan Humas dan beberapa Korps, peningkatan tipologi 7 Polda menjadi tipe A serta menetapkan jabatan fungsional,” katanya.

“Selain itu, rekan rekan harus bangun terus soliditas dengan TNI, Pemda dan seluruh elemen Masyarakat, karena Polri tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bergandengan tangan,” tegas mantan Kabareskrim Polri itu.

”Dimanapun kalian bertugas, jadikan anggota sebagai teman dan sahabat serta memiliki komitmen, integritas dan tanggung jawab, bukan konspirasi, satu keteladanan lebih baik dari pada 1.000 nasehat dan yang terakhir, agar bijak dalam bersosial media dan jangan bergaya hidup mewah,” sambung mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Jenderal Bintang Empat itu berharap agar para peserta didik yang telah dinyatakan lulus dapat memberi peran membangun Polri yang profesional, modern dan terpercaya (Promoter). Kemudian dapat menjadi perwira Polri yang mahir, terpuji, patuh hukum, dan unggul. Mampu melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan.

“Semoga para perwira polri yang telah lulus dari pendidikan di sini, dapat mengimplementasikan kepada jajaran dan anak buah untuk menjadi polisi Promoter, jujur dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas mantan Kapolda Sulteng itu.

(PR-ng/sw/hy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed