TARIF LISTRIK DI BATAM BAKAL NAIK

No comment 337 views

BATAM-Pemerintah pusat lewat pengesahan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun telah mengesahkan kenaikan harga tarif listrik di Batam. Berbagai tanggapan masyarakatpun mulai mencuat dan terkesan marah besar.

Meski telah mengalami kenaikan, Bright PLN Batam, melalui Kurnia Rumdhony, General Manager Service Bussiness unit PLN Batam, menyatakan kenaikan tarif listrik di empat golongan tidak sama sekali melewati angka TDL nasional. “Kenaikan R1/1300 VA lebih rendah 17,53 persen dari TDL nasional. Kenaikan R1/2200 VA lebih rendah 14,02 persen dari tarif nasional,” kata Kurnia Rumdhony, Senin (3/4)

Dia menuturkan, kenaikan tarif listrik ini tetap mengacu pada kesanggupan masyarakat Batam dalam pembayarannya. “Justru ini masih jauh lebih ringan dibandingkan TDL Nasional,” katanya.

Disamping itu, khusus kenaikan tarif di segmen R1/1300 VA dan R1/2200 VA akan dilakukan secara dua tahap. Tahap pertama bulan Maret, dan tahap kedua pada Juni. “Untuk kenaikan tahap kedua, masih lebih rendah 8,8 persen dari TDL nasional. Tarif yang sekarang berlaku di dua segmen itu hanya sampai 31 Mei,” ujar Kurnia.

Dia menyebutkan, jika tahap pertama kenaikan di golongan R1/1300 VA menjadi Rp 1.210, maka di tahap kedua menjadi Rp 1.360.48. Kemudian untuk R1/2200 VA, dari Rp 1.261 di tahap pertama akan menjadi Rp 1.360.48 di tahap kedua. Menurut dia, selain menyetujui kenaikan tarif, PLN Batam di poin yang lain juga diminta untuk mensosialisasikan kenaikan sekaligus memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat. “Selain tarif baru yang dikeluarkan, kami ada kewajiban juga untuk meningkatkan mutu pelayanan. Agar balance. Itu yang diminta pemerintah. Jadi jangan dipikir kami dikasih kenaikan, tapi tidak diberi tanggungjawab oleh kepala daerah,” tuturnya.

Tanggung jawab yang dimaksud diantaranya, Bright PLN Batam diminta segera merealisasikan listrik ke masyarakat yang selama ini belum teraliri listrik. Atau juga masyarakat yang hanya mendapatkan listrik dengan waktu terbatas, misalnya delapan jam sehari. “Kami diminta oleh pemerintah untuk bisa mengaliri listrik sampai ke pulau-pulau, atau hinterland. Harus bisa mengatasi gangguan dalam sekian waktu, harus mampu mempersingkat layanan permohonan listrik bagi masyarakat. Yang semuanya untuk perbaikan mutu,” tuturnya.

Dengan kenaikan tarif dasar listrik, diakui sudah mendekati harga keekonomian. Untuk mengejar tanggungjawabnya, PLN Batam pun saat ini sudah mulai mengaliri listrik kepada warga di pulau-pulau. “Pulau Buluh target tahun ini clear, karena selama ini mereka hanya dapat listrik delapan jam sehari. Yang sedang progres lagi di Tanjungpiayu laut dan Teluk Lengung, itu kampung tua dekat bumi perkemahan. Di Teluk Lengung ada 150 KK, dan untuk Piayu Laut ada 180 KK. Tapi khusus Piayu laut kita laksanakan secara bertahap, sekarang 50 KK dulu,” katanya.

Sementara, Coorporate Communication Bright PLN Batam, Benny Eka turut menegaskan hal tersebut. “Memang benar, ini semua dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dari segi instalasi kelistrikan. Kan dari kita, oleh kita dan untuk kita. Sama, kenaikan tarif listrik bukan untuk menguntungkan segelintir orang. Tapi untuk meningkatkan pelayanan di tengah masyarakat,” kata Benny, saat dikonfirmasi.

“Kita hanya berharap, pelayanan semakin meningkat dan listrik dapat disuplai hingga ke pelosok paling dalam sekalipun,” tandasnya. (IWO/RAJA)

No Response

Leave a reply "TARIF LISTRIK DI BATAM BAKAL NAIK"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.