by

KAROKE VENUS TERANCAM TUTUP

TANGERANG- Berbagai komponen masyarakat mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang agar selalu menegakkan Peraturan Daerah (Perda) yang dibuatnya dengan cara memaksimalkan pemantauan dilapangan.
Salah satunya di tempat-tempat usaha hiburan malam yang terindikasi menjadi tempat  traksaksi sex dan peredaran minuman keras atau ber-alkohol. Mengingat sejak tahun 2005 lalu,  Pemkot Tangerang sudah memberlakukan Perda Nomor 7 dan 8, tentang pelarangan peredaran minuman keras dan prostitusi.
” Kami lihat dalam menegakkan Perda nomor 7 dan 8 tahun 2005 itu, Pemkot Tangerang belum maksimal,” terang  Hilmi Fuat, Wakil Ketua Komisi 3, DPRD Kota Tangerang.
Padahal, kata Hilmi, pada saat Perda itu baru diberlakukan, pemantauan dan penindakan terhadap tempat-tempat  yang terindikasi menyiapkan minuman kerasi dan prostitusi sangat gencar. Namun belakangan terus menurun, sehingga sering kecolongan. “‘Dulu pemantauan dan penindakannya cukup bagus. Dan itu juga  pernah dilakukan kepada Karaoke Venus di Ruko Mall Tangerang City,” sebut Hilmi.
Namun kenapa belakangan ini terus menurun. Sehingga dikabarkan beberapa waktu lalu terjadi  pertikaian diantara pemuda yang keluar dari karaoke Venus dalam kondisi mabuk. ”Kami harap jangan terkesan seperti tai-tai ayam dalam menegakkan Perda itu,” kata dia.
Seharusnya, kata Helmi,  Pemerintah Kota Tangerang  proaktif, dengan cara  melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi tersebut dengan cara berkala. Senada pula dengan Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Tangerang,  Rusdi Alam yang menilai pengawasan dan penindakan terhadap peredaran minuman keras dan prostitusi di Kota Tangerng masih lemah.
Akibatnya, masih bayak ditemui tempat-tempat hiburan malam ataupun lainnya yang masih menyediakan minuman keras dan ajang prostitusi di Kota yang berjuluk Ahlakuk Harimah tersebut.
Sementara itu, kepala Bidang Pariwisata di Dinas Budaya, Pariwisata dan Pertamanan (DBPP) Kota Tangerang, Rizal Ridollah berjanji akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap tempat-tempat yang terindikasi menyediakan minuman keras dan ajang prostitusi.
Pasalnya, kata dia, saat pihaknya melakukan pengecekan di karaoke Venus tidak ditemukan adanya minuman keras. Dan salah satu karyawan yang di  karaoke itu mengatakan, bahwa mereka yang mabuk dan bertikai di Karaoke Venus beberapa waktu lalu,  minumnya diluar karaoke tersebut.
”Katanya mereka itu datang ke Karaoke Venus sudah dalam kondisi mabuk,” kata Rizal. Namun demikian, pihaknya tidak percaya begitu saja. Sehingga harus melakukan pengawasan ketat ke sejimlah tempat+tempat hiburan seperti di KotaTangerang. Termasuk Karaoke Venus yang berdiri di areal mall terbesar di Kota Tangerang
Apabila suatu saat ditemukan adanya pelanggaran itu, kata Rizal,  tentu akan dibtindak lanjuti ke Satuan Petugas Polisi Pamong Praja (Satpol PP)/untuk ditindak. “‘ Ya kalau dalam penindakan itu terbukti, mereka bisa dikenakan Sanksi hingga ke pecabutan ijin oprasionalnya,” kata Rizal.
Berdasarkan catatan yang ada, baru-baru ini selain terjadi pertikaian antara pemuda yang sedang mabuk di karaoke Venus di Ruko Mal Tangerang City, juga terjadi penggrebekan oleh warga terhadap sepasang muda-mudi yanh sedang memadu kasih di tempat prostitusi yang berkedok panti pijat di Ruko Great Western Resort (GWR), Kebon Nanas, Kota Tangerang.(CAK)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed