by

JAKSA TAHAN TERSANGKA DUGAAN KASUH PENGADAAN BENIH DI ABDY

AECEH BARAT DAYA – Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya  (Abdy) menahan FA tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dan penyaluran bantuan Cadangan Benih Nasional (CBN) kedelai sebanyak 520.000 kg (520 ton) bersumber dari dana APBN 2011 lalu senilai Rp 6,4 miliar.
FA  merupakan rekanan pengadaan CBN dari CV GS. FAG ditahan berdasar surat perintah penahanan Nomor PRINT-175/N.1.29/Ft.1/04/2017 tanggal 10 April 2017.
Ditetapkannya FA sebagai tersangka merupakan hasil mengembangkan kasus yang sebelumnya menjerat dua orang mantan pejabat PT Pertani Cabang Pemasaran Aceh yang telah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan.
“Perkara ini adalah splitsing dari perkara Sukimin dan Ir Budijono yang kita tuntut 10 tahun penjara, kasus CBN,” kata Kajari Abdya, Abdur Kadir SH MH melalui Kasi Pidsus Kejari Abdya, Irfan Hasyri kepada wartwan.
Pihak Kejari menangguhkan penahanan FA lantaran kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan medis makanya di tangguh kan.
“Penangguhan penahanan ini berdasarkan surat keterangan dokter nomor 445/201/2017 tanggal 11 April 2017,” katanya.
Saat ini, katanya, FA dirawat di Rumah Sakit Tengku Peukan, jika kondisi telah membaik, maka pihaknya kembali menahan tersangka sebut nya.
“Kita usahakan dalam waktu dekat berkasnya sudah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor,” sebutnya.
Seperti diketahui, kasus tersebut berawal saat Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Tanaman Pangan tahun 2011 melakukan pengadaan dan penyaluran bantuan CBN benih kedelai sebanyak 520.000 kg (520 ton) untuk 282 kelompok tani di Kabupaten Abdya provinsi aceh dengan menyerapkan anggaran APBN 2011 senilai Rp 6,4 miliar.
Dalam hal ini, Dirjen Tanaman Pangan dan PT Pertani (Persero) Jakarta membuat kontrak Public Service Obligation (PSO) sebagai pelaksana pengadaan dan penyaluran benih kedelai sampai ke kelompok tani penerima. Akan tetapi, PT Pertani hanya mengadakan benih kedelai sekitar 285.440 kg (atau setengah dari kontrak 520.000 kg).
Benih tersebut kemudian dikirim ke gudang penyimpanan benih Dinas Pertanian Abdya. Namun benih kedelai tidak dapat digunakan karena telah busuk.
Sedangkan sisa benih kedelai sebanyak 234.500 kg tidak dilakukan pengadaan oleh PT Pertani. Sebaliknya kepala PT Pertani Cabang Pemasaran Aceh yang waktu itu dijabat BD membuat laporan fiktif seolah benih kedelai untuk Abdya sebanyak 520.000 kg sudah terealisasi seluruhnya dengan baik
Kemudian Kasi Proyek Pemerintah pada PT Pertani (Persero) Cabang Pemasaran Aceh waktu itu dijabat SK juga membuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) fiktif  kepada 282 kelompok tani di Abdya di provinsi aceh Padahal, kelompok tani tersebut tidak pernah menerima benih kedelai tersebut. ( hai ).

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed