by

KEHILANGAN MUKA, STANLY ANCAM LAPOR KE MABES POLRI

JAKARTA-Forum Pers Independent Indonesia (FPII) gelar aksi keduanya, Kamis (13/4), di tiga titik central lembaga pemerintah, yakni Dewan Pers, Menkominfo dan Komisi I DPR RI.

Aksi kedua FPII kali ini sangat fenomenal dan lebih fokus kearah gugatan dan tuntutan.


Aksi ratusan media yang tergabung di FPII berlangsung dengan tertib meski di gedung dewan pers sedikit memanas. 

Pasalnya, FPII meminta banner bertuliskan ‘FPII MENGGUGAT DEWAN PERS’ sebesar 2X6 meter ditolak mentah-mentah oleh Stanly selaku Ketua Dewan Pers saat kelima utusan FPII masuk ke gedung dewan pers untuk memasang banner.

“Tidak boleh, atau saya laporkan FPII ke Mabes Polri kalau sampe dipasang banner itu. Ini gedung milik pemerintah,” ucap Stanly di depan Ketua Aksi FPII Hefrizal.

Meski Stanly menolak, dan langsung pergi dengan cepat, kelima utusan FPII tak surut semangat atas ancaman Stanly dan banner gugatan FPII kepada dewan pers terjuntai hebat dan menjadi viral.


“Dewan Pers sudah kehilangan muka, banner gugatan kami telah terpampang lebar dan dilihat ratusan bahkan ribuan orang yang melintasi gedung ini, ‘FPII MENGGUGAT’,” beber Kasihhati dalam orasinya.

Sebagai ketua Setnas FPII, Mustofa Hadi Karya atau yang sering disapa Bang Opan, juga meminta tuntutan yang telah diajukan sejak Februari 2017, segera disikapi oleh Komisi I DPR RI.

Tuntutan itu pertama, cabut verifikasi media, kedua, tolak RUU Panja terhadap pemberitaan wartawan, ketiga, stop diskriminasi dan kriminalisasi wartawan, dan keempat, kembalikan fungsi UU Pers No. 40 tahun 1999.

Berbeda dengan aksi di depan gedung dewan pers dan menkominfo, di depan gedung DPR RI, FPII memasang balihoo ukuran 6X8 meter yang bertuliskan ‘FPII bersama lebih dari 250 MEDIA DAN JURNALIS INDEPENDEN MENGGUGAT’. (art/fpii)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed