by

WARGA TANGERANG, MERASA DITIPU OKNUM PENGUSAHA CINA PULUHAN JUTA

Keterangan Gambar:  Warga Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang, Dedy  korban penipuan memperlihatkan Jam Tangan dari EI, rusak dan ada yang tak mau hidup.
Keterangan Gambar: Warga Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang, Dedy korban penipuan memperlihatkan Jam Tangan dari EI, rusak dan ada yang tak mau hidup.

TANGERANG-Warga Kecamatan Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang, Dedy dan Ayip (PNS Pemkab Tangerang), merasa ditipu oknum pengusaha cina inisial EI Warga Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), hingga puluhan juta rupiah.

Asal muasal peristiwa itu, Ayip (PNS Kabupaten Tangerang), mempunyai teman atas nama Dedy, karena kasihan belum mendapatkan pekerjaan, Ayip menyuruh supaya membuka usaha.

Pada Bulan Septeber 2016 lalu, Dedy merupakan kepercayaan dari Ayip ini, bertemu dengan namanya, Oman diduga kepercayaan dari Pengusaha Cina inisial EI, karena ada peluang untuk jualan Jam Tangan merek Adira Quartz, akhirnya Dedy dan Oman berangkat ke rumah EI di Bekasi.

Setelah, sampai di rumah EI, kemudian Oman dan Edy pun membawa pulang Jam Tangan tersebut untuk dijual kembali sebanyak 7000 unit dengan uang pengantinya sebesar Rp 35 juta.

“Ternyata setelah kita chek barang tersebut, bukan untuk diperjualbelikan tapi untuk konsumen Adira, bahkan barang tersebut ada juga dibawa anak buahnya EI yakni Oman sebanyak 230 unit,” sebut Ayip kepada wartawan, Jumat (21/4).

“Karena saya curiga barang tersebut tidak beres atau rusak, saya kembalikan Jam Tangan itu kepada EI, sebanyak 6000 unit, itu dilakukan sekitar 2 bulan lamanya setelah penyerahan barang,” ungkap Ayip dan menjelaskan hal tersebut sesuai permintaan EI, anehnya uangnya, hingga kini belum dikembalikan dengan alasan barang belum berhasil dijual.

Lanjut Ayip, dua bulan kemudian EI meminta supaya mengirimkan nomor rekening, setelah bolak-balik ke rumah untuk meminta uang tersebut, karena diminta sama EI untuk datang ke rumahnya. “Tapi untuk bayar uang tidak ada dibayar hanya janji-janji saja,” jelasnya.

Bahkan EI pengusaha Cina dari Sulawesi Utara (Sulut) itu, mengaku dekat dengan Mabes Polri. ” Setelah tiga bulan kemudian, saya menelpon EI dan SMS dengan baik-baik, jawab dia malah memaki-maki dengan anjing dan goblok,” sebut Ayip lagi.

“Saya orang Islam jangan mengoblok-ngoblokkan saya dan menganjing-anjingkan saya, jangan bilang saya sudah bau tanah, karena saya sudah tua,” tutur Ayip mengulangi kata-katanya pada pengusaha Cina tersebut kepadanya.

Namun, EI malah membalas ucapanya dengan kata-kata “Lu Anjing bawa-bawa syara lagi,” ucap Ayip menirukan ungkapan EI.

“Karena terjadi pertengakaran melalui Hand Phone, Kemudian waktu itu EI, mematikan HPnya,” kata Ayip.

” EI menyuruh saya, mengirim nomor rekening, ketika saya bilang kapan mengirim uang, dia malah bilag ‘Uang apa, emang gua terima uang dari loh’ itu dibilang EI pada saya,” ucap Ayip kembali.

Ketika, wartawan menghubungi pengusaha tersebut melalui nomor Hand Phonenya, mengaku namanya Engkoh Indra, kemudian wartawan terlebih megirimkan pesan lewat SMS, sesuai dengan cerita dari Ayip, namun Engkoh Indra mengatakan itu tidak benar.

“Yang jelasnya ada barang, ya silahkan beli,” kata Engkoh Indra di ujung telpon.

Saat ditanya, barang yang di jual itu kebanyakan Jam Tangan yang sudah rusak dan mati, ia menjawab “Tidak semuanya mati, ya sabarlah perbaikilah, harganya pun Rp 3 ribu per unit, namun Oman yang lari, dia yang naikkan harganya jadi Rp 5 ribu per unit,” sahutnya lagi dibalik Hand Phonenya.

Selanjutnya, saat ditanya kalau pihak korban akan melalorkan peristiwa tersebut ke Kantor Polisi. Jawabnya di telpon “Laporlah, saya akan laporkan mereka ke polisi juga,” balasnya lagi.

“Jangan naikkan beritanya pak, ini kan tak berbobot beritanya, maaf pak saya lagi di kantor pak, jam-jam siang aja kita kontak-kontakan dan ketemuan ya,” tutup Engkoh Indra seraya menutup telponnya.

Kemudian, Dedy, mengakui kalau pengusaha EI itu banyak menjual barang-barang ilegal, tapi katanya dia back-up orang Mabes Polri. “Jadi mungkin orang pada takut, kemudian tidak mungkin bisa jual barang ilegal seperti kalau tak back-upnya,” pungkasnya. (raja)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed