by

DISDIK SUMUT DIDUGA KANKANGI UU OLAHRAGA

MEDAN- Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia kota Medan di bawah kepengurusan yang baru SK SKEP. 071/IPSI-SU/XI/2016, Kompol H. Enjang Bahri SH mengaku kecewa dengan pen­­yelenggaraan cabang olahraga (cabor) Silat pada Olimpiade Olahraga Sis­wa Nasional (O2SN) Medan.

Pasalnya cabor silat di O2SN yang berlangsung mu­lai 17-21 April tersebut, tidak melibatkan IPSI Medan, bahkan peserta yang di ikut sertakan pada penyelesian hanya dua sekolah saja yaitu Perguruan SMK 7 dan SMA 1 medan.

Sikap Penyelenggara 02SN terkesan tebang pilih dalam merekrut peserta seyogyanya seluruh Perguruan SMA / SMK medan mendapat informasi / undangan agar tidak me­nim­bul­kan preseden buruk di ka­langan insan Silat Kota Medan.

Kekecewaan Orang Tua 32 perguruan silat Medan dibuktikan dengan diterbitkannya surat Keberatan Seleksi 02SN Tingkat SMA/SMK nomor 026/IPSI-Medan/IV/2017 pada tanggal 21 April 2017 bertepatan hari Nasional memperingati Ibu kita Kartini.

Surat Keberatan IPSI atas Seleksi O2SN ditujukan langsung kepada Pihak penyelenggara Dinas Pendidikan Sumut Jalan Cikditiro dengan tembusan kepada Gubernur Sumut, Dispora Sumut, Koni Sumut, Pengprov IPSI Sumut, Dispora Medan, Koni Medan, Perguruan SMA Negeri 1 Medan, SMK Negeri 7.

Dengan tegas Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) IPSI Medan H Enjang di surat tersebut mengatakan Dinas Pendidikan (Dispen) Sumatera Utara tidak mengindahkan dan atau melanggar UU No 3 th 2005 bahwa lembaga yang melaksanakan harus melibatkan induk cabang olahraga.

Selain itu, pihak Disdik Sumut juga tidak perduli dengan Ad/Art KONI yang terpercaya sebagai Komite Olahraga dalam Bab IV Tentang Penyelenggaraan Kejuaraan bagian kedua penyelenggaraan kejuaraan lainnya pasal 35 ayat 2 & 3.

Adapun isi pasal dimaksud, setiap anggota yang akan mengikuti/menyelenggarakan kejuaraan songle/multi ivent harus nerkoordinasi dengan KONI. Setiap singgle/ multi event bertaraf regional dan internasional yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga provinsi harus berkoordinasi dengan KONI dan induk cabor.

Dengan demikian, hasil seleksi dimasing-masing kelas yang dilaksanakan Dispen Sumut oleh Pengurus Pengcab IPSI Kota Medan diang­ap tak sah karena tidak se­suai meka­nis­me, bahkan wasit juri yang mereka pakai melakukan tugas lapangan tidak memiliki izin tugas dari IPSI kota Medan juga ada diantaranya tidak memiliki sertifikat sebagai sertifikasi standar wasit juri.

Dikatakan, IPSI Medan akan mem­beri sanksi tegas pelanggaran disiplin kepada atlet silat, pengu­rus, maupun wasit juri silat yang ada di bawah naungannya dalam mengikuti O2SN medan 2017 tersebut.

“Keputusan yang diambil sesuai hasil rapat Pengcab IPSI Medan yang dipimpin Wakil Ketua III Edy Surya ST , 21 April 2017 di Me­dan. Jadi akan ada sanksi tegas kepada mereka yang ti­dak izin kepada IPSI Medan,” ucap Enjang.

Enjang berharap pihak terkait yang telah menerima surat, baik itu tembusan dari IPSI untuk menyikapi hal ini agar impian Medan menjadi kota atlit dapat terlaksana dengan sinergisitas.

“Kami juga berharap agar Walikota Medan mengawasi dan memperha­tikan jalannya O2SN ini, terutama cabor Silat agar pelaksanaannya benar-be­nar maksimal dan bisa bersinergi dengan baik,” Seleksi O2SN 2017 tingkat SMA/SMK Medan Selain silat, turut diadakan cabor renang, karate, atletik dan bulutangkis. (Prad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed