by

PABRIK PERUSAHAAN CAT DI KECAMATAN CISOKA DINILAI TAK TAAT ATURAN


TANGERANG-Salah satu perusahaan pabrik cat di daerah Desa Jinjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, dinilai tak mematuhi dan taat terhadap aturan tenaga kerja, untuk itu, diminta kepada pihak berwenang, supaya bisa turun langsung menginvetigasinya serta melakukan tindakan tegas.

Hal ini disampaikan , Aktifis Masyarakat Kabupaten Tannerang, Dedy dan Dase, mencoba melakukan investigasi dan mengechek informasi terkait tenaga kerja di perusahaan pabrik cat inisial PT. DS tersebut.

“Menurut, sejumlah karyawan kepada kita, kalau mereka gajinya tidak sesuai Upah Minumum Kabupaten (UMK), Kabupaten Tangerang,” tuturnya Dedy Kamis (27/4).

Lanjutnya, besaran Upah Minimum Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang & Kota Tangerang Selatan tercantum pada Keputusan Gubernur Banten No. 561/Kep.553-Huk/2016 Tanggal 23 November 2016 tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Banten tahun 2017.

“Upah Minimum Kabupaten Tangerang tahun 2017 adalah sebesar : Rp. 3.270.936,1, Upah Minimum Kota Tangerang tahun 2017 adalah sebesar : Rp. 3.295.075 dan Upah Minimum Kota Tangerang Selatan tahun 2017 adalah sebesar : Rp. 3.270.936,13,” beber Dedy lagi.

Dedy, meminta Kepala Dina Tenaga Kerja (Disnaker), Kabupaten Tangerang, khususnya yang membidangi hal tersebut, harus turun langsung kelapangan dan mengechek perusahaan tersebut.

“Kita minta pihak Pemkab Tangerang, khususnya pihak Disnaker supaya turun langsung, karena bahkan aneh perusahaan tersebut juga tidak ada membuat plank merek dari perusahaan tersebut,” bebernya kembali

“Ini baru mengenai tenaga kerja, belum lagi mengenai limbah dan perizinannya, itu kita pantau ada mau buat gedung baru lagi, bahkan pihak perusahaan tersebut sesumbar, karena megaku dekat dengan banyak LSM tertentu,” uangkap Dase menimpali.

Sementara, menurut penuturan dari dua karyawannya di PT DS itu yang namamya minta dirahasiakan, satu karyawan dengan pekerjaan bidang tertentu mengaku kalau gaji sebesar Rp 1.800.000, kemudian karyawan lainya, mengakui kalau gajinya sebesar Rp 1.300.000.

“Kami juga tidak ada kesejahteraan dan keselamatan seperti kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), belum ada diberikan pihak perusahaan,” tukas karyawan tersebut.


Ketika hal ini hendak dikonfirmasi dengan pihak berwenang di perusahaan itu, namun sayangnya belum ada yang bisa dijumpai, karena seolah-olah perusahaan tersebut, tertutup kepada media.

Namun, hasil konfirmasi dari pihak keamanan PT DS itu atas nama Syafrudin, saat ingin mendapat keterangan resmi dari pihak perusahaan, karena ada dugaan menyalahi ketentuan tenaga kerja, malah pihak keamanan itu mengaku tidak ada ada yang bisa dihubungi. “Tidak ada pak untuk hari ini, mungkin pada Hari Senin aja pak,” pungkas lewat sambungan telpon genggamnya. (rj)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed