by

HERMANSYAH BUKA RAKOR KEAMANAN PANGAN


TANGERANG–Wakil Bupati Tangerang H. Hermansyah membuka rapat koordinasi tim pengendalian keamanan pangan tingkat Kabupaten Tangerang di ruang rapat Solear Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang. Kamis, (27/4).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Desiriana Dinardinanti mengatakan, kamanan pangan bukan hanya merupakan isu dunia, tapi juga menyangkut kepedulian individu jaminan akan terjaminnya keamanan pangan

“Hal itu merupakan hak konsumen walaupun pangan itu dikemas secara menarik, tinggi gizinya jika tidak aman dikonsumsi, maka praktis tidak ada nilainya sama sekali dan untuk mencapai kondisi yang aman tidak mudah karena banyak faktor penghambat Beberapa faktor internal,” tukasnya.

Desiriana melanjutkan faktor penghambat internal yakni masih banyak pangan yang belum memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan, jumlah kasus keracunan belum banyak dilaporkan atau dilaporkan tapi tidak menyertakan penyebabnya, produsen pangan masih kurang pengetahuan, keterampilan dan tanggungjawab mengenai keamanan pangan.

“Konsumen di Indonesia masih belum peduli terhadap keamanan pangan, koordinasi dan kerjasama lembaga terkait dalam menangan masalah keamanan pangan dan Kemampuan petugas pengawas keamanan pangan dalam menjalankan tugasnya masih kurang,” bebernya.

Untuk itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengawasi keamanan pangan, yaitu peningkatan kerjasama dengan instansi terkait lainnya untuk melaksanakan pengawasan pangan, peningkatan pengawasan keamanan pangan dalam tindakan preventif.

” Peningkatan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan terhadap masyarakat dan peningkatan tindakan hukum bagi mereka yang melanggar peraturan perundang-undangan terutama mengenai keamanan pangan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang H. Hermansyah menjelaskan dengan diselenggarakannya rapat Tim Koordinasi Pengendalian Keamanan Pangan Kabupaten Tangerang ini dapat menangani masalah utama keamanan pangan yaitu cemaran mikroba karena rendahnya kondisi hygiene sanitasi.

“Termasuk xemaran kimia karena kondisi lingkungan tercemar, penyalahgunaan bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan dan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) melebihi batas maksimal yang diijinkan serta pengendalian bahaya pangan pada setiap rantai pangan,” imbuhnya.

“Saya mengajak semua pihak anggota Tim Pengendalian Keamanan Pangan dan SKPD terkait dalam pengawasan keamanan pangan untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan dari berbagai instansi sesuai dengan tugas dan fungsinya,” pungkasnya mengakhiri. (raja/herly-vic-red/infokom).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed