No comment 434 views
,5 / 5 ( 1votes )



TANJUNG BALAI ASAHAN- Pen Lantamal I dengan menggunakan unsur Patkamla SSG II-1-47, Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal TBA berhasil amanakan Kapal tanpa nama bermesin GT.6 pembawa delapan imigran gelap berasal dari Negara Somalia di Perairan Sungai Asahan, Tanjung Balai Asahan, Kamis (27/4).

Sebelumnya, Tim WFQR Lanal TBA mendapatkan info dari masyarakat akan ada kapal berlayar dari Malaysia dengan tujuan Tanjung Balai dan membawa Imigran gelap.

Atas informasi dari masyarakat tersebut, Tim pun bergerak cepat dan melaporkan kepada Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Bagus Badari Amarullah SE, selanjutnya Danlanal TBA langsung memerintahkan untuk segera dikerahkannya unsur Patkamla SSG II-1-47 untuk melaksanakan patroli terbatas ke lokasi yang sudah menjadi target.

Tim yang sudah mengendap selama satu jam diperairan Sungai Asahan pun langsung melihat secara visual target Kapal yang sudah menjadi sasaran tersebut dan langsung mendekati sasaran dalam jarak 100 meter.

Mengetahui kedatangan Tim, dua orang yang diduga sebagai Tekong dan ABK Kapal melompat ke pantai dan lari kedalam hutan yang merupakan wilayah kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan.

Tepat pada pukul 01.15 Wib, Kamis dini hari di posisi 03 00 53 U – 099 51 35 T di perairan sungai Penyengat Kuala Bagan Asahan, Tim WFQR merapat ke Kapal sasaran serta melaksanakan pemeriksaan kapal dan menemukan penumpang imigran gelap asal Somalia berjumlah 8 orang (4 Laki-laki dan 4 Perempuan) serta 1 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal berjenis kelamin Perempuan.

Selanjutnya, Kapal muatan tanpa nama bermesin GT.6 beserta seluruh Imigran tersebut digandeng dan dibawa menuju Poskamla Bagan Asahan untuk dilaksanakan proses lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan di dapat informasi para imigran berangkat dari Somalia, kemudian transit di Malaysia. Di Malaysia selama 2 minggu, baru berangkat dari Malaysia dengan menggunakan boat GT 6 menuju Tanjung Balai.

Jemudian berangkat menuju Medan menggunakan jalur darat. Para imigran tersebut dikenakan ongkos agen dari Malaysia sebesar US 900 $. Personel yang melompat ke rawa-rawa hutan yang diduga adalah tekong dan ABK Kapal tanpa nama tersebut.

Adapun kedelapan nama-nama Imigran asal Somalia tersebut Abdul Wahab Muh (23), Maulid Ali (20) Ahmed Abdullah (21) M.Abdalla (23), Samiya (20), Muse (20) Halimo (29) Mariam (59) dan satu TKW Ilegal asal Indonesia Kadijah (36)

Setelah diadakan pemeriksaan di Pos Kamla Bagan, tidak diketemukan barang berbahaya maupun barang terlarang lainnya. Selanjutnya diserahkan ke kantor imigrasi kota TanjungnBalai untuk dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut. (RJ)

No Response

Leave a reply ""

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.