by

“Pernyataan Sikap eSPeKaPe”

Draft Aksi Tuntutan Ganti Presdir DPPRencana : Hari Kamis, 27 Februari 2020, jam 10.00 WIB s/d selesai. Tempat Kantor Pertamina Pusat. Alamat Jl. Medan Merdeka Timur No. 1A Gambir, Jakarta Pusat.

Titik kumpul Jl. Perwira depan Masjid Istiqlal, depan pintu gerbang ke Kantor Dewan Komisaris Pertamina.Bahan materi : “Pernyataan Sikap eSPeKaPe”

Kami, Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) atas pertimbangan adanya permintaan dalam memperingati HUT Ke-19 eSPeKaPe pada 12 Februari 2020 di Gedong Joang 45 Jl. Menteng Raya No. 31 Jakarta Pusat yang harus kami jalankan sebagai amanat.

Dan berdasarkan hak setiap orang untuk hidup dalam kehidupan yang layak bagi kemanusiaan, yang dijamin oleh konstitusi negara.

Ijinkan kami dalam satu delegasi dan sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk menghadap Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang berkantor di Gedung Pertamina Pusat, yang saat kami masih aktif sebagai Karyawan Pertamina ikut serta membangunnya.

Perkenankan kami menyampaikan amanat dari peringatan HUT Ke-19 eSPeKaPe kepada Dirut Pertamina sebagai berikut :

1). Aspirasi Pensiunan Pertamina khususnya yang berhimpun di eSPeKaPe menyatakan secara jujur dan terbuka, bahwa sebagian besar dari populasi sekitar 65.000 pensiunan Pertamina pada realitanya masih banyak yang menerima uang manfaat pensiun (MP) pasti secara berkala setiap bulannya dibawah Rp. 1.000.000,- yang secara pasti tidak layak untuk hidup dalam kehidupannya pada sisa-sisa usia tuanya;

2). Aspirasi muncul secara spontan atas pertimbangan sejak bulan Maret 2016 sampai saat ini, ditengah-tengah tuntutan kebutuhan hidup yang terus meningkat dan seiring dengan daya beli yang terus merosot menuju ambang ketidakmampuan. Pada realitanya Dana Pensiun Pertamina (DPP) yang oleh perusahaan Pertamina didirikan untuk membayar uang MP pasti kepada pensiunan Pertamina sebagai peserta, selama hampir 4 tahun ini belum pernah ada kenaikan yang membuat penerimaan uang MP tetap terkunci pada nilai dibawah Rp. 1.000.000,- perbulannya;

3). Aspirasi muncul dari latarbelakang informasi yang terkonfirmasi akurat dari hasil membedah sifat eksklusif baik yang menjadi kebijakan Pengurus atau Direksi DPP maupun kebijakan ke 5 orang Dewan Pengawas yang juga ikut serta eksklusif padahal ada wakil dari unsur pensiunan Pertamina yang merupakan pimpinan organisasi Pensiunan Pertamina tanpa pernah ada giliran dengan pimpinan organisasi Pensiunan Pertamina yang ada diberi kesempatan untuk menjadi anggota Dewan Pengawas DPP, yang mestinya bersikap transparan dan menaruh rasa empati melihat banyaknya pensiunan Pertamina yang menerima uang MP pasti masih tetap dibawah Rp. 1.000.000,- perbulannya;

4). Aspirasi akurat yang menjadi sumber masalah terkonfirmasi karena sejak DPP ditinggalkan Presiden Direktur DPP M Helmi Kamal Lubis hasil fit and proper test dan yang mengundurkan diri dibulan Januari 2016 sebelum masabaktinya selesai, kemudian diganti tanpa fit and proper test 3 bulan kemudian atau di bulan Maret 2016, oleh Adrian Rusmana sebagai Presdir DPP yang baru dan memimpin DPP sampai saat ini. Persentase rasio kecukupan dana (RKD) Pertamina sebagai Pendiri DPP terus menurun yang saat ditinggalkan M Helmi Kamal Lubis berada di 94 persen bahkan di tahun 2015 mampu mencatat RKD sampai diatas 100 persen, pada tahun 2018 sesudah 2 tahun dibawah pimpinan Adian Rusmana, nyaris RKD berada diambang batas minimum yakni 87 persen;

5). Aspirasi akurat yang memperkuat menurunnya RKD dibawah Presdir Adrian Rusmana terkonfirmasi jika perusahaan Pertamina pemberi uang MP pasti untuk pensiunan Pertamina sebagai peserta dan berkewajiban untuk menjaga eksistensi DPP untuk terhindar dari “gagal bayar” dan atau wajib terjaga atas pembayaran uang MP untuk pensiunan Pertamina sebagai peserta pasti tanpa dikurangi hak-haknya pensiunan Pertamina sebagai peserta pasti penerima uang MP dari DPP. Dengan RKD berada di angka 87 persen, maka menjadi kewajiban perusahaan Pertamina sebagai Pendiri DPP untuk memberikan imbuhan iuran atau Top Up setiap tahunnya sejak Adrian Rusmana menjadi Presdir DPP. Jika tidak, dipastikan ancaman “gagal bayar” bisa terjadi. Tentunya citra Pertamina sebagai Pendiri DPP akan menjadi anjlok hanya dari akibat tidak lagi memberikan Top Up sebagai kewajiban Pertamina sesuai UU Dana Pensiun;

6). Aspirasi akurat juga terdukung oleh informasi yang terkonfirmasi jika aset yang menjadi harta dan kekayaan DPP saat tahun 2008 ketika Presdir DPP dijabat Torang M Napitupulu, konon sekitar Rp. 7 trilyun lebih dan saat RKD di era Torang M Napitupulu bisa mencapai angka 94 persen, Presdir DPP Torang M Napitupulu pernah menaikkan uang MP Rp. 50.000,- Saat tahun 2013 digantikan oleh M Helmi Kamal Lubis dan tahun 2015 RKD tembus diatas angka 100 persen, Presdir DPP M Helmi Kamal Lubis sempat menaikkan uang MP Rp. 300.000,- dan terkonfirmasi aset DPP juga ikut naik diatas Rp. 9 trilyun lebih. Sedangkan sejak bulan Maret 2016 sampai saat ini dimana RKD berada diambang batas minimum 87 persen dan perusahaan Pertamina selaku Pendiri DPP setiap tahunnya terus kuncurkan Top Up ratusan milyar rupiah, konon terkonfirmasi yang perlu dicari kebenarannya aset DPP tinggal kurang lebih Rp. 8 trilyun dan atau berkurang lebih dari Rp. 1 trilyun. Dan, berkurangnya aset DPP dibawah Presdir DPP Adrian Rusmana pastinya yang bertanggungjawab adalah Presdir DPP Adrian Rusmana sendiri sebagai pimpinan tertinggi di DPP;

7). Aspirasi akurat yang terakumulasi dan komprehensif yang mendekati kebenaran sehingga dengan RKD hanya di angka 87 persen, perusahaan Pertamina sebagai Pendiri DPP setiap tahunnya kucurkan Top Up, dan aset DPP tergerus hilang lebih dari Rp. 1 trilyun, mustahil ada kebijakan untuk menaikkan uang MP pasti kepada pensiunan Pertamina sebagai peserta pasti. Jauh panggang dari api, maka mau tidak mau, suka tidak suka, harus dicarikan solusinya yang benar, tepat dan bertanggungjawab. Sebab itu aspirasi Pensiunan Pertamina, khususnya yang berhimpun di eSPeKaPe, yang anggotanya diantaranya ada yang jadi pemulung di Jatinegara, jadi tukang sapu jalanan di Stasiun dan Pasar Senen, serta belakangan ini ada yang tuna wisma karena tidurnya di Terminal Tanjung Priok. Telah sepakat dalam satu suara bulat yang aspirasinya harus dan hanya disampaikan kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) selaku Pendiri DPP eks officio, yang perusahaannya secara rutin dan berkala melakukan kewajiban membayar iuran pasti termasuk pemberian Top Up untuk tidak terjadi “gagal bayar”. Adalah Direksi Pertamina yang paling bertanggungjawab maju mundurnya DPP, pejabat yang berwenang, berkewajiban dan berkompeten untuk menilai dan mengevaluasi kinerja Presdir DPP, siapa pun presdirnya. Terkecuali Presdir DPP M Helmi Kamal Lubis yang karena mempertahankan konsistensi kinerjanya yang terusik kemudian secara ksatria meskipun dipertahankan oleh Dirut Pertamina Karen Agustiawan sebagai Pendiri DPP eks officio saat itu, tetap memilih untuk mengundurkan diri demi menjaga marwah profesionalitasnya, bukan “dilengserkan” atau “dipecat”. Maka dipengujung aspirasi akurat ini, ijinkan kami menyampaikan amanat dari suara terbanyak Pensiunan Pertamina yang berpopulasi sekitar 65.000 orang, antara lain :

Pertama :
Ganti Adrian Rusmana segera, dengan penggantinya yang ahli investasi, bersih, transparan, profesional dan bertanggungjawab melalui fit and proper test serta sepenuhnya menjadi kekuasaan dan kebijakan Dirut Pertamina untuk mengeksekusi dan memutuskannya;

Kedua :
Di era demokrasi yang sudah menjadi pilihan bahkan konsensus bangsa, maka manifes sifat monopoli apalagi absolut yang tidak dijadikan spirit demokrasi, hendaknya untuk menjadi anggota Dewan Pengawas DPP dari unsur yang mewakili pensiunan Pertamina sebagai peserta, diberi kesempatan untuk pimpinan organisasi Pensiunan Pertamina yang lain untuk diberi kepercayaan sebagai anggota Dewan Pengawas DPP juga;

Ketiga :
Bagaimanapun dari suasana kebatinan demi menghormati dan menghargai sejarah Pertamina didirikan, biar kami menerima status Pensiunan Pertamina, bukan berarti kami ini dianggap laskar tak berguna. Pasalnya kami saat aktifnya juga turut serta merintis, membangun dan membesarkan Pertamina hingga menjadi perusahaan yang siap mendunia. Hal ini penting disampaikan karena terkonfirmasi jika pihak perusahaan Pertamina dalam memberikan kewajiban pelayanan kesehatan kepada pensiunan Pertamina dengan menggelontorkan dana yang sesuai aturannya itu, jangan hendaknya disebut “BANTUAN” tapi merupakan “KEWAJIBAN” yang hakiki untuk menghindari adanya dikhotomi status pekerja dengan pensiunan, yang sejatinya sama-sama merupakan keluarga besar Pertamina. Termasuk perlakuan diskriminatif yang sengaja atau tidak, secara langsung atau tidak, harus dibuang jauh dari mindset “ketidaksukaan” apalagi “kebencian” terhadap kami, Pensiunan Pertamina oleh siapapun atau pihak manapun.

Keempat :
Ijinkan kami dari eSPeKaPe yang saat HUT Satu Dasawarsa eSPeKaPe pada 10 Februari 2011 di Aula Gedung Kwarnas Pramuka Gambir dan mendapat sambutan tertulis Dirut Pertamina Karen Agustiawan menggulirkan statemen “Kawal Pertamina Harga Mati” dan menjadi komitmen eSPeKaPe sampai kapanpun. Contohnya untuk tema HUT Ke-19 eSPeKaPe kami angkat judul “Kawal Pertamina Menuju Energi Unggul Untuk Indonesia Maju”, merupakan bukti jika komitmen eSPeKaPe tetap dijalankan secara konsekuen dan konsisten. Frasa “Kawal” mohon dipahami secara positif karena spiritnya adalah optimis untuk Pertamina diharapkan menjadi National Oil Company (NOC) berkelas dunia. Sebagai konsekuensi logisnya dan sebatas kemampuan yang ada, eSPeKaPe senantiasa selalu siap berada di garda garis terdepan jika ada pihak yang ingin merusaj Pertamina baik dari eksternal maupun internal sekalipun, akan kami hadapi, kami lawan, dan akan kami usahakan untuk menghentikan, menghabiskan seperti jika masih ada “mafia migas” yang merongrong dari luar atau yang menggerogoti dari dalam perusahaan Pertamina sendiri.

Demikian panjang lebar aksi aspirasi ini dilakukan dengan penyampain pernyataan sikap yang jelas dan tegas, yang ditujukan hanya kepada Dirut Pertamina dan diharapkan hanya dijawab oleh Dirut Pertamina sendiri.

Semoga dengan seijin Tuhan YME serta ridho-Nya, aksi aspirasi dan pernyataan sikap ini terkabulkan. Amin

(ts/66)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed