by

KONVOI KELULUSAN KLATEN BERUJUNG ANARKI

KLATEN- Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Klaten bersamaan dengan pengumuman kelulusan siswa Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) , Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sederajat ternodai dengan aksi anarki puluhan siswa yang berjung anarkis dan perusakan sejumlah fasilitas umum. Aparat Polres Klaten masih menyelidiki dalang di balik kejadian ini.

Berdasarkan pantauan awak media aksi konvoi kelulusan siswa SMK terdengar mulai pukul 14.00 WIB disejumlah tempat. Disepanjang jalur Jogja-Solo para pelajar melakukan aksi anarkis dengan merusak beberapa warung, warnet,mobil dan sempat melukai seorang warga. Dari pengakuan warga, beberapa pelajar itu diketahui juga berasal dari Sleman, Yogyakarta.

” Para siswa sempat menendang pembatas jalan yang sedang diperbaiki, aspal yang baru diperbaiki juga dirusak. Tadi sempat ditegur pekerja bangunan jalan, tapi masih nekat,” ujar Wiwin, warga yang menyaksikan di Jalan Jogja-Solo, Desa Jetis, Kecamatan Klaten Selatan.

Di wilayah Kecamatan Kebonarum puluhan pelajar juga melakukan aksi anarkis dengan merusak sejumlah fasilitas umum seperti warung internet (Warnet), bengkel dan seorang warga mengalami luka akibat lemparan para siswa yang nekat tersebut.

“Warnet saya juga jadi sasaran para siswa yang konvoi itu, beebrapa orang sempat berhenti turun memecah kaca depan”, ungkap Saud, Pemilik warnet dukuh Melaran, Desa Nglinggi Klaten Selatan.

Mengetahi kejadian anarkis di beberapa tempat, Aparat Kepolisian langsung turun tangan, beebrapa korban yang terkena luka segera dilarikan ke Rumah Sakit Dr Suradji Tirtonegoro. Para siswa yang terlibat konvoi dan anarkis kemudian digelandang ke Mapolres Klaten untuk dilakkan identifikasi dan penyidikan untuk mengetahui motif , peran dan dalang dibalik aksi anarkis ini.

Wakapolres Klaten Kompol Hari Sutanto mengatakan sampai dengan petang ini (2/5) Kami belum mendapat laporan berapa jumlah korban, kerugian dan siswa yang terlibat dalam aksi ini.

“Kita masih mengintogerasi mereka untuk mengetahui, peran, motif dan dalang dibalik kejadian ini, diduga ada beebrapa pelajar dari wilayah Seleman yang masuk di Klaten, selain itu ada beebrapa siswa yang sudah lulus tahun sebelumnya namun ikut dalam aksi ini”,ujar Wakapolres.

Hari Sutanto mengungkapkan sebagai langkah antisipasi dari aksi ini Polres Klaten telah melakukan langkah antisipasi dengan menempatkan sejumlah petugas di wilayah perbatasan Klaten dan Sleman untuk megantisipasi masuknya peserta konvoi dari luar Klaten. (yt/fpii)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed