by

PEMKAB PASAMAN BANTU KORBAN BANJIR

PASAMAN-Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman melalui Kepala Bidang Tanaman  Pangan Anto, Kasi Produksi Benih  Asnil Inyiak dan Azwar dari Balai Pengawasan Sertifikasi Benih dari Bukit Tinggi, menyerahkan bantuan berupa benih padi dan benih jagung  kepada masyarakat korban banjir yang melanda daerah Jorong Kampung Nan VI Nagari Aia Manggis Kecamatan Lubuk Sikaping beberapa waktu yang lalu.
Dalam penyerahan benih bantuan tersebut selain masyarakat yang korban banjir, dihadiri juga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Daerah Kampung Nan VI Upik  Plt. Jorong Kampung Nan VI, Febri Edrianto dan lainnya.
Disampaikan, Kabid Tanaman Pangan Anto, menjelaskan bantuan bibit Padi ini merupakan kepedulian dari Pemerintah melalui Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat dan saudara kita di Jorong Kampung Nan VI  yang terkena musibah banjir yang melanda persawahan dan perkebunan mereka.
“Adapun bantuannya yaitu 2 hektar bantuan bibit Padi dan selebihnya bantuan bibit jagung. Nantinya, bibit ini akan disalurkan melalui jorong,” jelas Anto, Jumat (5/4).
“Selain itu dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban  serta bisa dimanfaatkan dan dipergunakan masyrakat  sebaik-sebaiknya,” diharap Kabid Anto.
Dalam pertemuan penyerahan bibit ini masyarakat berterima kasih telah dibantu, selain itu juga, masyarakat yang korban banjir tersebut berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Melalui Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum ( PU ) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) dapat memberikan bantuan berupa Kawat bronjong atau alat berat untuk menahan beberapa titik rawan banjir guna mengantisipasi akan terjadinya banjir susulan.
Aprimas ( 58 ), salah seorang korban banjir mengatakan adanya kejadian banjir tersebut masyarakat bergotong royong membuat penahan air tepi sungai dengan mengisi beberapa karung menggunakan batu kerekel agar air tidak mengenangi lahan persawahan dan perkebunan mereka.
Hal yang sama juga diutarakan Erma Wilis ( 55 ), mereka Gotong-Royong (Goro) dengan mengisi karumg dan batu kerekel. “Tapi indak batahan lamo, bilo hari hujan karuang nan kami pasang tangga lo baliak (Tapi tidak bertahan lama, disaat hujan karung hanyut dibawa derasnya arus sungai),” ucap ibu separoh baya ini dengan wajah letih dan lelah. (Icuk Rz).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed