by

Yudisium FE Unesa, Dekan Optimis Alumni FE Memenangi Tantangan Era Revolusi Industri 4.0

SURABAYA – Prosesi Yudisium Periode I FE Unesa Tahun 2020 digelar di Auditorium G2 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya. Suasana acara penuh kebahagiaan, semangat, dan optimisme.

Menurut Dekan FE Unesa, Anang Kistyanto menyampaikan, di hari yang penuh kebahagian ini, Pimpinan Fakultas Ekonomi Unesa menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kompetensi yang telah diraih Yudisiawan/Yudisiawati, sehingga layak dan memenuhi persyaratan menjadi seorang Ahli Madya Akuntansi, Sarjana Pendidikan Ekonomi, Sarjana Manajemen, Sarjana Akuntansi, dan Sarjana Ekonomi.

“Tentu capaian ini melalui perjuangan yang luar biasa. Segala permasalahan bisa anda selesaikan, segala kendala bisa anda lalui, segala ujian telah anda selesaikan, baik permasalahan/kendala/ujian akademik maupun non akademik (Seperti yang dikeluhkan korban Revolusi Industri 4.0 : masuk kuliah sudah, lulus kuliah susah, lulusnya jadi budak industri, atau kuliah iku ruwet, mbulet, larang banget, dst,” ucap Anang dalam sambutannya. Kamis, (27/2/2020).

Lanjut Anang, keberhasilan, capaian prestasi ini tentu bukan tahapan akhir dari perjalanan karir yudisiawan, tetapi justru starting point untuk menapaki tangga karir yudisiawan, apakah sebagai professional, entrepreneur, konsultan, ataupun profesi atau karir lainnya.

“Untuk itu teruslah melakukan pengembangan diri agar fortopolio CV Anda terus update dan upgrade sehingga tidak ada gap skill yang anda miliki dengan tuntutan pekerjaan atau karir walaupun terjadi pergantian zaman (Era Industri),” tutur Anang.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah Revolusi Industri 4.0, saat ini sudah tidak relevan kita perdebatkan, tetapi yang lebih relevan dan urgent adalah menghadapi segala implikasi dari revolusi industry 4.0.

Revolusi industry 4.0 ditandai dengan apa yang dikenal VUCA (Volatility, Uncertainity, Complexity, Ambiguity). Dalam bahasa sederhana Berubah-ubah (BB), Ketidakpastian (GP), rumit dan ruwet (RR), Ambigu atau tidak jelas (GJ) ini berimplikasi pada pergeseran skill yang dibutuhkan dunia kerja dan dunia usaha/bisnis.

“Skill baru yang dibutuhkan diantaranya yaitu adaptif pada perubahan, kolaborasi dan fleksibelitas, menyelesaiakan masalah ruwet (complex problem-solving), inovasi dan teknologi,” tambahnya.

Berbagai Survei memprediksi akan terjadi disrupsi pekerjaan sekitar 12.176 jenis pekerjaan sebagai dampak dari Revolusi Industri 4.0. Diantara jenis pekerjaan yang hilang yaitu dan auditor dan akuntan, general dan operation manager, administration manager, customer service, payroll, dll.
Namun anda tidak perlu galau, karena Revolusi Industri 4.0 juga menciptakan 19.623 jenis pekerjaan baru.

Jika memiliki skill yang dibutuhkan dunia kerja dan dunia bisnis tersebut, kalian tidak perlu galau, pesimis, ngloro, frustasi, insyallah kalian mampu memenangi tantangan era revolusi industri 4.0.

“Teruslah belajar, belajar, dan belajar. Belajar mengembangkan keterampilan beradaptasi pada perubahan, keterampilan kolaborasi dan fleksibelitas, keterampilan menyelesaikan masalah ruwet, serta keterampilan berinovasi dan penguasaan tekhnologi. Beberapa riset menunjukkan bahwa organisasi pembelajar mampu berdaya saing secara istiqomah,” pungkas Anang.

Hari ini Fakultas Ekonomi Unesa sebagai almamater kalian, ibu pengasuh yang telah memberikan ilmu kepada kalian, akan mengembalikan kepada orang tua kalian, sekaligus melepas anda ke masyarakat.

“Semoga kalian semua menjadi orang yang sukses dimanapun berkarir, rejekinya melimpah dan barokah, mendapatkan suami/istri dan anak yang soleh dan solehah. Namun disela-sela kesibukan kalian, jangan melupakan almamater yang telah membekali kompetensi kalian,” tegas Anang.

“Saya atas nama Pimpinan Fakultas Ekonomi Unesa menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak/ibu Dosen Penasehat Mahasiswa yang selama 4-7 tahun telah membimbing, menasehati mahasiswanya baik akademik maupun non akademik sehingga mahasiswa bapak ibu menyelesaikan studi Diploma dan Sarjana.

Semoga menjadi amal jariah Bapak Ibu Dosen Penasehat Mahasiswa. Aamiin. Demikian yang bisa saya sampaikan, mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan di hati bapak ibu dan para yudisiawan/wati,” tutup Anang.

Perlu diketahui, Yudisium I FE Unesa Tahun 2020 ini dihadiri Wakil Dekan selingkung FE Unesa, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Laboratorium, Ketua Program Studi selingkung FE Unesa, Kabag dan Kasubag selingkung FE Unesa, Dosen Pembing Mahasiswa (DPA), Alumni FE Unesa, Ronald Pratama Poetra, selaku Senior Officer (Asisten Manager) Wilayah Jatim Bank UOB dan Manager Band Cakras Project. (ari)

Foto : Yudisium Periode I FE Unesa Tahun 2020

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed