by

TEROR BOM DI KAMPUNG JAKARTA TIMUR SEMAKIN MEMBUKTI AKSI PERANG TERHADAP TERORIS

 
JAKARTA-Teror bom di Kampung Melayu Jakarta Timur semakin membuktikan bahwa aksi perang teroris terhadap Polri makin nyata. Untuk itu segenap anggota Polri diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan, terutama para polisi yang bertugas di lapangan.
Ketua Presidum Ind Police Watch (IPW), Neta S Pane, turut berduka atas serangan terhadap anggota Polri dan masyarakat itu. IPW mencatat pada Desember 2015 Mabes Polri pernah mengingatkan para kapolda dan kapolres agar meningkat kewaspadaan yang tinggi terhadap penjagaan markas komando maupun para personilnya terhadap serangan bom bunuh diri dari ransel maupun bom lempar (impact).
“Setelah peringatan itu sempat terjadi beberapa kali serangan terhadap kantor polisi maupun anggota polisi di jalanan. Namun korbannya tidak sebanyak dalam serangan teror bom di Kampung Melayu,” tuturnya.
Serangan teror di Kampung Melayu adalah serangan terbesar yang pernah dialami Polri dalam sejarah terorisme di Indonesia. Sebab ada 3 polisi tewas dan 5 polisi luka serta 5 warga luka dalam serangan teror di Kampung Melayu.
“Jika ada pihak pihak tertentu yang menuding bahwa peristiwa Kampung Melayu itu sebagai sebuah rekayasa untuk pencitraan, tudingan itu terlalu naif. Dari fakta di lapangan terlihat bahwa aksi itu adalah sebuah serangan teror yang khusus ditujukan kepada anggota Polri. Momentum yang digunakan teroris adalah rencana pawai obor menyambut Ramadhan dimana polisi berkumpul untuk menjaga keamanan dan kemudian diserang,” tukasnya.
Dari kasus Kampung Melayu terlihat bahwa para teroris semakin agresif dan nekat melakukan perang terbuka terhadap Polri. Bagaimana pun hal ini perlu diantisipasi Polri agar anggotanya tidak kembali menjadi bulan bulanan teroris. “Jaringan dan otak serangan ini  harus segera diungkap dan ditangkap. Sepertinya para pelaku bom bunuh diri itu juga “korban” karena bisa jadi bom itu diremot oleh aktor intelektual pelaku teroris,” jelasnya.
Lanjutnya, selain itu bukan mustahil bom Kampung Melayu merupakan bagian kecil dari serangan aksi teror global. Sebab sebelumnya juga terjadi aksi serangan teror bom di sejumlah negara. Hanya saja pelaku teror di Indonesia tergolong pengecut. Setelah melakukan serangan mereka “tidur” tanpa ada pernyataan atau tuntutan apa pun. Berbeda dengan beberapa serangan teror di negara lain, pihak penyerang langsung menyatakan bertanggung jawab.
” Akibat serangan “gelap” ini, setiap kali muncul aksi teror selalu muncul isu atau spekulasi bahwa aksi teror itu merupakan rekayasa untuk pencitraan. Ujung ujungnya berkembang polemik di kalangan anak bangsa, sementara para teroris terus beraksi dengan ganasnya. Untuk itu IPW berharap Polri tidak terpengaruh dengan polemik tsb dan terus bekerja keras memburu dan menangkap otak pelaku teror,” tukas Neta  S Pane.
 
Kemudian, Staff Khusus Keperesidenan, Jerry Lumelle, bagian pemantauan investor asing menyatakan duka cita yang mendalam untuk korban ledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Jerry Lumelle mengutuk keras teror bom yang terjadi pukul 21.15 Wib, Rabu, (24/5)
Menurut Jerry Lumelle, peledakan bom bunuh diri merupakan upaya untuk menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi situasi politik, ekonomi dan sosial di Indonesia. Kebhinekaan dan ketunggal Ika-an kita sebagai bangsa dan sebagai NKRI sedang diuji
“Saya meminta masyarakat untuk tidak panik dan selalu dapatkan informasi mengenai peristiwa ledakan bom di Kampung Melayu dari sumber-sumber resmi. Prinsip terorisme adalah membunuh orang untuk menyebarkan ketakutan kepada jutaan orang. Peneror ingin kita panik dan hidup dalam ketakutan,” tandas Jerry Lumelle.
Karena itu, Jerry Lumelle menghimbau agar masyarakat melakukan social campaign, sebar-luaskan informasi yang berkaitan dengan peristiwa ledakan teror bom bunuh diri di Kampung Melayu secara lebih positif dan tunjukan bahwa “Kita Tidak Takut”
Staf khusus keperesidenan ini ingin menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban dan kepolisian yang kehilangan tiga anggotanya akibat teror bom di Kampung Melayu.
“Saya juga memberikan  apresiasi atas reaksi cepat Polri dalam menangani aksi teror bom di Kampung Melayu kemarin, serta berharap aksi terorisme di Indonesia bisa dipatahkan hingga tuntas,” harap Jerry Lumelle, penggagas Hari Santri Nasional dan Ketua Panitia Persiapan Pembentukan Komnas Yatim Piatu Indonesia.
Jerry Lumelle juga mendukung pernyataan Presiden Jokowi sebelumnya bahwa negara, bangsa dan rakyat Indonesia tidak boleh takut, tidak boleh kalah oleh aksi teror dan masyarakat tetap harus tenang. (fpii/RJ)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed