GERAKAN GRASS ROAD AKAN LANJUTKAN PERJUANGAN PEMEKARAN PROPINSI TAPANULI -O TANO BATAK

JAKARTA-Pembentukan Propinsi Tapanuli O Tano Batak dalam waktu dekat ini akan ada gerakan grass rood dan berencana akan mendatangi Istana Merdeka, sekaligus akan berkonsultasi dengan Presiden RI Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, kemudian akan mempertanyakan hal ini kepada DPR dan lembaga terkait.
  Informasi ini disampaikan Aktifis Masyarakat Sumatera Utara, E. Rambe S.Sos di dampingi Sutan Erwin Sihombing SH MH dan Aktifis Mahasiswa,  Fernando Hutagalung SH di Jakarta, Sabtu (27/05).  Menurut mereka untuk pemekaran Propinsi Tapanuli – O  Tano Batak tersebut sudah harga mati, kalau tidak Opung-Opung dari Raja-Raja Batak bisa murka dan mengutuk bangsa ini, karena pembangunan di wilayah Tano Batak masih jauh dari keadilan jika dibandingkan daerah-daerah di tanah Pulau Jawa.
    “Dalam waktu dekat ini kita akan bergerak sesuai panggilan nurani dengan konsep percepatan pembangunan Tano Batak dan wilayah Tapanuli dalam bingkai pemekaran Propinsi Tapanuli O Tano Batak, jadi kami generasi terbaru dari Halak Batak meminta dukungan dan wejangan dari Opung-Opung orang Batak yang sudah sesepuh dan senior agar tidak salah melangkah” tukas E. Rambe.
Aktifis Masyarakat Provinsi Sumatera Utara, E. Rambe S.Sos bersama Sutan Erwin Sihombing SH MH, Ketua Perkumpulan Kamtibmas Indonesia (PKI) .

Aktifis Masyarakat Provinsi Sumatera Utara, E. Rambe S.Sos bersama Sutan Erwin Sihombing SH MH, Ketua Perkumpulan Kamtibmas Indonesia (PKI) .

Tentunya, sebutnya hal ini dikomunikasikan dan dikoordinasikan dulu dengan Presiden RI Joko Widodo serta Wapres Jusuf Kalla termasuk menteri terkait, khususnya dengan pihak DPR yang membidangi pemekaran, sehingga jelas apa kemauan dan komitmen mereka, kenapa selama ini tidak berjalan optimal dan apa kendalanya.
 Menurut E. Rambe atau yang dikenal dengan sebutan Raja Paluta, perjuangan pemekaran Propinsi Tapanuli O Tano Batak, karena selama ini menjadi bola liar dan belum fokus pada titik pergerakan serta perjuangan agar pembangunan dapat sesuai dengan perencanaan Nasional serta setara dengan Kab/Kota di Propinsi Sumatera Utara (Sumut).
“Jika melihat selama ini ada beberapa kelemahan yang timbul di lapangan, yakni masih tingginya ego para Tokoh-Tokoh daerah, khususnya di daerah Tapanuli, sehingga muncullah nama-nama propinsi baru dan semuanya memberikan usulan sendiri terhadap pemekaran kepada Pemerintah Pusat,” tuturnya.
    Lanjutnya, seperti munculnya nama Propinsi Tapanuli (Protap), Propinsi Pantai Barat, Tabagsel, Pulau Nias dan Sumatera Tenggara, tentu hal ini harus disatukan dan sinergi menjadi sebuah kekuatan, kemudian melangkah dengan satu tujuan untuk pembangunan dan kesejahteraaan rakyat.
 ” Kita melihat letak geografis propinsi Sumatera Utara dengan latar belakang serta history yang berbeda, jelas harus ada kajian strategies dan terkonsep agar daerah-daerah tertentu khususnya di wilayah Tapanuli O Tano Batak, baik tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota tidak tertinggal seperti daerah lainnya,” beber E.Rambe yang juga lulusan alumnus UIN Imam Bonjol-Padang.
  Jelasnya,  Pembentukan daerah di sepanjang pesisir barat Sumatera Utara memiliki seluruh potensi baik potensi budaya, potensi Alam yang luar biasa serta potensi SDM. Nama Tapanuli sebagai aspek geografis dan Batak sebagai aspek etnisitas telah lama dikenal di Republik ini, bahkan sejak Abad ke 16 telah memiliki hubungan khusus dengan benua Eropa seperti Jerman,  Roma dan lainnya,  Dari sebagian besar Keresidenan di Indonesia, Keresidenan Batak belum menjadi Propinsi.
Tapanuli memiliki rumpun Bahasa dan Aksara, sejumlah kekayaan bahasa turut serta memperkaya potensi Propinsi Tapanuli O Tano Batak ini. Tapanuli juga memiliki kawasan wisata dan eko wisata dengan Danau Tooba menjadi maskotnya, termasuk danau siais. “Potensi lainnya, yakni pertambangan seperti Tambang Emas di Tapsel, Tambang Emas di Madina, bahan baku gipsum dan pabrik keramik di Sipiongot-Paluta,” tukasnya.
Tidak itu saja, potensi Laut yang sangat luar biasa, mulai dari Pesisir Barat Sumut, yakni Nias, Sibolga, Natal, Tapsel dan termasuk Asahan dan Tanjung Balai. Termasuk potensi perkebunan Holtikultura, perkebunan Kelapa Sawit dan Karet.
 Di tempat yang sama, Sutan Erwin Sihombing sangat menyayangkan adanya dilema isu pemekaran seolah-olah menjadi komoditi politik dan dijadikan alat strategi bagi elit-elit politik guna mencapai tujuan partai, kelompok dan golongan  tertentu.
 “Kita sering mendengar, elite politik berorasi dan jika terpilih akan berjuang untuk pemekaran O – Tano Batak, baik itu oknum Kepala daerah seperti bupati, walikota, anggota legislatif tingkat daerah dan pusat juga oknum-oknum perwakilan daerah (DPD- RI) setelah sampai tujuan, mereka seakan-akan pikun atau benar-benar lupa ingatan”  tutur Sutan Erwin Sihombing yang juga Ketua Umum Ormas Perkumpulan Kamtibmas Indonesia ( PKI ).
Tidak dapat dipungkiri sejumlah daerah di Tapanuli masih banyak infrastrukturnya sangat memprihatinkan, khususnya pembangunan jalan baik yang statusnya jalan desa, kecamatan, kabupaten/kota maupun propinsi, seperti di Kabupaten Padang Lawas (Palas) Padang Lawas Utara (Paluta),  Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel) dan lainnya. ” Bahkan kita  tidak heran, jika masih banyak desa-desa yang belum dialiri listrik serta belum dapat dilalui  kenderaan mobil atau rods empat,” ungkapnya.
Tambahnya, kini semua elemen harus bersatu mewujudkan Propinsi Tapanuli – O Tano Batak dan mengenai tempat dan lokasi ibu kota propinsi, tentu pemerintahan pusat akan melakukan kajian strategies dan perlu diketahui untuk perjuangan mewujudkan Propinsi Tapanuli – OTano Batak ini sudah 20 tahun lebih dan sudah banyak energy dan korban yang  timbul, jadi saat ini harus bersatu dalam bingkai Ketertiban dan Keamanan di tengah-tengah masyarakat, sehingga gerak pembangunan bisa terkoordinir secara optimal kemudian kesejahteraaan masyarakat dapat meningkat drastis.
Aktifis Masyarakat Sumatera Utara, E. Rambe S.Sos, I bersama Aktifis Mahasiswa Sumut, Fernando Hutagalung SH

Aktifis Masyarakat Sumatera Utara, E. Rambe S.Sos, I bersama Aktifis Mahasiswa Sumut, Fernando Hutagalung SH

” Kami titip amanah masyarakat Tapanuli untuk Bang Luhut Binsar Panjaitan, Bang Yasona Laoly, Opung Rambe Kamaruzzaman, Bang Darwin Nasution, Bang Ruhut Sitompul, Bang Todung Mulya Lubis, Bang Daud Sihombing, Bang Feisal Tanjung, Bang Parlindungan Purba serta Tokoh Batak nasional lainnya, karena beliau kami nilai cukup strategis untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan hal ini dengan Presiden RI Joko Widodo beserta Wapres Jusuf Kalla dan termasuk dengan DPR,”  pungkasnya mengakhiri ( RJ )
No Response

Leave a reply "GERAKAN GRASS ROAD AKAN LANJUTKAN PERJUANGAN PEMEKARAN PROPINSI TAPANULI -O TANO BATAK"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.