by

Pandemic Covid-19 Dan Standpoint Akhir Zaman

Belakangan ini Dunia dikejutkan dengan adanya pandemic coronavirus diseases 2019, bukan hal baru memang pandemic ini, akan tetapi banyak sebelumnya juga wabah virus pandemic sebelum covid-19 menyebar dan menggemparkan dunia.

Banyak yang mengatakan bahwasanya Awal mula wabah pandemic ini berasal dari kota huwan, China, Namun tidak hanya dinegara china saja wabah ini menyebar dan menular secara cepat keberbagai negara pun terkena impactnya seperti negara Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia.

Maka tidak heran belakangan ini berbagai negarapun dihadapkan dengan problem social, ekonomi, politik maupun berbagai hal lainnya bahkan saling mencari solusi (Problem Solver). Demi mencegah penyebaran virus yang begitu cepat, masing-masing kepala negarapun tidak diam dengan melakukan antisipasi dan mengeluarkan kebijakan seperti lockdown, social distance, paychal distance dan sterilisation bahkan dengan menutup semua protokol yang begitu central dan vital.

Dampak virus Corona sebagai pengingat tentang kematian.

Bukan hanya itu saja, tetapi masing-masing negarapun mencari dan menerapkan berbagai solusi dengan mengkarantina negaranya, agar meminimalisir penyebaran pandemic Covid-19, Contohnya banyak beberapa negara melakukan full carantina wilayah dan lockdown, yang paling Central dan menjadi sorotan dalam pandemic ini adalah 5 negara teratas dengan tingkat kematian yang sangat tinggi dan cepat seperti: negara Italia, Spanyol, China, America dan prancis.

Dengan melihat data dari 5 negara yang paling tinggi tingkat kematiannya menurut worldometer yang dikutip dari media merdeka.com negara Italia sementara yang paling tertas dengan tingkat kasus 11.591, dengan jumlah infeksi sebanyak 101.739, Spanyol pertanggal 31/3 tingkat kematian 7.716, China yang menjadi negara pertama pandemic ini muncul berada di urutan ketiga dengan tingkat kematian 3.304 dan kasus infeksi 81.470 disusul oleh amerika diperingkat ke empat dengan tingkat kematian 3.148 infeksi 163.479 dan yang kelima negara Francis dengan tingkat kasus kematian 3.024 dan infeksi 44.550.

Maka ternyata virus ini membawa malapetaka dan kematian yang begitu cepat, selain itu virus ini menyerang tanpa melihat umur, tahta jabatan Dan sebagainya, tentu ini dijadikan sebagai pengingat dan muhasabah tentang datangnya kematian.

Sungguh dengan melihat tafsiran data perkembangan diatas, bahwa tingkat kematian dan penularan covid-19 menjadi dilema bagi setiap kepala negara dipaksa untuk mengeluarkan kebijakan masing-masing, dengan berharap bisa antisipasi maupun memberikan solusi (Problem solver) dengan tingkat pencegahannya untuk melindungi orang-orang dinegaranya.

Corona Tanda akhir zaman.

Sebuah stanpoind atau pandangan penulis, bahwa dunia bukan hanya dikejutkan dengan covid-19 yang menggemparkan dunia saja. Akan tetapi kita bisa melihat peristiwa dari sisi lainya bahwa berbagai solusi oleh masing-masing negara diterapkan seperti sterilisasi maupun menutup sebuah tempat-tempat keramain, tempat Ibadah, Mall, pariwisata dan lain-lain. demi mencegah dan memutuskan mata rantai pandemic covid-19.

Namun ada sisi lain yang menarik dan seksi untuk dibahas dalam narasi ini, tentunya semua berpikir kenapa coronavirus 2019 diseases disandingkan atau menjadi bahasan sebagai salah satu semakin dekatnya terjadinya akhir zaman, tentu jawabnya, tidak tahu, (Wallahu alam bissowab). Semua kejadian hanya atas kehendak Tuhan.

Bahkan wabah virus ini digadang-gadang sebagai tentara kecil tuhan yang membuat seluruh umat manusia diberikan pelajaran dan teguran agar kembali kepada jalan yang benar.

Saya mengutip sebuh tulisan dari “Sabara Nuruddin” seorang Peneliti Balai Litbang Agama Makassar. Beliau menuliskan bahkan memandang kejadian ini bukan hanya perihal masalah medis saja melainkan juga bisa disandingkan dengan teologis.

Pandemi corona hari ini, oleh sebagian agamawan menafsirkan, sebagai salah satu tanda akhir zaman. Di kelompok Kristen, ada yang meyakini corona sebagai pertanda kedatangan antikris, dan di sebagian kalangan Muslim corona dipandang sebagai konspirasi menjelang kedatangan Dajjal.

Di kalangan Hindu pun, ada yang menafsirkan wabah corona sebagai “avatar yang mengamuk”, sebuah inkarnasi Tuhan untuk menghukum manusia-manusia serakah. Konsep ”avatar mengamuk” ini mirip dengan narasi seorang ustaz, yang menyebut corona sebagai “tentara Allah”, yang diutus untuk menghukum musuh-musuh Allah.

Corona akhirnya tidak sekadar problem medis. Namun, bertransformasi menjadi diskursus teologis, khususnya teologi messianic. (Sabara nuruddin).

Tentu semua terheran-heran kenapa peristiwa wabah pandemic coronavirus diseases 2019 ini dikaitkan dengan semakin dekatnya akhir zaman.

Kita melihat contoh kecil dari sebuah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah arab Saudi untuk menutup sementara ka’bah dengan mensterilisasikan terlebih dahulu, ka’bah yang menjadi pusat tempat ibadah yang dikalangan orang Muslim sudah tidak asing lagi, dalam sebuh penelitian bahwasannya ka’bah menjadi pusat perputaran bumi (republika).

Tidak hanya itu ka’bah menjadi barometer dan tempat berkumpulnya orang-orang Muslim untuk beribadah, bahkan semua orangpun ingin menginjakan kaki dan beribadah ditempat yang nan suci itu, Maka benar Hari ini tidak ada yang beribadah di dekat ka’bah dan thowaf, karna pemerintah arab Saudi terlebih dahulu mensterilkan dan melarang untuk beribadah di tempat itu untuk menjaga pesatnya penyebaran covid-19, (Ka’bah).

Jika Mekkah begitu berarti sebagai induk dunia, maka yang membuatnya menjadi sangat penting adalah keberadaan ka’bah. Persoalannya sekarang adalah mengapa harus ka’bah? Sebuah pertanyaan yang selalu diinginkan jawabannya oleh setiap orang.

Makna ka’bah yang lainnya adalah secara spiritual ka’bah menjadi semacam pusat medan magnet dan titik fokus utama umat Islam dalam beribadah. Seperti layaknya planet-planet yang menujukan titik fokusnya pada matahari yang berada di tengah-tengah orbit dan bermilyar-milyar matahari menujukan titik fokusnya pada black hole, maka manusia pun menjadikan ka’bah sebagai kiblat dan sebagai titik fokus utama dalam beribadah.

Dalam orbitnya planet-planet tidak akan berputar secara melenceng dari garis orbitnya, kecuali dia ingin bertabrakan dengan planet lainnya dan hancur lebur. Maka manusia pun diharapkan juga begitu, berjalan sesuai dengan garis orbitnya. Sudah sewajarnya jika Ka’bah dijadikan sebagai patokan untuk berjalan sesuai orbit yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Sungguh bukan suatu kebetulan jika planet-planet dan orang berthawaf memiliki satu kesamaan, yakni berputar mengelilingi kiblatnya masing-masing dengan gerakan yang seragam berlawanan arah dengan detak jarum jam.

Makna spiritualnya, jika usia alam semesta semakin lama semakin habis maka sudah sepatutnya jika bekal kebajikan yang dibawa untuk hari akhir semakin lama semakin bertambah banyak. (Uismail.blogspot.com)

Sedangkan dalam nomenclature dan menurut para agamawan ka’bah juga diartikan sebagai “ummul quro” sebagai kota tua atau induknya kota-kota. Maka sudah tidak heran dan asing ka’bah yang berada di makkah juga menjadi pusat Ibadah dikalangan umat Islam.

Covid-19 sebagai sebuah jalan pengingat kematian.

Namun yang menarik buka hanya saja itu coronavirus bisa dijadikan sebagai lahan untuk berintropeksi diri tentang kematian, begitu penting menjaga kesehatan dan lingkungan, karna kematian pasti akan datang kepada setiap-tiap orang yang berjiwa atau bernyawa (Quran Surat Al-‘Ankabut Ayat 57) dalam teks mushaf al-quran pun sudah jelas bahwa manusia akan kembali.

Memang mengaitkan pandemic covid-19 dengan akhir zaman akan menggangu psikologis seseorang, akan tetapi ini merupakan sebuah asumsi penulis saja. tetapi mari kita semua menjadikan kejadian ini sebagai sebuah pembelajaran dan musibah bersama. Memang disaat-saat seperti ini maraknya dan cepat menularnya virus ini psikologi seseorang pasti terganggu dengan masa rentan sebuah peristiwa.

Dengan melihat fenomena lainnya, duniapun belakangan ini dikejutkan dengan penemuan dan penelitian dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN), bahwa dibulan April ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan yang biasanya umat Muslim itu melaksanakan puasa selama satu bulan.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) mendeteksi dan menemukan akan ada benda luar angkasa yaitu komet yang akan melintasi dekat bumi bahkan menurut badan antariksa bisa terlihat juga dengan mata telanjang, selain itu dibulan aprilpun akan ada lagi fenomena diluar angkasa yaitu hujan meteor dan asteroid seukuran pantai di amerika, yang akan melintas di dekat bumi namun entah kejadian ini akan membahayakan kehidupan di bumi atau tidak, sedangkan pihak badan antariksapun belum mengumumkan dan memastikan berbahanya bumi atau tidak atas kejadian tersebut.

Jika benar terjadi fenomena itu yang akan membahayakan kehidupan di bumi maka kita tarik pembahasan ini kedalam hadist arbain, “bahwa jika benar terjadi jatuhnya sebuah asteroid yang akan merusakan dan membahayakan kehidupan bumi maka itu benar peristiwa akhir zaman akan semakin dekat.

Tidak hanya itu kejadian suara jatuhnya astroid itu akan membangunkan orang-orang yang sedang tertidur dan semua orang akan berhamburan keluar begitu kuatnya suara dentuman jatuhnya suara itu, akan tetapi hadist inipun masih banyak pertentangan dan pendapat dikalangan para agamawa dengan melihat tingkat nasab haditsnya apakah soheh, hasan atau dhoif.

Tentunya jika sandingan hadist ini dengan fenomena sekarang yang begitu berlangsung maka selanjutnya akan terjadi huru-hara di muka bumi ini dan bahkan akan peperangan yang terjadi dimana-mana, banyak menumpahkan darah orang yang tidak berdosa.

Tentu dengan melihat sekarang ini banyak pemimpin-pemimpin diktator dan idiot demagog yang hanya mementikan diri sendiri dan kelompoknya masing-masih, maka tentu ini juga sebuah isyarat atau tanda bahwa akan ada pemimpin diakhir jaman yang diktator.

Dalam kepercayaan umat Islam itu ditandakannya Sebelum imam mahdi dibaiat Dan dipercaya akan memimpin dunia dengan penuh kemengan dan kedamaian dengan seadil-adilnya. Terlebih itu akan muncul juga makhluk bengis dan penuh tipu daya yaitu dajjal yang akan keluar, dalam sebuah kepercayaan umat Islam atau dalam kepercayaan yahudi adalah messies, yang menurut kepercayaan yahudi mereka percayai akan menyelamatkan.

Terlalu naif juga jika kita terlalu mendramalisir tentang fenomena ini, akan tetapi semua peristiwa sudah berjalan sesuai apa yang dinisbatkan dan diriwayatkan.

Menurut para agamawan Islam, Dajjal merupakan makhluk yang diberi kelebihan Dan kekuatan oleh tuhan untuk menipu dan fitnah umat manusia diakhir zaman.

Dajjal pun akan menggoda umat manusia dengan janji-janjinya yang palsu, sehingga manusia tergoda dan menjadi golongannya dan kajadian inipun yang paling ditakutkan yaitu fitnah dajjal, oleh umat Islam.

Sebuah hadis menceritakan, seorang sahabat datang kepada Nabi dan bertanya; “Ya Rasullah, kapankah hari kiamat itu akan terjadi?” Rasul menjawab; “Kenapa kamu bertanya tentang kapan hari kiamat itu terjadi? Mestinya kamu bertanya, apa yang kamu persiapkan untuk melalui hari pembalasan tersebut?”

Maka Rosulallah hanya memberikan sebuah isyarat maupun tanda-tanda Hari kiamat saja, tanda-tandanya diberitahukan kapan Hari kiamat itu Tiba, rosulpun berkata seandainya jika tanda-tanda itu sudah bermunculan maka masa kiamat tidak akan jauh lagi.

Tentunya dengan mensinkronisasi dengan berbagai tanda-tanda yang sudah bermunculan bahkan hampir semua tanda-tanda yang di isyaratkan dan diberikan oleh rasul sudah banyak muncul, maka amalan apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi Hari akhir itu, dimana dunia ini akan hancur dan musnah.

Maka dengan merasakan berbagai femonemena dan melihat pristiwa di kehidupan diakhir zaman ini tentu kita sebagai makhluk tidak mesti takut. Semua itu akan terjadi pastinya, tetapi kita semua belum tahu kapan terjadinya dan berlangsungnya. “wallahu alam bissowab”.

Sebagai refleksi sifat kritis

Tentunya kita menjadi sesorang yang kritis dan berfikir dalam kejadian dan fenomena belakangan ini yang berkembang, tentunya perlu mempunyai sifat kritisme untuk menbongkar dan menjawab sebuah texs dengan berbagai sumber observes dan penelitian, perlunya pengembngan idea ” Devlop a idea'” agar semakin tajam tingkat pemahaman.

Perlunya juga menjadi seorang kritisme menyandingkan sebuh asumsi dan one standpoint dengan data-data yang sudah ada dan dikumpulkan agar menjadi bahan malanjutkan pengembangan data.

Kata terakhir yang terpenting Mari kita saling meminta maaf dan memaafkan, meningkatkan ibadah, meningkatkan keimanan sesui dengan kepercayaan masing-masing. Mari sibukan diri dengan menambah amal kebaikan. Semoga kita semua diselamatkan dunia akhirat. Aamiin

Sebelumnya mohon maaf jika tulisan ini simpang siur, karna Penulis hanya bisa menyajikan data semampunya, jika ada koreksian dalam tulisan ini sangat terbuka dan diterima. Karna baik datangnya hanya dari tuhan Dan salah datangnya dari diri saya sendiri.

Terimakasih semoga bermanfaat.

Ahmad Nurheli,
Penulis adalah kader HMI komisariat STIE PPI dan mahasiswa lulusan STIE PPI.

Best regards

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed