by

BARESKRIM TAHAN ALFIAN TANJUNG

SURABAYA-Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri menahan Alfian Tanjung, Selasa dini hari (30/5) setelah memeriksa sejak Senin (29/5). 
 
Alfian ditahan buntut laporan Sudjatmiko, warga Surabaya, ke Bareskrim Polri. Yang dipermasalahkan  isi ceramah dalam kuliah subuh Alfian.
Materinya tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Partai Komunis China. Ceramah itu dilakukan di Masjid Mujahidin di Jalan Perak Barat, Surabaya, Jawa Timur. Belakangan ceramah yang dilakukan 26 Februari 2017 itu juga diunggah di YouTube sehingga dilaporkan ke Bareskrim pada 11 April lalu.
“Pelaku kita tahan karena memenuhi unsur tindak pidana menyebarkan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan dan atau diskriminasi ras dan etnis,” kata Direktur Tipidum Brigjen Herry Rudolf Nahak saat Redaksi, Selasa (30/5).
Alfian juga dijerat tuduhan orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras dan Golongan (SARA).
Ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 KUHP & Pasal 16 Jo. Pasal 4 huruf b angka 2 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi ras dan etnis dan Pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Sebelum ditahan Alfian sebenarnya datang diperiksa sebagai saksi terlapor. Ini merupakan pemeriksaan kali pertama sebagai saksi akan tetapi kemudian statusnya ditingkatkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.
Alfian juga sempat disomasi sejumlah pihak sebelumnya termasuk Kepala Staf Presiden Teten Masduki.
Yakni saat dia berceramah menyebut istana sebagai sarang PKI dan mengatakan sejumlah kader PKI setiap malam rapat di istana. (sumber dradiqu) 
 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed