by

MAHASISWA UPRI KAGET REKTOR DAN KETUA YAYASAN BAWA POLISI

MAKASSAR-Situasi kampus UPRI Makassar,  Antang mulai adem, mahasiswa kembali menjalankan proses perkuliahan bertepatan dengan bulan Suci Ramdhan.
Namun ketegangan itu memurut sejumlah mahasiswa kampus itu, Selasa  (30/5, sekitar Pukul  12:30 Wita, para mahasiswa dikagetkan dengan kelompok yayasan, Rektor dan polisi masuk dalam kampus, Jurusan Tehnik.
Kedatangan mereka, kata sejumlah mahasiswa menimbulkan ketersinggungan mahasiswa Teknik UPRI Makassar sehingga sempat terjadi ketegangan.
Sejumlah mahasiswa Teknik UPRI Antang, mengusir Halija Nur Tinri sebagai Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Karya Darma Pusat Makassar (YPTKD-PM) dan rektornya beserta polisi yang mengawal Rektor UPRI Makassar.
Ketika itu, Mahasiswa Teknik beranggapan ini bukan yayasan sah, karena yayasan yang berhak menaungi UPRI  itu Yayasan Perguruan Tinggi Karya Darma (YPTKD) dibawa komando Patri Abdullah selaku pendiri kampus.
Saat itupula Mahasiswa Tehnik  UPRI Antang, Zulfikar kembali mengajak melakukan konsilidasi dengan beberapa simpul lembaga Mahasiswa Teknik, dalam mengamankan fakultas teknik UPRI Makassar dari kelompok yang ingin menguasai fakultas yang cenderung akan menggantikan semua Struktural pejabat di fakultas teknik yang tidak sesuai dengan mekanisme yang ada.
“Mereka hanya bermodalkan wacana kampus ini milik orang tuanya. Sementara ini milik publik dan bahkan para pejabat yang ingin menggantikan struktural/pejabat lama di fakultas diduga bukan Alumni di duga hanya keluarga Ketua yayasan Ibu Halija Nurtinri,” ucap Zulfikar.
“Kami tidak terima itu, karena teknik sangat mengedepankan senioritas dan memang kampus UPRI memprioritaskan pemberdayaan Alumni yang ingin mengabdi,” tambah mahasiswa Fakultas Tehnik UPRI ini.
Sementara Ketua BEM Fakultas Tehnik UPRI, Ampang mengatakan, mahasiswa teknik sendiri ber pendapat selama Ketua Yayasan dan Rektor menguasai kampus jangan harap kampus akan berdiri kokoh, karena mereka tidak punya niat membangun UPRI dan diduga hanya ingin mencari pundi-pundi keuangan di kampus.
“Kalau begitu kenyataannya maka mahasiswa secara keseluruhan yang dikorbankan,” tegas ketua BEM Teknik UPRI Makassar, Ampang. (indotimenews)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed