by

WARGA BANTEN INGIN JUMPA DENGAN JOKOWI DAN MEGAWATI INGIN MENYAMPAIKAN RAHASIA NEGARA

Keterangan Gambar: Memakai Baju batik, Endang B Jata orang dekat Nimas Gambaran, bersama Aktifis Masyarakat, E. Rambe di Gerbang Kemensesneg RI beberapa waktu lalu.
Keterangan Gambar: Memakai Baju batik, Endang B Jata orang dekat Nimas Gambaran, bersama Aktifis Masyarakat, E. Rambe di Gerbang Kemensesneg RI beberapa waktu lalu.
TANGERANG-Warga Munjul, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Endang B Jata, mengaku ingin berjumpa dengan Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarno Putri, karena ingin menyerahkan rahasia penting negara termasuk tentang salinan dan naskah Pancasila.
“Saya sebelumnya, sudah mengirim surat ke Istana Presiden RI melalui Kemensesnegri  tujuannya untuk beraudience dan bersilaturrahmi dengan Ir. Joko Widodo, namun hingga kini belum ada jawaban, surat itu dari Forum Komunikasi Home Industri dan Pengrajin Tangerang Raya (FKHIPT) Provinsi Banten,” sebut Endang B Jata, Kamis (1/6)
Lanjutnya, dirinya ingin berjumpa dengan Presiden RI Joko Widodo dan Megawati Soekarno Putri, berkat perintah dari Ibuk Hj Imik Cadas Kiyai Mantiung Ujung Kulon atau disebut dengan ungkapan Nimas Gambaran, terkait sejumlah rahasia negara, khususnya mengenai hakikat pancasila sebagai dasar negara.
 
“Sebab ibuk Hj Imik Cadas Kiyai Mantiung ini dulunya, bendahara  Presiden RI Soekarno-Hatta, jadi banyak rahasia negara yang perlu disampaikan pada pemangku kepentingan di negara ini, saya tidak mencari nama dan uang, tapi saya hanya menyampaikan yang penting buat negara untuk keselamatan NKRI dan rakyat Indonesia,” jelas Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengrajin sepatu dan biasanya dipanggil Bachin.
Terangnya, setelah surat ke Presiden  RI Ir. Joko Widodo nanti renacana akan melayangkan surat  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-Perjuangan Megawati Soekarno Putri. Semoga mereka bisa menyisihkan waktu untuk bersilaturrahmi dan beraudience.
 “Saya hanya ingin menyampaikan amanah saja, saya akan beritahu bagi orang yang benar komit jika jiwa dan raganya siap dikorbankan untuk bangsa ini, kalau memang mereka tidak mau juga tidak apa-apa, pasti ada waktunya nanti, karena saya sangat cinta dengan bangsa kita ini,” tuturnya.
Dia berharap, supaya kekuatan monas tetap tegak, di bawah Burung  Garuda dan Pancasila, kemudian harus diamalkan dalam sendi-sendi sanubari setiap insan warga negara di Republik ini.
“Semoga bangsa semakin jaya, rakyat semakin sejahtera, saya Pancasila dan Saya Indonesia,” tutupnya mengakhiri. (RJ)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed