by

MAHASISWA DAN RELAWAN JOKOWI UNJUK RASA DI KEMEN LH RI

JAKARTA-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Rakyat Jambi-Jakarta (MPRJJ) dan Relawan Jokowi Aliansi Nasionalis Nahdliyin (ANN) berunjuk rasa di kantor Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Jakarta, Selasa (6/6). Mereka mendesak Kementerian LHK mengembalikan tanah warga Jambi yang diserobot perusahaan swasta nasional.
“Kembalikan hak warga Jambi, dalam hal ini Maskur Anang bin Kemas Anang Muhammad yang dizalimi. Penyerobotan tanah tersebut ilegal, apalagi Mahkamah Agung telah mengabulkan peninjauan kembali (PK) Maskur Anang,” ujar Koordinator MPRJJ Bovfendra Ramadhon dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (6/6).
Dikatakan, setelah berorasi sekitar 15 menit, perwakilan pengunjuk rasa diterima sejumlah pejabat di Kementerian LHK. Fendra mengungkapkan, telah terjadi penyerobotan lahan dengan menyalahgunakan SK Menteri Kehutanan Nomor 1198/Menhut-IV/1997 tertanggal 7 Oktober 1997. Surat tersebut dimanipulasi menjadi SK Nomor 277/Menhut-II/2004. Kemudian, pada 2 Agustus 2004 surat tersebut dimanipulasi kembali menjadi SK Nomor 346/Menhut-II/2004.
“Surat tersebut digunakan PT WS untuk menindas dan memfitnah Maskur Anang dan merampas tanahnya. Alhamdulillah, keadilan masih ada. Putusan Mahkamah Agung Nomor 34/PUU-IX/2013 menyatakan surat izin tersebut tidak sah. Putusan MA Nomor 21PK/Pid2015 menyatakan pidana atas Maskur Anang dicabut,” ujarnya.
Dikatakan, para mahasiswa menyayangkan sikap Kementerian LHK yang seakan tutup mata atas kasus itu. Sebab, ujarna, hak warga Jambi asli tersebut tidak dikembalikan. Para mahasiswa pun berharap, pemerintah segera mengembalikan tanah tersebut kepada yang berhak.
“Apalagi, ada dugaan gratifikasi ke pejabat sebesar Rp 15 miliar, sebagaimana yang pernah diakui pihak perusahaan,” ujarnya (DRADIQU)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed