by

DISHUT PROVINSI KALBAR DIMINTA AWASI SETIAP DOKUMEN KAYU DURIAN

MELAWI- Ketua DPC LP3K-RI Kabupaten Melawi Herry Harjono menegaskan terhadap masalah penangkapan kayu durian yang dialukan Jajaran Polsek Belimbing.
“Kalau memang kayu durian tersebut tidak jelas mengapa selama ini di biarkan, bahkan sudah ribuan truk yang di angkut menuju ke Pontianak, mengapa waktu penangkapan kayu durian tersebut bisa didiamkan, ada apa sebenarnya,” ujar dia.
Lanjutnya,   PP 85 yang dikeluarkan Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar, pengangkutan kayu durian dari Melawi ke Pontianak yaitu, memakai nota angkutan, deklarasi, sertifikat/skt yang diakui pihak BPN
“Mengapa harus memakai GANIS PHPL, sementara belangko GANIS PHPL tersebut dikenakan biaya mulai dari Rp 300 Ribu sampai dengan Rp 500 Ribu. Masyarakat yang mengerjakan kayu durian tersebut mengeluh kepada kami, niat mereka untuk mengerjakan kayu durian itu adalah untuk menolong masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan, karena mengingat perekonomian sekarang sangat terpuruk khususnya di Kabupaten Melawi,” jelas dia
Dirinya mengimbau, kepada Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar untuk mengawasi setiap dokumen-dokumen kayu durian yang keluar dari kabupaten Melawi menuju Pontianak.
“Dalam hal ini saya meminta kepada kapolres melawi untuk menindak lanjuti oknum anggota -anggota yang diduga ikut bermain dalam hal ini,” pungkasnya (pkpc/Viky)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed