HASIL SURVEI PASAR, STANDAR ZAKAT FITRAH DITETAPKAN

PASAMAN-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman H. Abdel Haq bersama pemerintah daerah, Polres, Kepala KUA, MUI, Baznas dan sejumlah tokoh Ormas Islam telah bermusyawarah menetapkan standar zakat fitrah tahun  di ruang kerjanya, Selasa (13/6).
kegiata itu dihadiri Bupati diwakili Sekretaris Daerah H. M. Saleh itu membahas dan memaparkan hasil pemantauan dan survey ke sejumlah pasar di Pasaman yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop Pasaman dan akhirnya menetapkan standar zakat fitrah baik berupa beras maupun dalam bentuk uang rupiah.
Kepada kontributor website, H Abdel Haq, Rabu (14/6) menyampaikan untuk standar zakat fitrah berupa beras, masing-masing satu orang membayar dengan takaran sepuluh tekong susu atau 3 1/3 liter atau sama besarnya dengan 2,74 kilogram.
Lalu dilanjutnya jika dalam bentuk uang ada tiga tingkatan yakni untuk beras kualitas super 37.500 rupiah per orang,  kualitas satu lokal ditetapkan 30 ribu rupiah per orang dan yang terakhir berkualitas tiga atau terendah disepakati 25 ribu rupiah per orang.
” Alhamdulillah, ini didasari hasil survey ke sejumlah pasar tradisional baik di Lubuk Sikaping dan kecamatan lainnya di Pasaman,”  terang Abdel Haq di ruang kerjanya.
 Abdel Haq menyampaikan zakat fitrah merupakan ibadah yang diwajibkan ain kan kepada umat Islam berkategori sanggup dalam hal ekonomi, karena dengan berzakat member manfaat salah satunya untuk membersihkan dan mensucikan diri sehingga semakin meningkat keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT.
Diterangkannya, Rasulullah Muhammad SAW telah memerintahkan sebagaimana dalam sabdanya mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor serta sebagai pemberian makanan untuk orang-orang miskin.
Zakat juga katanya sebagai simbol adanya kepedulian sosial, dimana diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Seperti di dalam firman Allah surat at taubah ayat 60 ditetapkan ada delapan asnaf atau golongan yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, untuk memerdekakan budak, orang yang berhutang, ibnu sabil, dan sabilillah.
 Beliau bersama Sekretaris daerah menegaskan dan mengingatkan agar masyarakat Islam dapat menunaikan zakat sesuai kategori beras yang dikonsumsi dan diserahkan langsung kepada amil atau Baznas Kabupaten Pasaman.
 Katanya, bagi orang yang sanggup tetapi tidak mau berzakat telah diperingatkan Allah akan menerima berbagai akibat diantaranya berdosa, termasuk golongan yang kufur nikmat, puasa kurang sempurna, seperti memakan hak orang lain dan terbentuknya sifat kikir atau bakhil serta egois juga rezekinya akan disempitkan. (By 78/Rz).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.