by

NAIF, JIKA REKONSILIASI DIANGGAP TAK PENTING DIBAHAS

BOGOR-Substansi seruan rekonsiliasi maupun langkah pahit revolusi, seperti dikumandangkan Habib Rizieq dan sejumlah tokoh nasional belakangan ini, disebut Presidium Alumni 212, Ustadz Sambo, substansinya sama yaitu ingin segera dihentikannya praktek-praktek kotor saling fitnah, hujat dan rekayasa politik.
“Muaranya sama, yaitu kita ingin stop fitnah, saling hujat, dan jangan adalagi rekayasa politik dan hukum kepada sesama anak bangsa, itu yang ingin kita wujudkan,” ujar Sambo saat diminta komentarnya terkait munculnya suara-suara yang menganggap seruan rekonsiliasi yang dikumandangkan Habib Rizieq belakangan ini, tak begitu penting.
Dikatakan Sambo, jika situasi nasional dipenuhi saling fitnah dan hujat satu sama lain, lalu rekayasa politik dan hukum dibiarkan terus berlangsung, bahkan dengan terang benderang melibatkan aparatur kekuasaan negara, maka konflik horisontal dan vertikal tak bisa dihindarkan.
“Kegaduhan akibat tiga bentuk praktek kotor saling fitnah, hujat dan rekayasa itu nyata terang benderang adanya, itu jelas-jelas membahayakan keutuhan bangsa. Naif jika mengatakan itu tidak ada, bahkan menyebut tak penting dibahas” sesal Sambo seraya menjelaskan bahwa adanya kriminalisasi dan diskriminasi terhadap ulama dan aktifis itu prakteknya dilakukan lewat tiga bentuk cara kotor tersebut.
Kerena itu, masih kata Sambo, pihaknya menunggu niat baik pemerintah habis lebaran ini untuk bersikap terkait seruan rekonsiliasi ini. Dia berharap pemerintah serius menyikapinya, sebelum semuanya terlambat.
“Ya kita tunggulah sikap pemerintah habis lebaran ini, mau pilih duduk bersama dialog rekonsiliasi bersama para ulama dan para tokoh bangsa, atau memilih sikap memperbesar kegaduhan ini, kita lihat saja” pungkasnya seraya mengatakan jika rekonsiliasi antara pemerintah, para ulama dan tokoh bangsa tidak juga jadi terwujud, itu berarti opsi revolusi adalah jalan terbaik menyelesaikan segala macam permasalahan bangsa yang sudah sangat kritis ini. (Red/globalnews)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed