by

PRES CONFERENCE TANGKAPAN NPP MELIBATKAN WNA DI BANDARA SOEKARNO HATTA

TANGERANG-Pers conference tentang tangkapan sejumlah kasus penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP)  dengan berbagai modus di Aula KPU BC Tipe C Area Cargo Bandara Soekarno Hatta, Rabu (21/6).
Penanggung Jawab, Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta,  Erwin Situmorang, kalau pihak Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Tipe C Soekarno-Hatta telah berhasil menggagalkan 38 upaya penyelundupan barang-barang ilegal, di antaranya NPP menjelang hari raya Idul Fitri yang akan jatuh beberapa hari lagi.
KPUBC Tipe C Soekarno-Hatta menggagalkan 2 upaya penyelundupan narkotika golongan 1 berupa pil Ekstasi dan Methamphetamine (shabu) yang dibawa  dua  Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Tiongkok dan Kenya.
Kemudian, 2 Kasus Penyelundupan Al, sembunyikan Shabu di tubuhnya, WN Tiongkok diamankan petugas.
Pihak, petugas KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta melakukan pemeriksaan terhadap seorang penumpang wanita warga negara Tiongkok berinisial JWY yang tiba dari Kuala Lumpur pada hari Rabu Tanggal 7 Juni 2017 malam di Terminal 2E Bandar Udara InternaSional SoekarnoHatta.
 Petugas melakukan pemeriksaan badan (body search) kepada penumpang tersebut dan ia kedapatan menyembunyikan 4 butir pil ekstasi di dalam sepatu yang ia kenakan dan 5 gram methamphetamine (shabu) di dalam pembalut yang dipakainya.
Tim kemudian melakukan koordinasr dengan Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan control/ed delivery.
Menurut pengakuan dari Tersangka JWY, ia membawa narkotika tersebut untuk diserahkan kepada seseorang berinisial LD alias K di sebuah klub hiburan di Area Jakarta Utara.
Dengan pengawalan dari tim gabungan, JWY diantar untuk menemui LD alias K di lokasi yang telah disepakati tersebut pada Kamis  8 Juni 2017 tim mengamankan LD alias K serta 2 orang lainnya berinisial FDD (perempuan, WN Tiongkok) dan CCY (laki-laki, WN Singapura).
Bersamaan dengan penangkapan ketiganya, turut diamankan barang bukti baru narkotika berupa bubuk ketam/ne dan 2 butir happy five.
Selanjutnya mengembangkan kasus ini dan bergerak melakukan penggeledahan di kediaman LD alias K dan FDD di apartemen yang juga berlokasi di Jakarta Utara.
Dari hasil penggeledahan menemukan barang bukti baru berupa ketami’ne yang dikemas dalam sebuah plastik dan 7 butir alprazolam milik LD alias K serta 2 butir happy five yang menurut pengakuan LD alias K merupakan milik teman sekamarnya.
 CYH (perempuan, WN Tiongkok), teman sekamar LD alias K tersebut pun akhirnya diamankan oleh tim saat baru saja tiba di lokasi penggeledahan.
Keenam tersangka tersebut dan seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Seterusnya, penyelundupan Shabu 1.210 Gram dalam Gagang Koper dari Nigeria.
Petugas KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta, Sabtub10 Juni 2017 malam, mendeteKSi adanya barang mencurigakan di dalam gagang koper milik seorang penumpang wanita beriniSial P (WN Kenya) yang datang dengan menggunakan pesawat Qatar Airways dari Doha di Terminal ZD Bandar Udara InternaSional Soekarno Hatta Total sebanyak 2 koper diperiksa petugas dengan disaksikan penumpang tersebut.
Dari hasil pemenksaan mendalam, petugas mendapati kristal putih yang merupakan nietmnphetammu (shabu) seberat 1220 gram, dibungkus dengan plastik dan selotip yang kemudian dilekatkan di dinding bagian dalam gagang koper.
Atas pengakuan tersangka, ia diminta seorang pengendali yang disebut “Frank” yang berada di Nigeria untuk membawa kedua koper ini ke sebuah hotel di Jakarta Pusat.
Tim kemudian berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan controlled delivery. Dengan pengawalan  tim gabungan, Minggu 11 Juni 2017 pagi P diantar menuju lokasi hotel yang telah disepakati untuk menunggu perintah selanjutnya dari pengendali.
Pengendali utama, Frank, menelepon P dan memerintahkan P untuk menghubungi agen persewaan apartemen bernama Rudi dan menyewa sebuah kamar di salah satu apartemen yang berlokasi di Jakarta Utara selama 3 minggu.
Setelah pindah ke apartemen tersebut, P kembali berkomunikasi dengan Frank dan dari hasil komunikasi tersebut P diminta untuk membeli 2  unit koper baru kemudian memindahkan baju-baju Frank yang dia bawa ke Indonesia ke dalamnya.
Selanjutnya, Frank memberi perintah kepada P untuk meninggalkan 2 koper yang berisi narkoba tersebut di dalam kamar apartemen, mengunci pintu, dan membawa kuncinya dan koper yang berisikan baju-baju Frank kembali ke Nigeria.
Menurut keterangan dari P, ia akan menemui seseorang lainnya di Nigeria dan menyerahkan kunci beserta koper tersebut kepadanya. Kemudian, orang tersebut akan datang ke Indonesia dengan membawa kunci apartemen dan melakukan pengedaran narkotika yang berasal dari dalam koper yang ditinggal di apartemen tersebut.
Sampai saat berita ini dirilis, kasus ini masih dalam penanganan lanjutan  pihak Polri. Alur kerja jaringan Nigeria ini tergolong baru yaitu dengan menjadikan kurir sebagai pengantar barang dan pemesan safe house jaringan untuk melancarkan aksi peredaran narkoba di indonesia.
 Kemudian untuk kepentingan pengedaran narkobanya, jaringan ini menggunakan orang Nigeria yang datang langsung dari Nigeria sebagai bandar pengedar dengan hanya membawa kunci apartemen (safe house) tanpa membawa narkoba ke indonesia.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp 10 Milyar ditambah 1/3 dalam hal barang bukti melebihi 1 kilogram. Dari barang bukti yang berhasil di tengah dalam operasi ini.
Soekarno Hatta menyelamatkan sebanyak sekitar  9.700 jiwa generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkoba,
Nama ke 2 WNA yang tertangkap Di BSH : WPW, asal India, no Paspor : A 1632509, kemudian JW, asal China, no Paspor : E 29460782.
 Hadir dalam giat tersebut,  Kepala Bea dan Cukai BSH Erwin Situmorang, Sekjen Granat Brigjen Pol (Purn) H. Ashar Soerjobroto MSI, Wakasat Narkoba Polres BSH AKP Pol Sinambela, kemudian pukul 14.51 Wib  Pers Conference selesai dilaksanakan dalam keadaan tertib dan lancar (rls/riyan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed