by

FSPKEP NILAI NEGARA BELUM HADIR UNTUK PELAUT INDONESIA

BAYUWANGI-Pelaut Indonesia merupakan salah satu aset negara yang patut untuk diperhatikan perlindungan dan kesejahteraannya. Tanpa itu, nonsens program pemerintah terkait wacana Indonesia menjadi negara poros maritim dunia dapat terwujud.
Hal tersebut diatas disampaikan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPKEP-KSPI), Sunandar, saat mengunjungi sekretariat Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Cabang Banyuwangi, Jawa Timur dalam  konsolidasi terkait wacana afiliasi PPI ke FSPKEP, Kamis (22/6).
Sunandar menggarisbawahi dari hasil pertemuan dengan pengurus PPI cabang Banyuwangi bahwa beberapa akar dari permasalahan pelaut meliputi teknis pengupahan yang belum jelas, jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan yang belum maksimal diterapkan, persoalan pemutusan hubungan kerja sepihak, hingga hak pesangon dan THR yang jarang didapat para pelaut.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi ketenagakerjaan pelaut khususnya di wilayah Banyuwangi ini. Begitu banyak kasus-kasus pelaut yang disampaikan oleh pengurus PPI Banyuwangi,” ujar Sunandar.
FSPKEP bersama-sama dengan PPI berkomitmen untuk memperjuangkan apa yang memang menjadi hak-hak pelaut demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (rls)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed