
JAKARTA-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono mengatakan, mudik merupakan momen kebahagiaan berkumpul bersama keluarga.
Untuk mewujudkan kenyamanan dan kelancaran mudik lebaran, kata dia, diperlukan tiga hal yakni sarana dan prasarana, regulasi yang memadai dan perilaku pengendara yang harus mematuhi regulasi yang sudah disepakati bersama apapun moda transportasinya.
“Kami dari Kementerian PU dan PR bertanggungjawab membangun sarana dan prasarana jalan dan jembatan, selanjutnya diperlukan rekayasa lalu lintas seperti menentukan jalur-jalur alternatif dan pemberlakuan sistem satu arah saat arus mudik dan arus balik. Kemudian, para pemudik juga perlu berperilaku baik selama di perjalanan dengan menaati peraturan dan rambu lalu lintas, menjaga kondisi diri dan kendaraan,” kata Basuki , Kamis (22/6).
Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto menyarankan kepada pemudik untuk tidak hanya mengandalkan jalan tol Trans Jawa sebagai jalur utama untuk pulang kampung.
Dia memastikan, pihaknya telah menyiapkan sebaik mungkin tiga jalur lainnya yaitu jalan pantai Utara (pantura) jalan lintas selatan serta jalan pantai selatan (Pansela).
“Kami harapkan para pemudik jangan egois, mari berbagi (jalan). Tidak mungkin Kementerian PU dan PR mendesain jalan khusus untuk kebutuhan lebaran, karena ini kan kejadian extraordinary,” kata Arie di Jakarta, Kamis.
Arie mengatakan, untuk pemudik yang menuju Semarang dan Surabaya disarankan menggunakan jalan tol dan jalan Pantura.
Menjelang mudik 2017, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga juga mengoperasikan fly over Klonengan dan memfungsionalkan tiga fly over yaitu Dermoleng, Kesambi dan Kretek pada jalur Pejagan menuju Pruruk Jateng. Keberadaan empat fly over tersebut krusial untuk mencegah terulangnya kejadian kepadatan tinggi setelah keluar dari pintu tol Brebes Timur, akibat persinggungan jalan raya dengan lalu lintas kereta api.
Pada arus mudik lebaran kali ini, Kementerian PUPR menggarap jalan tol Trans Jawa sepanjang 327 Km yang terbagi dari Brebes Timur-Gringsing (110 Km) dan Semarang-Surabaya (227 Km). Untuk jalan tol Brebes Timur-Gringsing kondisinya memang baru perkerasan awal(lean concrete) dengan tebal 10 cm dan lebar tujuh meter. (DRADIQU)