by

KAKAN KEMENAG ROHUL SAMPAIKAN FIQH RAMADHAN

AHMAD 20ROKAN HULU detikperistiwa.com – Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Ahmad Supardi Hasibuan, sampaikan fiqh Shiyam (hukum-hukum yang terkait dengan puasa Ramadhan) pada ceramah agama menjelang berbuka puasa pada Masjid Agung Madani Islamic Centre (MAMIC), Senin (6/6), kota Pasir Pengaraian.

Katanya, salah satu kewajiban bagi umat Islam yang akan melaksanbakan ibadah puasa Ramadhan adalah mengetahui ilmu-ilmu yang terkait dengan pelaksanaan ibadah puasa itu sendiri, sehingga dapat melaksanakannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memperoleh predikat tertinggi, yakni insane yang bertaqwa.

Di antara sekian banyak ilmu-ilmu yang terkait dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan, sebahagian diantaranya adalah : Pertama, mengetahui dan memahami Syarat Wajib Puasa, yang meliputi Islam, Baliq, Berakal, Kuat Berpuasa, Suci dari haid dan nifas dan Tidak sedang musafir.

Kedua, Syarat Shah Puasa : Yang meliputi Islam, Mumayyiz (bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik), khusus bagi perempuan Bersih dari haid dan nifas, Puasa pada hari-hari yang boleh berpuasa. Artinya tidak boleh berpuasa pada hari yang dilarang berpuasa, seperti puasa pada 1 Syawal, 10 Zulhijjah, 11, 12, 13 Zulhijjah.

Ketiga,  Rukun Puasa : yaitu Niat (berniat untuk melaksanakan ibadah puasa, boleh dilakukan setiap malam dan dapat dilakukan untuk keperluan puasa satu bulan langsung). Selanjutnya adalah Imsak atau menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan seksual suami isteri pada siang hari.

Keempat, Sunnat-Sunnat Puasa : Yang meliputi Ta’jil (bersegera berbuka puasa jika waktunya sudah masuk), Berbuka dengan yang lunak-lunak dan manis, Sholat Magrib terlebih dahulu baru makan, Melaksanakan Sholat Tarwih dan Witir di tempat yang disenangi, Mendengarkan Kulliah Ramadhan, Memperbanyak membaca Al-Qur’an, Memperbanyak Infaq dan Shodaqah dan Membayar Zakat, Melaksanakan makan sahur dan mengakhirkannya, dan memperbanyak doa.

Kelima, Yang Membatalkan Puasa : yang meliputi Makan/Minum dengan sengaja, Muntah dengan sengaja, Melakukan hubungan suami/istri di siang hari bulan ramadhan. (Kifarat: Puasa 2 bulan berturut-turut, Mendekatkan ibadah, Makan 60 orang), Datang haid dan nifas, Gila, Keluar air mani dengan sengaja. (Endar. R)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed