by

H Aang Yance Siap Buka Lagi Kasus Bongkar Brankas KPI Oleh Sekjen Budiase

JAKARTA-Pekan lalu seorang tokoh pelaut eks kapal Shell Tankers BV yang berpusat di Rotterdam Belanda, H. Aang Yance Wattimena, membawa seberkas data atas kasus pembobolan brankas organisasi KPI (Kesatuan Pelaut Indonesia) di kantor Pengurus Pusat (PP) KPI dijalan Cikini Raya No. 58AA-BB Menteng, Jakarta Pusat. Dan Yance menyerahkannya kepada Koordinator Lapangan Pelaut KPI Hasoloan Siregar (Solo), yang didampingi Jurubicara Teddy Syamsuri dan Atjeng Suhendar.

Aang Yance juga yang ikut Pelaut KPI sambangi kantor KPI Pusat Cikini pada hari Jum’at, 19 Juni lalu. Menyusul ikut menandatangani Testimoni Pelaut KPI 25 Juni 2020 dan Mosi Pelaut KPI yang akan dibacakan saat ketiga kalinya Pelaut KPI sambangi kantor KPI Pusat Cikini pada hari Jum’at, 17 Juli 2020 jam 14.00 WIB.

Aang Yance sebagai tokoh pelaut eks Shell Tankers saat PP KPI dinakhodai Capt. Iskandar B Ilahode tahun 2002, menerima surat mandat Ketua Umum PP KPI Capt. Iskandar B Ilahode untuk mengurus kasus pembobolan brankas organisasi KPI di kantor PP KPI Cikini tahun 2001. Pasalnya Aang Yance saat peristiwa pembobolan brankas organisasi KPI itu ada di tempat kejadian perkara (TKP), wajar jika Ketua Umum KPI Capt. Iskandar B Ilahode memberikan mandat kepada Aang Yance untuk menuntutnya.

Dengan demikian posisi Aang Yance adalah pelapor dan yang terlapor sesuai yang ada di berita acara pemeriksaan (BAP) di Polres Metro Jakarta Pusat saat masih beralamat di Jl. Kramat Raya adalah Ketua Umum KPI tandingan hasil Munaslub KPI tahun 2001, Hanafi Rustandi cs. Dan, dalam perkembangannya, kasus tersebut naik ke sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang saat itu beralamat di Jl. Gajah Mada.

Namun baru di persidangan perdana, suasana panas dan rusuh tak terekakkan. Para pengunjung sidang yang didominisasi pengikut Hanafi Rustandi dari Tanjung Priok melakukan interupsi yang sebenarnya dilarang. Akibat rusuh, Aang Yance yang hadir untuk didengar kesaksiannya, begitu keluar ruang sidang yang sudah bubar begitu saja akibat rusuh. Aang Yance sempat diperkusi, bersyukur dikawal oleh aparat Brimob mulai saat kehadirannya di sidang pembobolan brankas organisasi KPI.

Sampai saat ini dan sudah melewati 17 tahun lebih, dimana persidangan atas kasus itu belum ada kelanjutannya. Termasuk adanya suasana kebatinan didiri Aang Yance setelah Ketua Umum KPI periode 1997-2002, Capt. Iskandar B Ilahode almarhum, sekaligus sifat Ketua Umum KPI tandingan, Hanafi Rustandi hasil Munaslub KPI tahun 2001, terkenal suka hambur-hanburkan uang organisasi KPI. Upaya membuka kembali kasus pembobolan brankas organisasi KPI memang menjadi terganjal.

Brankas organisasi KPI yang berisi surat-surat berharga dan uang organisasi dari setoran kontribusi perusahaan berdasarkan CBA (Collective Bargaining Agreement) itu didongkrak pakai linggis oleh I Dewa Nyoman Budiase yang saat ini dari forum KLB (Kongres Luar Biasa) KPI tahun 2017 terpilih menjadi Sekjen rangkap Bendahara KPI, yang ditemani oleh oknum pengacara Hanafi Rustandi.

Hanafi Rustandi yang mantan Presiden KPI sejak Munaslub KPI tahun 2001 sampai jelang Kongres VIII KPI tahun 2014 atau selama 13 tahun, di tahun 2017 sudah almarhum. Meninggal di Jepang dan dikebumikan di Garut Jawa Barat, asal tanah kelahirannya.

Brankas organisasi KPI yang berisi surat-surat berharga termasuk sertifikat Gedung kantor KPI Pusat Cikini, termasuk sejumlah uang dolar Amerika Serikat (AS) berjumlah besar itu yang merupakan penerimaan setoran kontribusi dari pihak perusahaan. Sejatinya semua itu merupakan hasil jerih payah dan keringat para pelaut Indonesia yang bekerja di kapal-kapal asing di luar negeri, termasuk Aang Yance yang bekerja di kapal-kapal asing Shell Tankers.

Dengan demikian memang tanpapun ada mandat dari Ketua Umum KPI Capt. Iskandar B Ilahode almarhum, sebagai pelaut KPI yang berkontribusi, Aang Yance itu wajib menuntut kenapa brankas organisasi KPI dibobol oleh Budiase yang didampingi oknum pengacara?

Jadi, ini bukan urusan internal yang jadi diksi interupsi pengikut Hanafi Rustandi yang membuat sidang pengadilan bubar begitu saja karena sengaja dibuat rusuh. Budiase yang oleh Aang Yance dilihat jelas sebagai pelaku pembobolan brankas, memang merupakan pengikut setia almarhum Hanafi Rustandi.

Aang Yance selaku aktivis KAPPI Angkatan 66 yang masuk dalam pasukan khusus (Passus) KAPPI Angkatan 66, merasa tidak bisa kasus itu dibiarkan menguap begitu saja. Kegeraman jiwa dan semangatnya sebagai pelaut yang berhak menuntut pembobolan brankas organisasi KPI oleh Budiase, tidak redup dan bangkit ketika mendengar komunitas Pelaut KPI sedang bergerak untuk mereformasi kepengurusan PP KPI melalui forum Munaslub sebagai solusinya, Aang Yance langsung bergabung dan siap membuka kembali kasus pembobolan brankas organisasi KPI oleh Budiase. Tentunya setelah perjuangan fokus penyelamatan terhadap organisasi KPI terselesaikan sebagai misi perjuangan Pelaut KPI harga mati.

Jiwa dan semangat Aang Yance juga tersulut saat ikut Pelaut KPI sambangi kantor KPI Pusat Cikini pada 19 Juni 2020, dilantai dasar kantor KPI Pusat itu ada ruangan kantor dan papan nama Lembaga Hukum Prof. DR. Mathias Tambing, SH. MSi. yang namanya itu adalah Presiden KPI hasil KLB KPI tahun 2017.

“Ini kurang ajar namanya. Sertifikat gedung kantor KPI Pusat Cikini saja saat kasus pembobolan brankas organisasi KPI oleh Hanafi Rustandi cs. untuk barang bukti bisa masih ada disimpan di Polres Metro Jakarta Pusat dan bisa juga berada di otoritas Jaksa Penuntut (JPU) atau pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, belum diketahui dimana posisinya? Ini oleh Mathias Tambing apalagi saat ini berkuasa jadi Presiden KPI, sewenang-wenang menempatkan kantor lembaga hukumnya di gedung kantor KPI Pusat Cikini yang sebenarnya milik pelaut Indonesia, bukan milik Mathias Tambing, apalagi dia itu bukan pelaut. Saya minta kantor hukumnya angkat kaki dari gedung kantor KPI Pusat Cikini. Kantor KPI adalah Rumah Besar Pelaut Indonesia, bukan rumah Mathias Tambing dan kawan-kawannya”, pungkas Aang Yance, tokoh pelaut eks Shell Tankers yang sudah bergabung untuk berjuang bersama dan sama-sama mengemban misi perjuangan menyelamatkan organisasi KPI harga mati.

(TS66)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed