by

Hadapi Pandemi Covid-19, SDN 3 Ciuyah Terapkan KBM Dengan Sistem Kelompok

LEBAK-Dalam menghadapi ajaran baru tahun 2020/2021 di masa pandemi Covid-19, SDN 3 Ciuyah menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan sistem kelompok-kelompok di titik-titik perkampungan tempat tinggal siswa-siswi berada.

Kepala Sekolah SDN 3 Ciuyah Jamad Spd menerangkan, Kegiatan belajar mengajar dalam masa Covid-19 ini,memang kami juga merasa kesulitan,tapi kami tetap mencari cara agar anak tetap bisa belajar.

“Makanya tadi itu kumpulan undangan wali murid sosialisasi untuk pembelajaran tahun 2020/2021 di masa Covid-19 ini,” kata Kepsek Jamad kepada detikperistiwa.com, Senin (13/7/2020).

“Jadi kita mensosialisasikan kepada wali murid untuk bersiap-siap untuk membantu anaknya belajar di rumah,adapun belajar di rumah secara door to door satu persatu ke rumah masing-masing, tentu kita kesulitan juga,terutama untuk pendampingan atau tenaga pendidiknya,” ungkap Jamad.

Untuk menyikapi itu. “Jadi kami membentuk kelompok kelompok untuk mengajar di titik-titik tempat tinggal siswa itu secara berkelompok.
Jadi sistem pengajarannya disini guru yang datang atau mengunjunginya, terutama untuk siswa kelas satu yang baru masuk, itu yang harus berkumpul,” terang Kepsek Jamad.

Jamad Spd menjelaskan, bersama komite, paguyuban,wali murid dan guru-guru kita bermusyawarah, mencari cara supaya anak kita itu tetap bisa belajar walaupun tidak bisa dilaksanakan di sekolah.Dan sistem belajarnya juga harus ada daring dan luring,karena tahu sendiri SDN 3 Ciuyah kecamatan sajira kabupaten lebak provinsi banten ini, tidak semuanya paham tentang daring dan luring.

“Jadi ini salah satu cara atau teknik yang kami lakukan seperti membuat kelompok-kelompok tugas di tempat atau di titik-titik perkampungan tempat tinggal siswa-siswi itu,” tandasnya.

Kepsek Jamad saat ditanya pesan orang tua siswa ,pesan orang tua siswa tanggapannya baik dan siap untuk mengadakan tempatnya dan orang tua siswa juga mohon dibantu untuk kedepan seperti materi pelajaran atau dipinjamkan buku pelajaran.

“Harapan orang tua siswa itu sudah di programkan dan sudah disiapkan pihak sekolah,” kata Kepsek Jamad.

Lanjut Kepsek Jamad, Memang masih ada wali murid tidak paham atau mengerti,masih ada yang bingung,ini bagaimana anak kami belajar seperti ini.
Katanya disuruh sekolah juga susah,apalagi belajar di rumah masing-masing atau di tempat masing-masing,ini jadi kendala kita bersama jadi tolong ibu bapak guru lebih ekstra lagi mengawasi, kata orang tua murid pada Kepsek Jamad.

Kepsek Jamad juga sarankan dan minta bantuannya kepada wali murid mari kita bareng-bareng saja melaksanakan kegiatan belajar ini bersama sekolah,kita harus kerjasama seperti tim dengan wali murid sebab yang lebih tahu kondisi dirumah masing-masing kan orangtuanya.

“Walaupun menggunakan pembelajaran seperti ini, kita tetap mematuhi Protokol Kesehatan seperti yang diterapkan di sekolah yaitu harus cek suhu tubuh, cuci tangan pakai sabun, pakai masker dan tetap jaga jarak,” pungkas Kepsek Jamad.

(dul fik).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed