by

HAN 2020, KEMENTERIAN PPPA DAN KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK MENYERAHKAN BANTUAN SPESIFIK KEBUTUHAN DASAR ANAK DAN PEREMPUAN

Jakarta 13/07/20 : Untuk merangkai kegiatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2020, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama KOMNAS Perlindungan Anak Sabtu 11 Juli 2020 menyerahkan Bantuan Sosial Spesifik Kebutuhan Dasar Bagi Anak dan Perempuan dalam menghadapi Pandemi Covid 19.

100 paket bantuan Sosial Spesifik untuk kebutuhan dasar anak dan perempuan ini diserahkan secara simbolis kepada 100 anak-anak yang terpaksa bekerja menjadi pekerja pemulung, anak jalanan (the worst form of child labour) dan anak korban kekerasan dan perlakuan salah lainnya serta perempuan kehilangan perkerjaan di Kota Depok yang diorganisir Yayasan Sosial Karang Madya di Depok Sabtu 11 Juli 2020 oleh Sekretaris Menteri (Sekmen) mewakili Menteri PPPA-RI didampingi Deputy Partisipasi Masyarakat dan Deputy Perlindungan Anak Kemen PPPA dan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum KOMNAS Perlindungan Anak bersama Dhanang Sasongko dan Lia Katifah, Bayu Tedja Aji masing-masing sebagai Sekjen Komisioner dan Staff Komnas Perlindungan Anak

Sesmen Kemen PPPA menyampaikan pesan Menteri bahwa dalam rangka memperingati Hari Nasional 2020 yang jatuh pada 23 Juli 2020, pemberian bantuan sosial kepada anak dan perempuan dilakukan pada hari ini Sabtu 11 Juli 2020 serentak secara nasional.

Aksi Nasional ini sebagai bukti kehadiran negara dan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dan keluarga yang saat ini sedang menghadapi pandemi covid 19.

Bantuan spesifik untuk menjawab kebutuhan dasar anak dan perempuan dalam menghadapi pandemi covid 19 ini digalang berdasarkan kerjasama dunia usaha dan lembaga lembaga peduli anak dan perempuan di Indonesia.

“Sebagai tanggungjawab pemerintah untuk bersama-sama meringankan beban masyarakat ini diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan sosial berupa natura kebutuhan dasar dari anak dan perempuan”.

Lebih lanjut Sesmen PPPA menyampaikan pesan moral ibu Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menyampaikan pesan moral kepada anak dan perempuan di seluruh Indonesia tetaplah Teguh menjalankan protokol kesehatan covid 19 tas dan menjaga anak-anak agar senantiasa anak dapat terhindar dari serangan virus Corona dan memberikan layanan terbaik bagi anak-anak selama anak-anak dalam pengasuhan di rumah dan menghindari anak dari perlakuan salah.

Sementara itu Arist Merdeka Sirait dalam kata sambutannya dalam rangka memperingati hari anak nasional yang akan jatuh pada tanggal 23 juli menyampaikan pesan kepada anak diseluruh Indonesia agar menjadi Anak Indonesia yang Tangguh dalam melawan Covid 19.

Menjadi anak yang tangguh dan Teguh untuk melawan Cofid19 didukung oleh peran penuh para orang tua intuk mengajarkan kepada anak taat pada aturan-aturan atau protokol kesehatan cofid19 dengan cara mengajak anak-anak untuk menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan dengan cara mencuci tangan setiap dengan sabun, menjaga jarak dan tidak lupa ke manapun dan dalam situasi apapun tetap menggunakan masker. Karena dengan taat pada protokol kesehatan Cofid19 maka anak-anak terhindar dari serangan virus corona yang mematikan itu, ujar Arist.

Lebih lanjut Arist menyampaikan pesannya khusus kepada perempuan yang hadir pada acara itu untuk mendapatkan kekebalan tubuh dan ketahanan tubuh jangan lupa memberikan ASI kepada anak-anaknya selain makanan tambahan lainnya.

Mentaati semua aturan-aturan yang dikeluarkan oleh badan dunia kesehatan yakni protokol kesehatan covid 19 dan mengajarkan kepada anak.

Dan dalam rangka Hari anak Nasional 2020, Arist Merdeka Sirait selaku ketua Komnas Perlindungan Anak menyampaikan pesan moral anak marilah masyarajat dan keluarga menggunakan tema hari anak nasional “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” sebagai dasar komitmen kita mengajarkan kepada ana Indonesia melawan pandemi Covid 19.

Dalam menggapai cita-cita Indonesia maju maka anak mesti sehat, cerdas, cermat, teguh dan kuat serta mempunyai intelektual yang tinggi dan semangat nasionalisme tangguh, demikian pesan moral Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada seluruh anak Indonesia.

Pemberian bantuan sosial spesifik kebutuhan dasar anak dan perempuan ini diawali dan diakhiri dengan bermain “ice breacker” yang dipimpin oleh Lia Latifa salah seorang Komisioner Komnas Perlindungan Anak dan diselingi dengan pembagian hadiah bagi anak-anak yang dapat menjawab beberapa pertanyaan yang di ajukan Deputy Perlindungan Anak dan Deputy Partisipasi Masyarakat kepada anak-anak.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed