by

PULUHAN ORANG HADIRI SIDANG PLENO PERSELISIHAN HASIL PILBUB TOLIKORA

JAKARTA- Sidang Pleno lantai 2 Mahkamah Konstitusi RI Jl. M. Merdeka Barat No. 6, Gambir Jakarta Pusat, Kamis (6/7), Perkara Nomor Perkara : 14/PHP.BUP-XV/2017 Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Tolikara (PHPU Kab Tolikara) Tahun 2017.
Sidang kali ini digelar  Mahkamah Konstitusi RI dengan  Agenda sidang adalah Mendengarkan Laporan PSU KPU Provinsi Papua, KPU RI, Bawaslu Prov. Papua dan Bawaslu RI. Sidang itu  dihadiri pengunjung sekitar 50 orang.
Terpantau perangkat perrsidangan yakni Pleno Hakim , Anwar Usman, Prof Dr Maria Farida Indrati, Prof Dr Aswanto, Prof Dr Saldi Isra,  I Dewa Gede Palaguna, Suhartoyo, Wahiduddin Adam dan Manahan P Sitompul.
Kemudian, Panitera  Kasianur Sidauruk, Panitera Pengganti Achmad Edi,  Pemohon : Dr. (HC) John Tabo, S.E, MBA dan Barnabas Weya, S.Pd, Kuasa Pemohon : Dr. Anton Raharusun, S.H, M.H, Yance Salambauw, S.H, M.H, dkk.
Selanjutnya, termohon KPU Prov. Papua, pihak terkait Usman Genongga Wanimbo, S.E, M.Si. Dinus Wanimbo, S.H.
Hasil sidang, laporan PSU KPU Prov. Papua, Pasangan calon Bupati Tolikara nomor urut 1, Usman G Wanimbo berhasil unggul atau menjadi pemenang dengan meraih sebanyak 73.205 suara.
Sementara itu, paslon Bupati Tolikara nomor urut 3, John Tabo-Barnabas Weya hanya memperoleh 25.260 suara. Sedangkan, paslon Bupati Tolikara nomor urut 2, Amos Yikwa-Robeka Enembe hanya meraih 1.439 suara saja.
Terkait laporan PSU Bawaslu di dalam laporan di setiap Distrik sudah ada laporannya. Ada salah satu saksi di wilayah Distrik telah diusir Kepala Kampung. Semua pelanggaran sudah ditindaklanjuti dan sudah dituangkan di Fom Keberatan.
Hakim MK, menjelaskan, sidang berikutnya tinggal menunggu panggilan dari Panitera, apabila ada permasalah lagi nanti bisa menjadi pertimbangan-pertimbangan kembali.
Pleno selesai, pada pukul 14.35 Wib Sidang Pleno Perkara Nomor Perkara : 14/PHP.BUP-XV/2017 Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Tolikara (PHPU Kab Tolikara) Tahun 2017 dinyatakan selesai, dengan situasi dalam keadaan aman dan kondusif.
Adapun catatan dalam pleno itu, bahwa ada 18 Distrik yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) adalah Distrik Bewani, Biuk, Bokondini, Bokoneri, Bogenuk, Kanggime, Kembu, Kuari, Geya, Gilubandu, Goyage, Gundagi, Lianogoma, Nabunage, Nunggawi, Tagime, Umagi dan Telenggeme.
Kemudian, di antisipasi orang Papua pada sidang berikutnya membawa Tas maupun barang yang lainnya bermotif Bintang Kejora yang identik dengan logo Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Apabila menemukannya agara disita atau diamankan.
Sehubungan dengan hal diatas agar Sidang yang berikutnya dilakukan PAM dan di monitor  Kepolisian baik yang berseragam maupun yang tertutup dengan Pengamanan yang lebih banyak, sekitar 100 personil (anhar R)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed