by

Sengketa Tanah Katolik di Desa Darame Morotai, Ketua Pengadilan Negeri Tobelo Turun Sidang Lokasi

Morotai – Ketua Pengadilan Negeri Tobelo, Provinsi Maluku Utara kunjungi Morotai dalam rangka Sidang Lokasi SD Naskat Katholik yang berlokasi di Desa Darame Kecamatan Morotai Selatan. Jumat (24/7/2020)

Berdasarkan pantauan media, tepatnya di Lokasi SD Naskat Ketua Pengadilan Negeri Tobelo Martha Maitimu, S.H. membuka Sidang Lokasi terbuka untuk umum.

Setalah itu, Ketua Pengadilan menanyakan kepada Kuasa Hukum Gereja Katolik Hati Kudus Yesus (HKY) Daruba-Morotai Ignatius Pangulimang, S.H. “di mana kah letak dan luas tanah dari sebelah Utara ke Selatan”?

Ignatius menjawab, lebar lahan dari sebelah selatan ke utara sebesar 75 meter dengan letak mulai dari jalan raya sampai dengan Persekolahan GMIH.

Setelah itu Ketua Pengadilan memastikan dengan menarik meter pada lebar lahan tersebut dan hasilnya tepat dengan lebar lahan 75 meter.

Ketua Pengadilan kembali melanjutkan pengukuran panjang lahan dari sebelah barat ke sebelah timur dan meminta kuasa hukum untuk menjelaskannya.

Ignatius ketika itu menjelaskan, panjang lahan SD Naskat dari sebelah barat ke timur yakni panjang 90 meter berbatasan dengan Asrama Polres sampai dengan gedung bangsaha karena menurutnya panjang lahan tidak ditarik lurus. “Tapi ditarik sedikit agar serong/miring,” jelasnya

Selanjutnya Ketua Pengadilan menanyakan kepada kuasa hukum tergugat.”Apakah saudara keberatan?” Jawabnya tidak, namun menurut Kuasa Hukum Tergugat Fahri Lantu telak lahan tergugat mulai dari jalan raya sampai pada gedung sekolah SMP Kristen,” katanya.

“Untuk pembuktian nanti dipengadilan, jika semuanya sudah selesai maka sidang ini ditutup dan akan dilajutkan Tanggal 10 Agustus 2020, yakni Sidang Saksi, jadi diharapkan untuk membawa Saksi yaa,” terang Martha Ketua Pengadilan Negeri Tobelo

Data yang dikantongi media ini melalui Pimpinan Gereja Katolik Morotai Pastor Vincent Fernatyanan bahwa SD Naskad tersebut telah mengantongi Surat Penunjukan oleh Pemerintah Kecamatan dengan Agraria, maka Proses Pembangunan Sekolah pada tahun 1969.

“Sekolah itu dibuka mulai dari tahun 1971 sampai dengan tahun 1999, saat itu gedungnya masih sangat sederhana, awalnya masih pakai dinding bambu dan memiliki tiga ruangan,” tuturnya.

(Oje)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed