by

SOLUSI KONSTRUKTIF DINAMIKA SOSIAL KEKINIAN, BUPATI H SUKIMAN: TAHUN 2021 BUDAYA MELAYU AKAN DIJADIKAN PELAJARAN MUATAN LOKAL DI SEKOLAH

Keterangan Gambar: Bupati Rokan Hulu H Sukiman yang juga bergelar Datuk Setia Amanah Panglima Pusako di Dampingi Ketua TP PKK Rohul Bunda Hj Peni Herwati
Keterangan Gambar: Bupati Rokan Hulu H Sukiman yang juga bergelar Datuk Setia Amanah Panglima Pusako di Dampingi, Ketua Bunda PAUD Rohul Hj Peni Herwati

ROKAN HULU-Menyikapi dinamika kekinian peristiwa terhadap anak-kemanakan serta fenomenal sosial terhadap generasi muda, Bupati Rokan Hulu (Rohul) H Sukiman, menegaskan untuk tahun 2021 direncanakan, budaya Melayu akan dijadikan sebagai pelajaran muatan lokal di sekolah.

Hal itu, ditegaskan H Sukiman Orang Nomor 1 di Rohul ini, ketika menghadiri pengukuhan Mamak Suku Melayu Besar Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kuntodarusssalam Luhak Kuntodarussalam, Kabupaten Rohul belum lama ini.

Lanjutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, berefek pada dinamisasi yang begitu pesat dan drastis, sehingga terbentuk eksistensi kehidupan masyarakat, baik perkotaan ternasuk perdesaan, tentu implikasinya ada sisi positif dan negatif.

“Masyarakat desa, sebelumnya merupakan masyarakat homogen kini telah menjadi heterogen, keanekaragaman terjadi hampir pada seluruh sendi-sendi kehidupan,” jelas Bupati H Sukiman yang juga Mantan Dandim Inhil ini.

Bupati menguraikan, struktur masyarakat menjadi begitu kompleksitas, karena berbagai profesi dan kelompok sosial baru telah muncul sebagai tuntutan dunia moderen, hubungan-hubungan sosial dalam masyarakat sangat beragam, sehingga pergaulan warga masyarakat yang dulunya sempit dan terbatas, kini terbuka luas, maka tentu perlu pemikiran yang stategis inklusif.

“Kondisi dan dinamika kekinian, membuat kita semua harus semakin tangguh dan tanggap, karena hanya orang dan kelompok yang responsif, konstruktif dan akomodatif yang mampu mengurainya secara sitemik serta melintasi zaman itulah diperkirakan akan berhasil dan maju,” paparnya.

“Kita bersyukur, karena Melayu yang sudah ada sejak ribuan tahun itu, mewariskan kepada kita nilai-nilai kehidupan yang senantiasa selaras dan sejalan dengan kehendak zaman, nilai-nilai yang membuat kita semua dengan bangga dapat mengatakan, Takkan Melayu Hilang di Bumi,” paparnya.

Filosofi ini yang diwariskan Laksamana Besar Hang Tuah itu, lanjutnya, membuat Melayu memegang teguh prinsif hidupnya tumbuh bersama dalam kebersamaan. Adat Melayu, merupakan warisan budaya ada esensi regulatif secara turun-temurun sejak dahulu kala dalam masyarakat, kemudian jadi tata kehidupan yang harus dipatuhi.

“Sehingga seseorang disebut kurang adat, bermakna dia kurang sopan atau kurang adab, pepatah itu mentamsilkan, hidup dikandung adat mati dikandung tanah,” ulasnya.

“Untuk itu saya menyambut baik, pengukuhan Mamak Suku Melayu Besar Datuk Bandaharo Kelurahan Kotalama ini, sebagai salah satu bentuk dan usaha memperkuat eksistensi adat-istiadat Melayu di Negeri kita ini warisan leluhur kita secara turun temurun sejak dahulunya, namun kini mulai memudar,” katanya.

Besi Panas Jangan Dipegang
Kalau Dipegang Terbakar Nanti
Adat Melayu Janganlah Hilang
Agar Maju Negeri Kita Ini.

Bupati H Sukiman mengakui pada berbagai kunjungan kerjanya ke desa-desa, dia sering menyampaikan. “Salah satu yang mengalami penurunan sekarang ini etika dan moral, anak-anak dan remaja kita, mestinya yang tua dihormati, sama besar disegani dan yang kecil disayangi mulai pudar,” katanya.

Sementara itu, jika lihat tradisi milik adat Melayu, diasakan pada sifat sopan santun, lemah lembut, berbudi bahasa, bersih tutur kata dan berkepribadian tinggi, kemana dia pergi?, lantas apa karena pendidikan agama kita yang kurang?, pendidikan moral kita yang minim,?” tanya dia.

Kemudian, Bupati H Sukiman mendukung, untuk memberikan pengetahuan berupa muatan lokal, kepada anak-anak kita di sekolah. “Insha Allah akan kita rancang pada tahun 2021 mendatang, karena di antara materinya adalah tentang adat melayu itu sendiri, tentunya perlu peran serta datuk-datuk semuanya,” terang H Sukiman yang juga bergelar Datuk Setia Amanah Panglima Pusako.

Untuk itu momentum yang baik ini, Bupati H Sukiman menghimbau dan mengajak kepada semua bersama untuk bersatu padu bergandengan tangan, menegakkan dan memelihara adat melayu dengan tetap hidup harmonis dan kompak serta serasi dengan adat istiadat lainnya di Rohul yang brrjuluk Negeri Seribu Suluk ini supaya lebih maju di masa yang akan datang.

“Mari kita jaga adat dan budaya melayu ini, dengan adat yang bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan kitabullah,” tutupnya mengakhiri.

(PR/YY/adv)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed