by

Lurah Imas, Akan Data Ulang Pembayaran Pajak,  Tiap Tahun Dikroscek

LEBAK-Menyikapi permasalahan pajak di Kelurahan Muara Ciujung Timur (MCT) yang dikeluhkan wajib pajak, terkait banyaknya wajib pajak yang sudah membayar, tetapi kenyataannya dianggap menunggak pembayarannya.

Untuk itu, Lurah Kelurahan Muara Ciujung Timur (MCT) Imas Trisnawati di dampingi Seklur Mochamad Syafei dan Kasipem Madtuki saat ditemui detikperistiwa.com, di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2020), mengatakan, sebenarnya dia baru bertugas menjadi Lurah di Kelurahan Muara Ciujung Timur ini.

“Tetapi sudah dihadapkan dengan adanya masalah pajak, maka dari itu kami akan memanggil orang yang bersangkutan dan akan mengadakan breifing bersama Seklur dan staf-staf untuk membahas masalah pajak,” tegasnya.

Lsnjutnya, ini memang ada pajak yang belum disetorkan dari masyarakat dari tahun 2013 s/d 2019. “Makanya kami bersama Seklur, Para Kasi dan orang yang bersangkutan, kita akan tanya pajak dari tahun 2013, 2014, 2015, 2016 dan 2017 siapa yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

“Karena memang seharusnya ada teguran, karena setiap tahun harusnya ada kroscek terkait pembayaran pajak,” sambungnya.

Lanjut Imas, dari Kasipemkan ada yang di atasnya harusnya melakukan kroscek pajak setiap tahunnya. “Jadi kita akan tahu berapa persen yang sudah masuk dan berapa persen yang belum masuk,” tuturnya.

“Jadi tidak ada penumpukan yang sudah membayar disetorkan ke Bank sehingga masyarakat sudah membayar mengetahuinya,” imbuhnya.

Menyikapi masalah pajak ini, Lurah dan Seklur serta Kasi-Kasi yang lain akan mengadakan pendataan ulang, siapa saja yang belum membayar pajak dan yang sudah membayar pajak, siapa saja yang memegang uangnya dan uangnya kemana?

“Jadi dari tahun 2013 s/d 2019 kita akan gali informasinya,” tandas Lurah Imas Trisnawati.

“Kemudian kalaupun ada yang terpakai uangnya, siapa-siapa saja, karena orang itu harus mempertanggungjawabkan uang pajak yang sudah dibayarkan masyarakat, sehingga masyarakat akan lancar membayar pajaknya,” tegasnya.

Seharusnya memang setiap pembayaran pajak harus kita kroscek jangan sampai kebablasan, harus ada pengendali dari Kasipem atau Lurah. “Jadi tidak dibiarkan sehingga ada pembayaran pajak yang tidak disetorkan ke Bank, yang nilainya luar biasa, sehingga kami merasa kaget,” ujarnya.

Tetapi sebagai Kepala Kelurahan yang baru, akan menggali dan mencari tahu, siapa yang memakai atau yang meminjam, kemana saja dan siapa saja yang menggunakannya. “Kalau ada buktinya yang kuat, kita akan panggil orangnya agar secepatnya diselesaikan,” harapnya.

“Karena ini sangat merugikan masyarakat, jadi kita juga miris,maka dari itu kami bersama Seklur dan Kasipem yang baru akan mencari cara, bagaimana caranya supaya bukti-buktinya harus diadakan dan akan saya panggil orang yang bersangkutan dan apabila ada yang meminjam harus mengembalikan secepatnya,” tandasnya lagi.

“Mudah-mudahan bisa diselesaikan dengan baik, hingga masyarakat bisa bayar pajak dengan lancar.  Kita sudah memanggil NR salah satu staf kelurahan, karena dia yang memakainya dan berjanji akan mengembalikannya,”  katanya.

“Kita tinggal minta pertanggungjawaban NR, berapa saja uang pajak yang dipakai dan berapa jumlahnya, NR memang sudah siap untuk mengembalikan uang pajak tersebut walaupun memang waktunya tidak bisa ditentukan tapi minimal ada pertanggungjawabannya,” ungkapnya.

Lurah berharap, mudah-mudahan masalah pajak ini bisa beres. “Kemudian setiap tahun kita harus kroscek pembayaran pajak agar pembayaran pajak bisa lancar dan nanti bayar pajak langsung ke Bank,” pungkas Lurah Imas Trisnawati mengakhiri

 

(dul fik).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed