by

Dalam Semangat Mengisi Misi Menyelamatkan Organisasi Dengan Reformasi Kepengurusan dan Melalui Munaslub Secara Demokratis Harga Mati, Pelaut KPI Tetapkan Dua Agenda  Terukur

JAKARTA-Memang benar jika yang namanya perjuangan butuh pengorbanan, baik secara materi maupun spiritual. Hal ini disadari betul oleh komunitas Pelaut Indonesia Tangguh yang mengatasnamakan Pelaut KPI (Kesatuan Pelaut Indonesia). Dan karena itu diakui tidaklah mudah seperti mudahnya membalik telapak tangan.

Dalam kata sambutan Penasehat Pelaut KPI Binsar Effendi Hutabarat yang juga Ketua Umum KKB ’66 (Komunitas Keluarga Besar Angkatan 1966) dan Ketua Dewan Penasehat dan Pengawas Mabes Laskar Merah Putih (LMP) secara jelas menyarankan agar kita tetap pegang semangat pantang mundur serta gunakan kekuatan tiga “O”, yaitu Otak (idealis), Otot (fragmatis) dan Ongkos (logistik) yang mumpuni. Keberhasilan pastinya tinggal tunggu waktu dan tidak lepas atas ijin serta ridho Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab itu Penasehat Binsar Effendi memintanya, harus tetap optimis.

Demikian ini keterangan pers (1/8/2020) yang disampaikan oleh Koordinator Administrasi dan Hubungan Antar Lembaga Arifin Simbolon usai rapat terbatas pada hari Sabtu, 1 Agustus 2020, jam 14.00 WIB di Graha Markas Yake di Jl. Raya Jatinegara Timur No. 61-65 Jakarta Timur 13310.

Saran dan arahan Penasehat Pelaut KPI Binsar Effendi, tutur Arifin Simbolon dijadikan acuan rapat dan didapat kesimpulan yang menjadi ketetapan hasil rapat tersebut.

Tokoh pelaut eks Shell Tankers BV H. Aang Yance Wattimena dengan tegas mengharapkan jika reformasi kepengurusan KPI secara total dengan melalui forum Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) KPI harga mati yang digelar secara bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggungjawab. Bahkan H. Aang Yance Wattimena berdo’a agar yang akunya Presiden KPI Prof. DR. Mathias Tambing, SH. MSi. bisa masuk bui karena dugaan tindak perbuatan pidana yang secara bersama-sama Hanafi Rustandi (almarhum), I Nyoman Budiase (saat itu Ketua KPI Cabang Bali, saat ini menjabat Sekjen rangkap Bendahara KPI) dan seorang pengacara yang lupa namanya adalah pelaku yang membongkar brankas organisasi KPI tanpa sepengetahuan lebih dulu Capt. Iskandar B Ilahode yang tahun 2002 masih sah menjadi Ketua Umum KPI yang sah periode 1997-2002.

Sementara pelaut senior eks Holland America Lines (HAL) Herman Abimayu memberikan Laporan jika kabar atas perkembangan kasus perbuatan tidak menyenangkan dari oknum pengacara kantor hukum Mathias Tambing, menurut Koordinator Lapangan Pelaut KPI Hasoloan Siregar atau Solo, sudah ditingkatkan dan akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan. Itu setelah pihak Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa pelaku Hariman dan pimpinan lembaga hukum Mathias Tambing, yang juga menjabat Presiden KPI. Herman Abimayu meminta dido’akan agar kasusnya benar-benar bisa disidangkan.

Kembali menurut Arifin Simbolon jika agenda untuk datangi kantor KPI Pusat di Jl. Cikini Raya No. 58AA-BB cukup beberapa orang delegasi saja yang tujuannya mempertanyakan sekaligus minta klarifikasi atas dibukanya tiga lembar poster dan diturunkannya satu helai spanduk, yang dipasang Pelaut KPI dan dengan seijin Wakapolsek Metro Menteng Jakarta Pusat pada hari Jum’at, 17 Juli 2020 tapi pada pagi hari Sabtu, 18 Juli 2020, baik ketiga lembar poster dan satu helai spanduk sudah raib. Padahal saat selesai tempel poster dan gantung spanduk, Jurubicara Pelaut KPI Teddy Syamsuri sudah meminta pihak Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat bertanggungjawab jika besok-besok baik poster maupun spanduk itu raib.

Hanya saja pihak Polsek Menteng menjawab tak mungkin bisa tongkrongi kantor KPI, paling untuk tugas keliling untuk melihat suasana dilingkungan Cikini Center Building saja. Sehingga dapat disimpulkan jika yang raibnya poster dan spanduk tidak lepas dari tanggungjawab Pengurus Pusat (PP) KPI, dan itu yang akan dipertanyakan sekaligus meminta klarifikasi. Untuk itu, sebelumnya, pihak Pelaut KPI akan kirim surat perihal pemberitahuan kepada Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Kapolsek Metro Menteng Jakarta Pusat.

Berikutnya untuk agenda kedua disampaikan detailnya oleh Jurubicara Pelaut KPI Teddy Syamsuri, dan disepakati untuk menjadi ketetapan rapat terbatas tersebut.

Pada hari Senin, 3 Agustus 2020, pihak Pelaut KPI akan layangkan surat resmi kepada Dirjen Hubla Kemenhub Ir. Agus H Purnomo beralamat di Gedung Karya II Kemenhub di Jl. Medan Merdeka Barat No. 8 Jakarta Pusat 10110. Perihalnya adalah mohon audiensi dalam kapasitas Dirjen Hubla adalah Pembina KPI eks officio.

Isi surat terdapat tiga item, yakni pertama, Pelaut KPI mohon ijin jika akan datangi kantor KPI Pusat Cikini setiap waktu bahkan setiap hari kerja, sebab kantor KPI Pusat Cikini itu adalah Rumah Besar Pelaut Indonesia dan bukan tempat tumpangan kantor lembaga hukum yang juga miliknya Mathias Tambing yang menjabat Presiden KPI. Tentunya bergiliran, karena perlu setiap sahabat Pelaut KPI datangi gedung yang sejatinya adalah milik pelaut Indonesia.

Selanjutnya dalam isi surat mohon audiensi juga memohon kebijakan Ditjen Hubla dalam kapasitas sebagai Pembina KPI eks officio untuk berkenan memenuhi apa yang menjadi misi perjuangan Pelaut KPI dalam rangka untuk menyelamatkan organisasi KPI. Dengan mereformasi kepengurusan KPI secara total serta dengan melalui forum Munaslub secara demokratis harga mati. Dengan posisi Dirjen Hubla sebagai Pembina KPI eks officio yang juga berkewajiban menitahkan atau memerintahkan untuk organisasi KPI gelar Munaslub karena memang dalam suasana genting yang memaksa akibat dirusak habis secara terstruktur, sistematis dan masif oleh PP KPI sejak Munaslub KPI tahun 2001.

Menyusul kemudian dan apabila Dirjen Hubla dalam kapasitas sebagai Pembina KPI eks officio mengabaikan dan atau tidak memperhatikan permohonan audiensi pihak Pelaut KPI dalam waktu yang tidak bisa ditolerir lagi, maka sudah disepakati bersama dalam rapat terbatas untuk sambangi Gedung Kemenhub untuk gelar Aksi Keprihatinan atas ketidakperduliannya Dirjen Hubla Kemenhub terhadap permohonan Pelaut KPI yang mengemban misi menyelamatkan organisasi KPI untuk kepentingan agar KPI sebagai serikat pekerjanya profesi pelaut Indonesia diharapkan betul-betul kedepannya bisa memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta, meningkatkan kesejahteraan bagi pelaut dan keluarganya, sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (UU SP/SB).

Banyaknya kasus pelaut dari dijadikan obyek sandera teroris, pekerja perbudakan, pengupahan yang memiliki sertifikat IMO (International Maritime Organization) tapi gaji Antimo yang masih ada saja menerima gaji dibawah standar upah minimum regional (UMR), pelarungan mayat pelaut WNI yang abaikan prosedur kemanusiaan, sampai pada masih maraknya sertifikat pelaut palsu yang bisa terancam blacklist oleh IMO, adalah karena serikat pekerja profesi pelaut KPI yang diurus bukan oleh yang ahlinya bahkan bukan berstatus pelaut, maka jangan diharapkan adanya perbaikan apalagi kesejahteraan. Sebaliknya dan dipastikan akan terancam kehancuran.

Teddy Syamsuri selain dirinya sebagai Jurubicara Pelaut KPI, juga Sekretaris Dewan Pembina Seknas Jokowi DKI yang sejak Pilpres tahun 2014 berjuang all-out untuk kemenangan Jokowi-JK dan dalam Pilpres 2019 untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Merasa visi Presiden Jokowi periode pertamanya yaitu Poros Maritim Dunia bisa dianggap belum berhasil optimal, karena kurang didukung oleh sumber daya manusia (SDM) pelautnya untuk mewujudkan visi Poros Maritim Dunia tersebut, sehingga terdampak Program Tol Laut terkesan masih pada tataran retorika saja.

“Nah, saya sangat prihatin. Dan, salah satu dari penyebabnya bisa dikatakan tiada lain karena tidak bekerjanya serikat pekerja profesi pelaut KPI sesuai amanahnya. Kasihan juga, saya sama Pakde Jokowi. Karena sengkarut KPI yang oleh Pelaut KPI suarakan sejak tahun 2015 tak pernah didengar oleh pejabat Ditjen Hubla, malah dibiarkan, malah dicuekin. Kasihan Pak Presiden Jokowi, padahal beliau asli orang daratan,” pungkas Jurubicara Pelaut KPI Teddy Syamsuri menutup keterangan pers usai rapat terbatas komunitasnya.

(Ts66)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed