by

AMAK Unras, Kadisdikbud Diminta Mundur, Kasi Intel Kejari Palas: Kasus Itu Tahap Pemeriksaan

PADANG LAWAS-“Sudah 70 tahun lebih Indonesia merdeka, namun hari ini kenyataannya, kemerdekaan itu belum sepenuh nya kita rasakan dan kita nikmati, khususnya di Kabupaten Padang Lawas yang kita cintai ini, sungguh masih jauh dari apa yang diharapkan dan dicita-citakan oleh para pendiri bangsa dan tokoh-tokoh yang sudah berjuang untuk terwujudnya Kabupaten Padang Lawas yang baik,” tegas mahasiswa dalam penyampaiyannya di Depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Selasa (4/8/2020).

Dalam pantauan di lapangan aksi damai yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) disambut Staf Pegawai dari Disdikbud Sugeng yang mewakili Kadisdikbud, menyebutkan jika kadisnya dan Pimpinan Dana Bos tidak ada di tempat. “Mereka sedang keluar kota,” sebut Sugeng dihadapan para mahasiswa unjuk rasa.

Kemudian, usai mahasiswa dari Disrikbud Palas sekitar pukul 11.00 Wib para mahasiswa beranjak menuju Kantor Kejari Palas.

Dalam pemaparannya, tuntutan dalam aksi damai yang dilakukan AMAK Palas ini pemerintah seharusnya menjadi resolusi dan pengayom sebagaimana amanah itu diberikan.

“Pemerintah harusnya mampu bersinergi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada untuk berjalan nya suatu pemerintahan yang baik,” sorak mahasiswa.

“Kebijakan dan program harusnya berpihak kepada kesejahtraan masyarakat, bukan berpihak hanya untuk se kelompok pejabat semata. Namun sangat disayangkan hari ini kebijakan dan prokram pemerintah itu diduga disalahgunakan dan dijadikan sebagai ajang perbisnisan yang pada akhirnya tidak tersalurkan kepada masyarakat dengan sebaik mungkin,” beber pendemo.

Kemudian, dalam hal tuntutan AMAK Palas meminta kepada Kadisdikbud Palas untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya karena mereka menilai tidak pantas dan gagal dalam menjalankan tugasnya.

Mahasiswa juga meminta kepada Kejari Palas supaya mengusuttuntas dan transparansi terkait permasalahan dana bos di Disdikbud Tahun Anggaran 2019.

Mereka juga meminta kepada DPRD Palas yang membidanginya agar tidak menutup mata dan supaya melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Kami menduga pihak disdikbud melakukan intervensi atau tekanan untuk memonopoli seluruh kegiatan belanja sekolah penerima dana bos, khususnya di eks Kecamatan Barumun Tengah.

Di lapangan setelah usai AMAK menyampaikan tuntutannya di Halaman Kantor Kejari, ketika itu Kasi Intel, Hasudungan Parlindungan Sidauruk langsung menyambut para mahasiswa dan memberikan kesempatan kepada perwakilan mahasiswa untuk dilakukan diskusi di ruang Kejari terkait tuntutan yang disampaikan saat orasi

Usai perwakilan mahasiswa melakukan diskusi dengan pihak Kejari Palas para mahasiswa kalau sebut Kejari Palas melalui Kasi Intel, Hasudungan Parlindungan Sidauruk menyampaikan bahwasanya kasus tersebut dalam tahap pemeriksaan.

“Dimohon bersabar,” sebut Muhammad Isron Hasibuan menirukan keterangan Kasi Intel saat diskusi di ruangannya.

Kemudian, Koordinator Aksi, Muhammad Isron Hasibuan juga menyampaikan akan melanjutkan aksi damainya minggu depan ke Kantor Disdikbud Palas

(HS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed