by

Rawan Begal Sadis di Palembang, Humas Polda Sumsel : Polseknya Tidak Efektif

Palembang – Maraknya kasus pembegalan pengendara sepeda motor di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), cukup membuat resah masyarakat.

Bahkan, aksi begal sadis tersebut tak jarang membuat para korbannya meninggal dunia. Bahkan kendaraan korban pun, dibawa kabur oleh para pelaku.

Begal sadis juga dialami NV (28), warga Talang Jambe Sukarami Palembang. Korban tersebut dibegal oleh dua orang begal sadis, pada Senin (3/8/2020), sekitar pukul 01.30 Wib.

Bahkan NV nyaris meninggal dunia, karena salah satu pelaku menganiaya korban menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau ke arah tangan kanannya.

Kasus pembegalan ini, semakin menambah panjang rentetan pembegalan sadis di Kota Palembang. Hal ini turut menjadi perhatian Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi.

Menurutnya, maraknya tindak kejahatan di suatu wilayah, dalam hal ini kecamatan, merupakan indikasi tak efektifnya kinerja kepolisian sektor.

“Berarti Polseknya tidak efektif, tidak maksimal dalam bekerja,” ucapnya.

Kabid Humas Polda Sumsel menegaskan, jika pihaknya akan mengevaluasi jajaran kepolisian di Kota Palembang Sumsel.

Namun timnya akan mempelajari dulu, sejauh apa kinerja anggota kepolisiannya yang dinilai tidak maksimal dalam bekerja.

Maraknya korban begal akhir-akhir ini khususnya di wilayah Sukarami tersebut, juga mendapat perhatian khusus dari Kapolrestabes Palembang.

Tim Sat Reskrim dan Sat Sabhara Polrestabes Palembang pun, langsung membentuk tim baru untuk melakukan patroli bersama.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, timnya akan secepatnya mengungkap kasus begal di Palembang, khususnya di wilayah Sukarami Palembang.

“Jajaran Sat Reskrim bersama Tim Hunter Sat Sabhara Polrestabes Palembang, mulai hari ini patroli rutin. Terutama di setiap tempat-tempat yang dianggap rawan kejahatan,” ujarnya.

Dia juga mengimbau ke warga Palembang Sumsel, untuk tidak beraktivitas saat larut malam, tidak memakai perhiasan, tidak menggunakan tas selempang bagi perempuan dan hindari tempat-tempat yang dianggap rawan,
Ujarnya.

*Julihardi.iwi.Detik*

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed