by

Bupati H Sukiman : Adat Melayu Harus Dilestarikan, Tetap Hidup Di Masyarakat Diwariskan Pada Generasi Muda

ROKAN HULU  – Adat dan budaya Melayu di Rokan Hulu (Rohul) umumnya, Rambah Hilir khususnya, harus tetap dapat dilestarikan sebagai bentuk nilai yang harus diwariskan kepada anak cucu kita. Nilai itu ada berbentuk etika, sopan santun, tata krama, termasuk seni budaya dan sejarah daerah ini.

Demikian dikatakan Bupati  H Sukiman pada acara Peresmian Pengurus Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Kecamatan dan LAD (Lembaga Adat Desa) se Kecamatan Rambah Hilir, di Muara Rumbai, Kamis (6/8/2020).

Bupati H Sukiman  melanjutkan komitmen pemerintah Kabupaten Rohul  dalam melestarikan budaya melayu Rohul di antara budaya lainnya, adalah telah direncanakan pelaksanaan pembelajaran muatan lokal Budaya Melayu Riau Rokan Hulu, mulai tahun 2021 mendatang.

“Untuk itu salah satu unsur yang diharapkan berperan dalam hal ini adalah para datuk-datuk, pucuk suku dan pemangku adat lainnya, untuk tetap menajaga, melestarikan dan mewariskan adat dan budaya tersebut ke generasi muda dan anak cucu kita di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Kemudian menyangkut dengan aspirasi para datuk, yang di nyatakan sebagai “bisik tu buluih”, telah direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang yang meliputi rehab gedung LKA Rp 200 juta dan rehab Gedung Astaka 400 juta serta Jalan Astakanya.

Sebelum memberikan arahan, Bupati dengan memakai gelar adat Datuk Setia Amanah Panglimo Pukaso dan Pakaian adat kebesaran Melayu itu, menyaksikan pengukuhan sekaligus pelantikan Ketua LKA Kecamatan Rambah Hilir, dengan Ketuanya, H Agussalim Datuk Rajo Nun Ampu.

Sementara itu, Ketua Panitia Romi Juliandra SE, Datuk Bijak Bukato, menyampaikan kebanggaannya dalam giat ini, selanjutnya Ketua Panitia yang juga Kepala Desa Rambah Hilir, juga menyampaikan usulan atau aspirasi Pucuk dan Datuk Adat, kepada Bupati, yang meminta untuk  Rehab gedung LKA, gedung astaka dan jalan aspal astaka.

Selain itu, Ketua Panitia meminta Saling memperhatikan dan bersinergi antara Adat dan pemerintah di semua tingkatan dari Kabupaten sampai ke desa-desa.

Masih di tempat yang sama,  H Zulyadaini Dt Saudagar Rajo Kayo, Ketua DPH LAM Riau Rokan Hulu, menyampaikan, bahwa  pembentukan lembaga adat sampai ke tingkat Desa dalam rangka usaha mengembangkan adat di daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk.

“Sehingga etika moral dan tata krama serta nilai-nilai budaya melayu dapat dilaksanakan  di tengah-tengah masyarakat kita,” harapnya.

Untuk itu, disampaikan H Zulyadaini kerjasama lembaga kerapatan adat dengan Pemerintah dapat lebih baik lagi dan perhatian Pemerintah diharapkan tetap tinggi di masa yang akan datang. “Kemudian keberadaan lembaga adat semakin eksis dan Pucuk suku, Datuk adat serta pemangku adat lainnya semakin hidup harmonis di tengah tengah masyarakat kita,” pungkasnya.

Kegiatan dihadiri, Ketua DPH LAM Riau Rohul H Zulyadaini bergelar Datuk Saudagar Kayo, Kepala OPD, Camat Rambah Hilir, Kepala Desa se Rambah Hilir, Pucuk Suku, Datuk adat dan tokoh masyarakat Rambah Hilir.

*(hg/MC/Kominfo/adv)*

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed