by

Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro: Usaha Non Kayu Penting untuk Penguat Cash Flow BUMN Perhutani

Madiun – Untuk menjaga keberlangsungan nafas perusahaan dengan perubahan yang demikian cepat, Perhutani harus menitikberatkan pada sektor tanaman industri agro, sektor wisata dan sektor non kayu lainnya untuk dikembangkan sebagai solusi realistis dalam rangka menjawab ketersediaan cash flow perusahaan, kata Direktur Utama (Dirut) Perhutani Wahyu Kuncoro dalam kunjungan kerjanya di wilayah Rayon II Madiun, Jum’at (7/8/2020).

Menurut Wahyu Kuncoro, jika berharap dari core inti selama ini yakni kayu jati sebagai tumpuan utama pendapatan perusahaan akan dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk menuainya.

“Maka dari itu para Administratur harus dapat mengidentifikasi karakteristik wilayahnya dan berkreasi menggali potensi guna mencari terobosan sumber-sumber pendapatan baru yang masih ada di wilayah kerjanya,” ujarnya.

Dalam kunjungannya di wilayah kerja Perhutani KPH Saradan, Wahyu Kuncoro melihat langsung lokasi penanaman tebu di kawasan hutan petak 118a luas 18 hektar dan petak 123 luas 13 hektar diwilayah Resort Pemangkuan Hutan Teguhan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rejuno yang dikerjasamakan dengan PTPN XI dan masyarakat setempat melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P. 81 Tahun 2016 tentang Kerjasama Penggunaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan Untuk Mendukung Ketahanan Pangan.

”Kerjasama ini bisa berkontribusi kepada pemerintah dalam pemanfaatan lahan hutan yang selama ini belum dimanfaatkan dengan optimal. Harapannya dapat menguntungkan kedua belah pihak yaitu, PTPN XI bisa terpenuhi kapasitas bahan baku untuk produksinya dan Perhutani bisa sambil belajar berbisnis tebu sekaligus untuk meningkatkan pendapatan perusahaan,” katanya.

Lokasi lain yang menjadi tujuan kunjungannya adalah tempat Wana Wisata Srambang Park dikawasan hutan Perhutani KPH Lawu Ds. yang lokasinya berada di Desa Manyul, Kecamayan Girimulyo Kabupaten Ngawi dan industri pabrik minyak kayu putih di Sukun Ponorogo.

Usai melihat langsung kegiatan industri non kayu tersebut, ia yakin bahwa sektor industri non kayu akan mampu mendongkrak pendapatan perusahaan yang sangat signifikan.

“Mari belajar dari pengalaman masa lalu, kita bangun kembali industri Perhutani kedepan menjadi lebih baik. Kita kembangkan industri minyak kayu putih ini dengan mengkaji ulang perencanaannya dan kita hitung kembali secermat mungkin mengenai survey marketnya, persiapan on farmnya. Bikin pabriknya gampang, punya uang kita beli teknologinya,” ujarnya.

Wahyu Kuncoro selama kunjungan kerja tersebut diampingi oleh Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur Oman Suherman dan jajarannya. Wilayah yang menjadi tujuan kunjungan tersebut antara lain Perhutani KPH Madiun, KPH Saradan, KPH Lawu Ds. dan KPH Ngawi. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed