by

BUPATI BENNY LAOS DAN KETUA SATGAS NASIONAL DONI MUNARDO BAHAS PENANANGANAN COVID-19

Jakarta-Orang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia telah mecapai 5.765, Rabu (10/ 8/ 2020). Dalam waktu yang sama, di Maluku Utara tercatat 1.680 kasus positif, dan 56 orang (3,3 %) di antaranya meninggal.

Sejauh ini, Morotai belum mengkonfirmasi adanya kasus kematian akibat Covid-19. Ketua Satgas Nasional pun memberi sejumlah arahan strategis.

Rendahnya disiplin penerapan protokol kesehatan menjadi menjadi persoalan umum di Indonasia, tidak terkecuali Morotai. Masih banyak kalangan yang meremehkan pandemi mematikan ini. Banyak masyarakat terlanjut mempercayai hoax/ berita bohong terkait Covid-19.

Ketua Satgas Nasional Penanganan Covid-19 Doni Munardo dalam pertemuannya dengan Bupati Pulau Morotai memberi arahan bahwa, perkembangan situasi Covid-19 nasional berubah secara dinamis.

Maka diharapkan kepada kepala daerah mengambil langkah-langkah strategis, menekan kasus baru/ transmisi lokal di wilayah masing-masing. Kasatgas juga menyarankan pemisahan lokasi antara pasien Covid dan pasien non Covid.

Menyikapi rendahnya disiplin masyarakat, Kasatgas yang juga Kepala BNPB menginformasikan bahwa Peresiden telah menerbitkan Instruksi (Inpres) No. 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Jika mengacu pada Instruksi Presiden tersebut, maka kepala daerah wajib melakukan perlindungan kesehatan masyarakat melalui penegakan kedisiplinan pada perilaku masyarakat yang berisiko dalam penularan dan tertularnya Covid-19.

Bupati juga diminta memfasilitasi dalam deteksi dini dan penanganan kasus untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah administrasi. Inpres ini juga mendorong TNI/ Polri melakukan pembinaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan Covid-19.

Dalam pertemuan, Bupati Morotai Benny Laos juga melaporkan kebijakan penanganan Covid-19 yang sedang berjalan. Bahwa sejak kebijakan Lock Steril 24 Maret dan karantina pendatang selama 14 hari, jumlah kasus konfirmasi hingga 10/ 08/ 2020 sejumlah 79 jiwa. 60 Orang di antaranya sembuh. Semua kasus itu terkonfirmasi setelah berada dalam lokasi karantina. Sehingga tidak terjadi penularan (transmisi) lokal di Morotai.

Meskipun demikian, setelah empat bulan kebijakan ini berjalan, sebagian masyarakat merasa jenuh menunggu hasil tes Covid. Meski taruhannya nyawa pribadi dan orang lain, sebagian kalangan masih memilih meninggalkan masa isolasi secara ilegal. Ini tentu lebih berbahaya.

Oleh sebab itu, Bupati Morotai meminta bantuan alat tes PCR kepada Satgas Nasional, sebagai solusi menjawab kejenuhan masa karantina. Dengan tes PCR, semua pendatang akan dilakukan tes gratis. Dengan demikian, karantina hanya diberlakukan bagi mereka yang hasil swabnya positif. Sedang yang hasil negatif diwajibkan isolasi mandiri di bawah pengawasan Satgas Covid-19 Morotai.

Permintaan Bupati disetujui Kasatgas Nasional, Doni Munardo. Dalam minggu ini, alat tes PCR sudah bisa diambil sembari Kalaksa BPBD Morotai H Abjan Soyan melengkapi administrasi di bidang logistik Satgas Nasional.

Diharapkan dengan kehadiran alat ini dapat mempercepat pendeteksian dan penanganan covid sehingga mengurangi jumlah orang yang akan dikarantina secara siginifikan.

(oje)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed