by

DUGAAN KORUPSI BOS DAN PUNGLI DI SMP 2 LAMURU, PEMUDUA DAN MAHASISWA ANCAM DEMONTRASI

MAKASSAR-Dugaan korupsi penyalagunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Pungutan Liar (Pungli) di SMP 2 Lamuru, gabungan Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gerpak), mendesak penegak hukum mengusutnya.

“Puluhan mahasiswa dan pemuda Bone yang bergabung dalam Gerpaki akan menggelar aksi unjuk rasa sekaligus menyerahkan berkas hasil investigasi dugaan korupsi BOS dan Pungli kepada Murid SMP 2 Lamuru Desa Gaya Baru Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone,” kata Ketua Bidang Advokasi dan Pelaporan Gerpaki Sulsel Andi Taupan di Makassar, Kamis (12/8/2020).

Lanjut, Andi Hal itu diduga yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMP 2 Lamuru.

Aksi tersebut juga akan langsung dipimpin Jendral Lapangan Andi Taupan yang juga Putra Daerah Bone.

“Rencananya, kita akan melakukan aksi demostran di beberapa titik sentral peneggakan hukum di wilayah hukum Sulawesi Selatan pada Jumat 14 Agustus 2020,” imbuh Andi Taufan.

Lanjutnya, berdasarkan surat penyampaian yang diperoleh, demo itu akan dilakukan untuk menuntut agar beberapa kasus indikasi korupsi BOS dan maraknya Pungli di tubuh pemerintahan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone yang dinahkodai A Syamsiar.

“Sebagai Kepala Dinas pendidikan dengan sengaja tidak tegas untuk memberikan sanksi pemecatan maupun penertiban terhadap Umar sebagai Kepsek SMP 2 Lamuru Desa Gaya Baru Kecamatann Tellu Limpoe Kabupatenn Bone yang diduga kuat telah menyalugunakan jabatannya untuk meraut keuntungan pribadi (Korupsi) dengan memanfaatkan BOS dan diduga mempraktekkan Pungli,” ungkapnya.

“Berdasarkan temuan investigasi dan laporan masyarakat Desa Gaya Baru sebagai korban dari orang tua murid agar segera ditindak lanjuti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dan Kapolda Sulsel,” tegas Andi Taufan

Adapun rencananya, lanjutnya, titik aksi di mulai dari di depan kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan dan di Depan Kantor Kejati Dulsel di Jalan Urip Sumiharjo.

Andi Taupan mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi BOS dan Pungli yang dilakukan Kepsek SMP 2 Lamuru beserta bawahannya telah melenceng dari peran dan fungsi pemerintahan sebagai tenaga pendidik.

“Karena pasalnya adanya dugaan pemotongan beasiswa setiap bulannya yang dilakukan oknum stakeholder birokrasi SMP 2 Lamuru Desa Gaya Baru, belum lagi kuatnya dugaan Pungutan llLiar kepada murid yang berjumlah sekitar 168 orang dan untuk pembiayaan gaji security,” beber Andi Taufan lagi.

“Sehingga atas insident tersebut telah dinyatakan menabrak aturan perundang-undangan tentang pencegahan saber pungli yang sangat meresahkan dan merugikan banyak masyarakat yang diatur Peraturan Pemerintah (PP) No 87 tahun 2016 tentang pengawasan saber pungli,” imbuhnya.

Tambah Andi Taupan mengatakan bahwa aksi ini akan melakukan semata-mata agar penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus dugaan koropsi dan pungli tersebut dengan membawa grand isu “Copot, tangkap dan Adili Kepsek SMP 2 Lamuru” yang diduga menghabiskan uang negara dan merugikan masyarakat sebagai orang tua murid di SMP 2 Lamuru.

“Karena kami dari Geroaki secara tegas menolak segala bentuk korupsi menjadi bagian dari identitas kami sebagai equlaity before the law (semua manusia sama di mata hukum),” cetus Andi Taupan dengan nada keras mengakhiri.

(PR: Gerpaki)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed