by

SERAPAN APBD PASAMAN TERGOLONG RENDAH

PASAMAN- Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pasaman kondisi per 30 Juni 2017 secara keseluruhan masih tergolong rendah yakni, 23,73 persen. Sedangkan fisiknya 25,46 parsen dari besaran 1,069 triliun APBD Pasaman.

Rendahnya serapan APBD Pasaman 2017 ini, berdasarkan evaluasi Bagian Administrasi Pembangunan Setda Pasaman berpedoman kepada laporan yang disampaikan oleh masing-masing SOPD di daerah itu,

Kendati, serapan APBD Pasaman masih rendah di angka 23,73 persen. Pihak pemerintah daerah dalam hal ini Bagian Administrasi Pembangunan Setda Pasaman, menyatakan hal itu masih berada pada tingkat kewajaran.

‎”Realisasi APBD ini dengan persentase 23,73 tersebut adalah hitungan secara keseluruhan. Baik itu belanja rutin maupun tidak rutin, seperti pekerjaan pisik dan non pisik,” ujar Ferhadi Kepala Bagian Pembangunan Administrasi Setda Pasaman saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (13/7).

Kata Ferhadi, dari Rp.1.069.536.948.593, Jumlah dana APBD Kabupaten Pasaman 2017 ini, capaian realisasi keuangannya hingga per 30 Juni 2017 baru sebesar Rp253.801.958.102. Dengan parsentase 23,73 parsen, sedangkan fisiknya 25,46.

Dijelaskannya, untuk belanja tidak langsung (gaji) tahun 2017 total dananya sebesar Rp. 549.763.952.493, sementara realisasi keuangannya per 30 Juni 2017 baru mencapai Rp. 170.683.980.215 dengan parsentase 31,05 parsen dan fisik 31,83 parsen.

Kemudian, Belanja Langsung (kegiatan) tahun 2017 ini jumlah dananya sebesar Rp. 519.772.996.100, sedangkan realisasi keuangannya per 30 Juni 2017 kemarin baru mencapai Rp. 83.117.977.887 dengan parsentase 19,99 parsen, sedangkan untuk fisik baru mencapai 18,74 parsen.

“Saat ini, besaran serapan anggaran di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di daerah ini sudah hampir sama, karena rata-rata kegiatan fisik di instansi tersebut sudah mulai banyak yang jalan di masing-masing SOPD,” ungkapnya.‎

Disinggung apa penyebab masih rendahnya realisasi anggaran ini? Ferhadi menyebut banyak kemungkinan-kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Salah satunya perencanaan kegiatan di OPD yang agak terlambat.

Selain itu, pekerjaan fisik yang tengah dilakukan rekanan/kontraktor masih banyak yang belum melakukan pencairan anggaran/dana. Sehingga juga berdampak pada rendahnya realisasi anggaran.

Ferhadi menyakini, jika pencapaian seluruh pekerjaan pisik sudah terlaksana 60 persen maka sesaat penyerapan APBD bisa mencapai persentase diatas 50 parsen. Bahkan bisa 60-75 persen.

“Rata-rata pekerjaan dengan anggaran besar itu, biasanya baru melakukan pencairan saat pencapai pekerjaan 95 persen,” tandasnya.

Dia menambahkan, saat ini proses kegiatan lelang kegiatan di ULP Pasaman hanya tinggal sekitar 35 parsen lagi. Minimal, akhir bulan Agustus 2017 mendatang, seluruh kegiatan lelang sudah selesai secara keseluruhan. Sebab, kata Ferhadi jika proses lelang sudah lewat pada bulan Agustus, kapan lagi rekanan akan bekerja, ditambah lagi cuaca di daerah ini, dimana pada akhir tahun cendrung memasuki musim penghujan. ( RZ ).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed