by

PULUHAN MASSA OPINI ALUMNI 212 DATANGI KOMNAS HAM

JAKARTA- Penyampaian opini dari Alumni 212 Pimpinan Ustad Ansufri Idrus Sambo sebanyak 25 orang diterima Vigay dan Hafid Anggota Komisioner Komnasham, Jumat (14/7), di Kantor Komnas HAM Jalan Latuhari No 4 B Menteng Jakarta Pusat.

Penyampaian ppini antara lain Ustad Ansufri Idrus Sambo Presidium alumni 212 meminta diberikan rekomendasi yang akan bawa ke MPR/DPR lalu dilanjutkan Ke Mahkamah Konstitusi. Penerbitan perpu dari pemerintah untuk membubarkan organisasi sedangkan dalam penerbitan perpu itu dikeluarkan keadaan yang sangat genting.

Pengkriminalisasian ulama melalui perpu HTI merupakan korban pertama. “Mengadukan kasus Hermansyah agar dibentuk tim Independent karena itu merupakan teror, Polisi yang belum melaksanakan investigasi tapi sudah mengatakan tidak terkait dengan Kasus HRS,” tukasnya.

Pelanggaran HAM yang dilakukan kepada Muhamad Hidayat, karena mengadukan Putra presiden Kaesang pangarep malah dijadikan tersangka penyebar kebencian sehingga dirinya yang melapor malah dijadikan tersangka.

“Kami alumni 212 agar Hary Tanoe agar dibantu, karena dijadikan korban politisasi karena berbeda pendapat dengan partai pengusa, Buni Yani agar dibebaskan. karena Ahok sudah jadi tepidana. Agar Ahok segera dipindahkan ke LP cipinang,” tuturnya.

Lanjutnya, perihal penahan saudara Hardian Pratama dari Mabes Polri agar dimohon penangguhan penahanan kepada saudara Hardian karena yang bersangkutan menyandang disibilitas

Sementara, tanggapan dari perwakilan KOMNASHAM, Pers harus tetap menjadi pers Independent Rekomendasi dari Komnasham sudah selesai terkait permasalahan kriminalisasi Ustad dan tokoh tokoh

“Pekerjaan di Komnasham terkendala masalah administrasi dan ada beberapa perwakilan komisioner dari komnasham masih melaksanakan tugas di luar. Komnasham dalam menyelesaikan segala sesuatu kasus harua sesuai dengan prosedur agar jangan ada kesalahan prosedur karena itu merupakan syarat dari KOMNASHAM namun tidak dapat diserahkan karena belum ditanda tangani seluruh Komisioner KOMNASHAM ,” tukasnya.

Rekomendasi dari komnasham sama dengan yang dicita-citakan oleh alumni 212 yaitu proses untuk mencapai keadailan dengan cara menang tanpa merasa
Presidium 212 lebih menghargai Perdamaian dan tanpa kekerasan yaitu penyelesaian tanpa hukum pembalasan melainkan dengan hukum penyelesaian. “Komnasham sangat menolak perpu karena perpu itu dikeluarkan negara dalam keadaan darurat yang diawali atau pernyataan kepala negara, Apakah ormas sangat menghawatirkan sehingga perlu dikeluarkan Perpu.

Ditinjau dari semua sisi perpu tidak perlu dikeluarkan karena itu dapat dijadikan alat pemerintah sebagai pemukul organisasi oleh pemerintah. HTI dapat melakukan banding karena mempunyai pondasi hukum yang kuat dan dapat menggugat pemerintah. ” Untuk masalah yang lain” agar diproses oleh KOMNASHAM sesuai dengan prosudur,” ujarnya.

Perlakuan warga binaan oleh lembaga permasyarakatan tidak boleh ada perlakuan yang berbeda dari warga binaan lain serta tidak boleh ada diskriminasi. “Terhadap korban Hermansyah dan muhamad hidayat serta dendam politik terhadap Hary Tanoe akan segera kita laksanakan pengolahan dan proses sesuai dengan prosudur,” cetusnya.

Kasus Buni yani Komnasham dapat diajukan mitra peradilan agar diajukan sesuai prosedur Komnasham “Kami akan segera melayangkan surat untuk membantu saudara Hardian Pratama agar dapat dilakukan penangguhan penahanan,” bebernya.

Hasil pertemuan Alumni 212 dengan perwakilan komnasham antara lain rekomendasi dari Komnasham sudah selesai namun belum diserahkan karena belum semua anggota komisioner menandatangani.

Rekomendasi tersebut dikarenakan para anggota komisioner masih melaksanakan tugas diluar kota, hasil Rekomendasi akan selesai lebih kurang 1 minggu.

Perwakilan Komnasham secara pribadi menolak Perpu tentang pembubaran ormas. Hasil rekomendasi akan dibawa ke MPR/DPR selanjutnya akan dibawa ke Ma (anhar r)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed