by

Ketua Umum eSPeKaPe Minta Para Direksi PT Pertamina Bisa Intropeksi Secara Cerdas Atas Kritik Dan Saran

JAKARTA-Ketua Umum eSPeKaPe (Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina) Binsar Effendi Hutabarat, Kamis  (17/9/2020) meminta para direksi PT Pertamina (Persero) untuk bisa intropeksi secara cerdas atas kritik dan saran yang disampaikan oleh Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahja Purnama alias Ahok baru-baru ini yang membuat gaduh di ruang publik.

Jika mau jujur untuk kita yang beriman, sepertinya tidak ada yang salah Ahok sebagai Komut Pertamina dan dalam kapasitas selaku pengawas kinerja Pertamina. Apa yang diucapkan, tentunya ada dasar yang Ahok sudah melihat, mendengar atau membacanya. Dan mungkin tidak sebodoh itu Ahok berujar tanpa ada arah, sasaran, dan tujuan yang sifatnya untuk kebaikan bersama, yang diujungnya untuk kemajuan perusahaan.

Coba kita ingat, tutur Binsar Effendi Hutabarat, waktu Ahok masih duduk di DPR RI, hanya dia yang tidak terlibat dalam dugaan korupsi kasus e-KTP. Lalu saat jadi Gubernur DKI, tanpa APBD, Ahok berhasil membangun Simpang Susun Semanggi.

“Hal jika Ahok ngomong begitu keras dan terkesan vulgar, seperti saya jika ada hal yang benar wajib diungkapkan. Itu sudah karakter Ahok, mirip dengan karakter saya. Siapa yang bisa merubahnya? Pastinya dari diri Ahok sendiri, dari kesadarannya sendiri. Tapi karena ujarannya menurut saya benar, bukan bermuatan ujaran kebencian, kenapa disikapi berlebihan? Itu sangat kurang cerdas juga”, kata Binsar Effendi yang juga Ketua Umum KKB ’66 (Komunitas Keluarga Besar Angkatan 1966) serta Ketua Dewan Penasehat dan Pengawas Mabes Laskar Merah Putih (LMP) yang menyikapi blak-blakannya Ahok dengan enteng saja, tidak perlu diperuncing.

Menurut Ketua Umum eSPeKaPe ini, apakah ada keadilan jika pejabat komisaris di anak perusahaan Pertamina yang sudah berhenti lalu masih terima gaji dan gajinya luar biasa juga besarannya.

Kenapa bicara soal keadilan pada konteks menyikapi omongan Ahok yang viral itu? Pasalnya sebagian besar pensiunan yang berhimpun di eSPeKaPe masih banyak terima uang manfaat pensiun (MP) dibawah Rp. 1 juta perbulannya. Jika bicara alasan orang lama, status pensiunan sudah jelas orang lama yang pengabdian semasa aktifnya adalah sebagai stakeholders yang ikut serta merintis, membangun dan turut membesarkan Pertamina. Jadi untuk keadilan, ujaran Ahok itu kan benar adanya.

Lalu, ingat kasus mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan yang meskipun secara logika tidak menggunakan uang negara saat akuisisi di blok migas di Australia, toh hukum bicara lain dalam putusan pengadilannya. Bersyukur PK yang diminta Karen dikabulkan ditingkat MA yang putusanya final dan mengikat, maka Karen terbebas dari vonis hukum sebelumnya. Jadi ada benarnya Ahok mengingatkan agar direksi Pertamina kejar akuisisi blok migas di luar negeri, apalagi dari usaha peminjaman untuk investasinya.

Karena yang sebenarnya ujaran kritik Ahok sebagai Komut Pertamina adalah ditujukan untuk internal jajaran direksinya, Ketua Umum eSPeKaPe minta para politisi untuk ikut mencampuri urusan internal Pertamina.

Bagi pensiunan Pertamina yang berhimpun di eSPeKaPe, memohon kepada para politikus untuk tidak membuat nambah gaduh atas ujaran kritik Ahok sebagai Komut Pertamina terhadap manajerial perusahaan yang diawasinya. Ini urusan internal.

“Tolong juga direksi Pertamina tetap berlaku santun dan hindari ikut hanyut oleh statemen para politikus diluaran. Fokus kerja untuk visi Indonesia Maju yang diinstruksikan Presiden Jokowi itulah yang penting serta yang mestinya didengar dan dipatuhi”, kata Ketua Umum eSPeKaPe yang secara jujur sangat mendukung Komut Pertamina Ahok dalam hal bersih-bersih serta membangun transparansi dan menciptakan manajemen profesionalisme di Pertamina, agar bisa menjadikan perusahaan kelas dunia dan menuju energi unggul.

“Kami di eSPeKaPe jangan ragukan sikap kami terhadap Pertamina sekalipun sudah pensiun, tetap berkomitmen kawal Pertamina harga mati yang sudah dicetuskan pada HUT Ke-X eSPeKaPe tahun 2011 terdahulu,” imbuh Binsar Effendi menyudahi keterangannya yang didampingi Sekretaris Yasri Pasha Hanafiah dan Pendiri rangkap Kahumas eSPeKaPe Teddy Syamsuri.

(PR

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed