by

MAHASISWA GERUDUK KANTOR GUBERNUR NTB, TUNTASKAN SENGKETA LAHAN  KEK MANDALIKA DAN TAMBORA

MATARAM-Sebagai upaya menyuarakan derita dan jeritan masyarakat di Oi Katupa Tambora yang tidak berdaya, demi menuntut keadilan bagi masyarakat di selatan pulau Lombok yang dirampas hak kepemilikannya, dan sebagai bentuk untuk membela rakyat NTB, Jum’at (18/9/2020) Aliansi  BEM Seluruh Indonesia Wilayah Bali-Nusra menggelar aksi Geruduk Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

Terpantau demonstrasi yang di mulai pukul 09.00 Wita dengan aksi pencerdasan melalui orasi-orasi di tengah  perempatan Jalan Langko (Samping Kantor BI dan Islamic Center). Kemudian dilanjutkan dengan aksi jalan kaki menuju Kantor Gubernur NTB.

Demontransi tampak hadir, Menteri Sosial Politik BEM UNRAM 2020 Ari Irawan, Menko Pergerakan dan Eksternal BEM UNRAM 2020
Meza  Royadi  PRESMA BEM UNRAM 2020, Irwan dan lainnya.

Kemudian aksi ini berlangsung hingga pukul 11.36 wita.  Namun dalam aksi kali ini  Gubernur tidak keluar menemui masa aksi, sehingga masa aksi memaksa menerobos gerbang Kantor Gubernur NTB dan terus berorasi di halaman kantor.

Masa aksi melakukan aksi tabur bunga sebagi bentuk duka cita dan kekecewaannya.

Setelah adanya lobi  tim humas aksi, akhirnya kepala Biro Kukum keluar mewakili Gubernur NTB. Ia terus menyatakan bahwa untuk kasus KEK MANDALIKA,  saat ini tahap pendataan kepemilikan telah selesai dan sedang dilanjutkan ke tahap negosiasi antara pihak ITDC dgn warga di lombok selatan.

Ia mengatakan  ada uang ada barang, namun temuan BEM UNRAM di lapangan tanah digusur terlebih dahulu sebelum tuntas permasalahannya.

Adapun untuk  permasalahan Oi Katupa Tambora perwakilan Gubernur NTB tidak bersedia memberikan tanggapan ataupun jawaban.

Aksi ini diakhiri dengan pernyataan sikap yang disampaiakan langsung Ketua BEM UNRAM, Korwil BEM SI BALI-NUSRA.

Dalam pernytaannya tersebut disampaikan kekecewaan terhadap Gubernur NTB yang tidak mau menemui mahasiswa dan mengecam tindakan penggusuran paksa yang terjadi di NTB saat ini.

Selain itu, masa aksi menyatakan akan kembali mengadakan aksi yang lebih besar pada 24 September mendatang.

“Mahasiswa adalah hati nurani dan pikirannya rakyat, maka tidak ada kata mundur dalam perjuangan ini,” sorak pungunjuk rasa.


Adapun poin tuntutan BEM Unram dalam aksi 18 September ini yakni:

  1.  Menuntut Pemerintah Provinsi untuk mengecam tindakan pihak ITDC terhadap penggusuran lahan yang dilakukan secara paksa.
  2. Menuntut Pemerintah Provinsi NTB untuk Memcabut SIUP & HGU PT SAKP yang merugikan rakyat.
  3. Menuntut Pemerintah Daerah NTB untuk Menghentikan Penggusuran Lahan dan Perampasan sampai persoalan tersebut benar-benar tuntas

___________________
Informasi lebih lanjut
Narahubung
Presma BEM UNRAMbisa 2020 : @irwanjulkarnain
Menteri MEDKOMINFO : @didit4262
Facebook : BEM Universitas Mataram
Instagram : @bemunram
Twitter : @bemunram

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed