by

Inovasi Produk Stik Siwalan dan Gula Aren Bubuk Mahasiswa KKN Lamongan 03 UMSurabaya

LAMONGAN – Di era pandemi Covid-19, mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya yang tergabung dalam KKN era pandemi 2020 kelompok KKN Lamongan 03.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu wadah pembelajaran bagi mahasiswa sebagai ujung tombok pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dan pada tahun ini akibat pandemi menjadikan KKN berbasis domisili yang bertempatan di Desa Kebon Raya, Paciran, Lamongan.

Desa Kebon Raya merupakan salah satu desa yang berada di Kec. Paciran, Kab. Lamongan. Desa ini memiliki jumlah warga yang tidak terlalu banyak, rata-rata warga bekerja sehari-hari sebagai petani dan juga penghasil siwalan.

Desa Kebon Raya terdapat banyak sekali pohon siwalan, hal ini merupakan salah satu potensi yang ada pada desa Kebon Raya. Masyarakat desa Kebon Raya kebanyakan bekerja sebagai petani setiap harinya, pemuda di desa kebon raya rata-rata memetik siwalan yang bisa dijual.

Program ini dilaksanan dengan tujuan untuk membuat desa Kebon Raya menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, mahasiswa kelompok KKN Lamongan 3 mencetuskan pembuatan stik yang berbahan dasar siwalan.

Stik ini bisa dijadikan berbagai rasa, mulai dari asin, manis, hingga pedas tanpa mengurasi cita rasa siwalan itu sendiri. Produk olahan dari buah siwalan ini sendiri diberi nama “STILL” singkatan dari Stik Siwalan Legit. Inovasi produk siwalan Stik Siwalan Legit “STILL” dan gula aren bubuk “GENDIS”.

Selain buah siwalannya, air nira siwalan juga bisa dimanfaatkan menjadi gula jawa. Namun dalam pengemasan gula jawa yang biasanya dijual oleh warga masih terlalu biasa.

Dalam hal ini, mahasiswa KKN Lamongan 3 bekerjasama dengan Kepala Desa Kebon Raya, Husnul Khuluq untuk masalah packaging dari gula jawa. Packaging untuk gula jawa yang baru ini menggunakan standing pouch, dan gula jawa yang diproduksi berupa gula jawa bubuk.

Dengan harapan gula jawa ini bisa menembus minimarket dan juga supermarket yang ada, selain itu juga dengan kemasan yang baru juga bentuk gula yang bubuk, produk ini bisa dipasarkan secar online ke seluruh Indonesia. Produk gula jawa bubuk ini diberi nama “Gendis” oleh mahasiswa KKN.

“Inovasi yang digagas oleh Mahasiswa KKN Lamongan 3 ini sangat bagus dan bermanfaat, bentuk gula jawa yang bubuk inilah yang sebenarnya diinginkan oleh dinas Lamongan. Karena praktis dan tidak mudah cair karena sudah dibentuk bubuk seperti gula pasir.

“Saya harap ke depannya, warga desa dapat mengembangkan produk gula jawa dan stik siwalan ini untuk menjadi produk oleh-oleh dari desa Paciran,” ujar Kepala Desa Kebon Raya saat memperkenalkan produk inovasi dari mahasiswa. Jumat, (18/9/2020).

Dosen Pembimbing Lapangan, Mochamad Mochklas menyampaikan, kalau KKN UMSurabaya tahun 2020 mengambil tema KKN di era pandemi Covid-19 berbasis domisili, mahasiswa melakukan kegiatan KKN di daerah tempat tinggal masing-masing.

Dengan melakukan kegiatan KKN di domisili masing-masing, di samping untuk menghindari penyebaran virus corona, mahasiswa dapat menggali potensi daerah tempat tinggalnya mahasiswa masing-masing.

“Potensi yang ada di desa Kebo Raya Paciran Lamongan adalah melimpahnya buah siwalan, pengolahan siwalan belum maksimal karena setiap panen siswalan terkadang hanya langsung dijual, dan terkadang hingga terbuang dengan percuma,” tutur Mochklas. (ari)

Foto : Kegiatan mahasiswa KKN Lamongan 03 UMSurabaya di Kebon Raya, Paciran, Lamongan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed