by

POLA KOMUNIKASI MAHMUD ABDULLAH DAN PENERIMAAN MASYARAKAT

Penulis: Rusdianto Samawa, Alumni Magister Komunikasi Politik dan Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Jakarta

___________________

Mahmud Abdullah Calon Bupati Sumbawa,.akrab disapa Haji Mo’ selalu tampil energik dan warna warni gayanya. Mulai dari ketemu santai sambil membakar rokok kawannya sendiri hingga keberanian memeluk masyarakatnya tanpa menjaga jarak ditengah Covid-19.

Mari kita doakan Haji Mo’ sehat dan sukses selalu dalam menjalani kampanye jitunya untuk memenangi Pilkada Sumbawa yang riuh riah ini. Pesan Haji Mo’ pilkada ini harus dibawa bahagia dan Basamaras tanpa menyerang pribadi pasangan calon lainnya.

Sejak 1 tahun ini, saya mengamati Haji Mo’ secara pribadi. Untuk memvalidasi kepribadian ini, saya tidak berhenti ketemu masyarakat dan bertanya apakah Haji Mo’ baik atau tidak?, bagaimana pola komunikasi Haji Mo’?. Ternyata jawaban masyarakat diluar ekspektasi.

Jumlah orang yang saya tanyakan mulai dari anak-anak muda yang duduk di Genang Genis, penjual Bakso sebagaimana saya videokan beberapa hari lalu. Masyarakat biasa dipasar pengganti seketeng Nijang, pedagang ikan diwilayah pasar Lunyuk, nelayan di Labuhan Bontong, hingga petani jagung yang ada di Tero Jotang. Semua yang saya tanyakan itu pernah bertemu Haji Mo’. Jawaban mereka: HAJI MO’ SANGAT BAIK, MERAKYAT, SHOLEH SERING KE MASJID DIMANA SAJA DAN ENAK ORANGNYA.”

Terakhir, saya melihat Video Haji Mo’ hadir di acara peletakan batu pertama masjid di Labangka. Beliau bersalaman tanpa mengurangi kedekatan. Artinya, beliau melawan Covid-19, sudah dengan makrifatnya.

Ditengah Covid-19 Haji Mo’ kampanye dengan pesan verbal dan non-verbal. Haji Mo’ sebagai calon Kepala Daerah pada Pilkada Sumbawa dipenghujung tahun 2020 ini, meramu pesan yang disampaikan menggunakan bahasa rakyat (non-verbal).

Kehebatan pola komunikasi Haji Mo’ ini merespon rakyat dengan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, pakaian sederhana, dan potongan rambut menyamping. Haji Mo’ juga memainkan peran-peran simbol, cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara. Haji Mo’ juara komunikasi dalam Pilkada Sumbawa 2020 ini.

Bagi saya sendiri untuk melukiskan Haji Mo’ di luar kata-kata terucap atau tertulis. Jenis komunikasi Haji Mo’ tersebut, dalam menjalin komunikasi tatap muka sehari-hari merupakan bentuk orisinalitas kepribadiannya tanpa sekat dengan rakyat.

Komunikasi Haji Mo’ berlangsung spontan, ala kadarnya dan non-frekuensial. Ada beberapa alasan untuk melihat keragaman penting dalam komunikasi Haji Mo’: 1) faktor interpersonal yang sangat luwes; 2) perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan; 3) makna dan maksud yang relatif bebas dan menyesuaikan;

Sementara, komunikasi politik Haji Mo’ dalam menggunakan panggung, saat dihadirkan di desa-desa, menggunakan pesan nonverbal, misalnya, pakaian yang dipakai biasa saja dan sangat merakyat. Tentu, jelas Haji Mo’ menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat, sehingga terkesan membaur.

Haji Mo’ cukup Gaul dan senang menggauli anak – anak muda. Bajunya pun, berwarna putih. Hal itu merupakan upaya untuk menunjukkan bahwa pasangan Mo – Novi selalu berbaur dengan kebiasaan rakyat merakyat.

Sosoknya Haji Mo’ menjadi buah bibir masyarakat, tampilannya sangat menawan hati rakyatnya, dari waktu ke waktu tak ada suara sumbang untuknya. Selain itu, Haji Mo’ yang paling banyak berbuat untuk rakyat selama masa pemerintahannya melalui program pangan, pertanian, teknologi, dan komunikasi informatika.

Dari pola dan sistem komunikasi seperti itu Haji Mo’, mendapat dukungan politik, apresiasi, dan rakyat Sumbawa sendiri inginkan Bupati idaman yang mereka impikan untuk bisa mengganti petahana. Saya mengamati, dan analisa dari hari ke hari. Tentu banyak orang membantu dan mendukungnya mulai dari tokoh-tokoh, pemuda, putra putri Sumbawa, pengusaha, praktisi dan teknisi.

Menjadi Cabup tentu rakyat sudah mengukurnya bahwa keberhasilan Sumbawa harus dilanjutkan. Sehingga bisa berkembang lebih pesat lagi dalam geliat pembangunan untuk masa depan.

Atas dasar tampilan, sikap dan kesederhanaan itu juga, saya bersama nelayan Kabupaten Sumbawa mencoba membantu untuk memenangkannya. Mungkin saja, banyak orang yang meragukan keberpihakan nelayan yang dibawa politis. Namun, ini penting bahwa nelayan juga tergantung pada kebijakan pemerintah yang pro terhadap nelayan.

Karena itulah, dukungan masyarakat, pemuda, nelayan, petani dan lainnya karena tampilan Haji Mo’ yang semi Casual. Kelebihan Haji Mo’ adalah cocok dibawa kemana saja kita inginkan. Ya itu pesannya.

Tampilan Haji Mo’ adalah pelajaran kesederhanaan yang sangat luar biasa. Haji Mo’ politisi yang humble dan sederhana menunjukkan kualitas yang sangat mumpumi untuk mengatasi seluruh problem rakyat. Sehingga hal itulah yang membuat masyarakat menerimanya.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed