by

Aksi Ratusan Mahasiswa Unram Bersama Aliansi Rakyat Menggugat Getarkan Mataram, Suarakan Dinamika Di NTB

MATARAM-Bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram (Unram) bersama Aliansi Rakyat NTB menggugat, kembali mengadakan aksi besar-besaran untuk meyuarakan permasalahan-permasalahan serta dinamika pertanian yang terjadi, khusunya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, (24/9/2020).

Aksi ini juga merupakan bentuk aksi lanjutan dari aksi Geruduk Kantor Gubernur NTB yang telah dilaksanakan pada 18 September 2020 lalu, karena pada saat itu pihak gubernur tidak bersedia menjawab dengan tuntas tuntutan masa aksi.

Dalam aksi ini ada banyak organisasi yang bergabung dan melebur menjadi satu aliansi yaitu BEM Fakultas se-UNRAM serta beberapa UKM dan OKP.

Masa Aksi mulai bergerak dari Kampus UNRAM menuju kantor Gubernur NTB. Sepanjang perjalanan diwarnai dengan orasi berisikan jeritan-jeritan petani. Di perempatan samping Islamic Center masa aksi juga membuat lingkaran yang cukup besar untuk menyampaikan orasi-orasinya di tengah jalan agar para pengendara di sana juga mengetahui permaslahan-permasalahan yang menjadi dalang terjadinya aksi.

Permasalahan kesejateraan petani, distribusi pupuk yang belum optimal, anjloknya harga komoditas pertanian unggulan di NTB, hingga perampasan lahan rakyat yang terjadi di Oi Katupa dan Mandalika menjadi point-point utama yang disoroti dalam aksi ini.

Aksi berlangsung tertib hingga pukul 13.12 Wita dan akhirnya Seketaris Daerah NTB H Lalu Gita Ariyadi keluar sebagai perwakilan Gubernur NTB

Kemudian Seketaris Daerah NTB duduk bersama masa aksi di depan gerbang untuk mendengarkan tuntutan yang disampaikan langsung Irwan Presiden Mahasiswa UNRAM yang bertindak sebagai Kordum

Masa aksi ratusan dalam penyampaiannnya Sekda NTB mengatakan bahwa Gubernur NTB sedang ada agenda di luar kantor sehingga tidak bisa menemui masa aksi.

Maka dari itu, masa aksi meminta kepada Sekda NTB untuk membuatkan jadwal pertemuan antara Gubernur NTB dengan masa aksi paling lambat (28/9/2020), kemudian dimasukkan dalam point tuntutan dan diterima serta ditanda tangani Sekda NTB.

Adapun point penting tuntut massa aksi adalah:

  1.  Pemerintah Provinsi NTB menjamin stabilitas harga pra dan Pasca Panen.
  2. Memberikan Alsintan, Pestisida, dan Bibit secara gratis dan memperbaiki infrastruktur penunjang petani di NTB.
  3. Terbitkan PERDA untuk kesejahteraan Petani.
  4. Membangun industrialisasi pertanian yang kuat dan mandiri.
  5. Distribusi pupuk dan membuat tim penyuluh program kartu tani NTB paling lambat 30 September.
  6. Stop perampasan lahan rakyat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed