by

FORUM WALI NAGARI KUNJUNGI SAHARUDDIN DI RUTAN LUBUK SIKAPING

PASAMAN-Belasan Wali Nagari yang terbentuk dalam Forum Wali Nagari ( Forwana ) se Kabupaten Pasaman kunjungi Saharuddin mantan dan Balon Wali Nagari Padang Gelugur di Rutan Kelas 11 B di Lubuk Sikaping. Rabu (19/7).

Kasus yang menimpa Saharuddin masyarakat Nagari Padang Gelugur heboh sebab, sebagian masyarakat menerima dan tidak menerima pencalonan wali nagari Padang Gelugur Saharuddin yang ditetapkan menjadi tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri Pasaman beberapa waktu lalu, ternyata masih bisa maju sebagai calon Walinagari Padang Gelugur.

Ihsan (37), warga nagari Padang Gelugur mengatakan, masyarakat sangat prihatin terhadap wali nagari Saharuddin yang ditetapkan oleh pihak Kejaksaan Negeri menjadi tersangka. Akibat dari itu, masyarakat nagari tidak menerima wali nagari tersangka diperlakukan seperti itu.

“Kita heran, kenapa wali nagari yang kasusnya sudah lama bisa mendadak dijadikan tersangka, itu pun pas wali nagari tersangka ikut mencalonkan kembali, padahal dari segi persyaratan administrasi, wali nagari tersangka tidak ada masalah,”

Menurutnya, seperti yang diketahui salah satu syarat bakal pencalonan wali nagari harus ada Surat Keterangan Catatan Kepolisan (SKCK) dari kepolisian, kemudian surat catatan dari Pengadilan Negeri seorang kandidat tidak pernah terjerat oleh hukum.

Kemudian, Salah satu syarat persyaratan tersebut lolos administrasi dan sudah ditetapkan panitia pilwana sebagai calon wali nagari Padang Gelugur nomor urut 3, tapi saat ini masih dijadikan tersangka dan sudah dalam jeruji besi.

“Kalau seperti itu keadilan hukum itu tidak ada, kecuali tersangka dimasa jabatannya kasus dugaan korupsi beras miskin itu memang-memang sudah ditetapkan jadi tersangka diwaktu masa jabatan,” ujarnya.

Sementara, salah satu wali nagari dari Forum Wali Nagari (Forwana) yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, hukum itu seharusnya harus dijalankan seadil-adilnya bukan untuk dizalimi. Sebab, wali nagari yang tersangka sekarang bagi kami sudah termasuk menzalimi.

“Pasalnya, wali nagari yang dijadikan tersangka diduga korupsi raskin pada tahun 2012 lalu seharusnya sudah bisa diselesaikan oleh pihak kepolisian, tapi kenapa sudah hampir 5 tahun baru kasus ini dibuka kembali dan langsung dijadikan sebagai tersangka oleh pihak kejaksaan,” katanya.

Menurutnya, ini adalah unsur kesengajaan yang dimainkan oleh pihak berkepentingan. Meskipun seperti itu, tidak seharusnya politik seperti itu dijalankan. Hal itu membuat dunia perpolitikan semakin tidak sehat.

“Mungkin, kami dari Forwana akan berusaha semaksimal mungkin agar perpolitikan seperti itu tidak diterapkan di daerah Pasaman dan kami akan berusaha agar rasa keadilan itu harus dijalankan dengan hukum yang adil oleh pemangku kebijakan hukum,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ali (43) warga Padang Gelugur pada awak media menyebutkan, Saharuddin merupakan salah satu kandidat yang bakal bertarung dalam pemilihan Walinagari Padang Gelugur yang bakal dihelat pada 8 Agustus 2017 mendatang. Namun yang menjadi pertanyaan adalah kenapa seorang balon yang sudah ditetapkan oleh pihak kejaksaan negeri sebagai tersangka dan sudah dalam jeruji besi masih bisa ikut dalam mencalonkan diri.

“Seorang calon itu akan gugur dalam pilwana jika sudah pernah bersentuhan dengan kasus dan sudah ditetapkan sebagai tersangka, bagi saya ini hukum itu tidak jelas,” katanya.

Salah satu Calon Wali Nagari Padang Gelugur yang dijadikan sebagai tersangka, Saharuddin menceritakan, merasa terkejut dengan adanya panggilan dari pihak kepolisian dan kejaksaan. “Sebab tiba-tiba saja ketika saya menghadiri panggilan itu saya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya saat ditemui Detikperistiwa bersama puluhan Wali nagari di dalam Rutan Lubuk Sikaping.

Meski pun seperti itu kata Saharuddin, ini mungkin adalah cobaan tuhan yang tidak disangka-sangka yang harus diterima dengan lapang dada dan penuh kesabaran. “Ini mungkin perbuatan yang tidak senang sama kita, tapi kita lapang aja menerimanya,” bebernya dengan berlinang air mata.

Sementara, Kabag Pemerintahan Nagari Setda Pasaman, Afnita saat dikonfirmasi awak media menyebutkan, Saharuddin merupakan salah satu calon yang sah pada pilwana di Nagari Padang Gelugur meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi beras miskin (Raskin) oleh pihak kejaksaan Pasaman.

“Tidak ada aturan yang melarang Saharuddin mencalonkan diri sebagai Wali Nagari meskipun telah jadi tersangka pada saat ini, sesuai dengan Perda Nomor 01 tahun 2016 tentang pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian,” terang afnita.

“Sebelum inkrah atau berkekuatan hukum tetap dari pengadilan bahwa Saharuddin terbukti bersalah, dia masih boleh ikut berkompetisi dalam pemilihan walinagari, kecuali jika dia telah terbukti bersalah sebelum pilwana mendatang, barulah ia gugur dari bursa pencalonan,”ujarnya.

Sedangkan salah seorang kuasa hukum Saharuddin Boy Roy Indra mengatakan, Saharuddin selaku klien akan kami perjuangkan semampu kami agar bisa ikut bertarung dalam pilwana, sebab dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 01 tahun 2016 tentang pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian Walinagari dalam Pasal 23, tidak ada syarat yang dilanggarnya.

“Bahkan, belum inkrah atau berkekuatan hukum tetap dari pengadilan bahwa Saharuddin terbukti bersalah, dan kita harap bisa bebas,” ujar Boy ( Rz ).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed